Jumat, 28 Februari 2014

Candi Gedong Songo ; Menapaki Jejak Mataram Kuno di Lereng Gunung Ungaran




Candi Gedong Songo adalah nama sebuah komplek bangunan candi peninggalan budaya Hindu yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di lereng Gunung Ungaran. 

Untuk menempuhnya, diperlukan perjalanan sekitar 40 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang naik, dan kemiringannya sangat tajam (rata-rata mencapai 40 derajat). Butuh kemahiran mengemudi dan kondisi kendaraan yang prima. Perjuangan dan rasa deg-degan untuk mencapai kawasan Candi Gedong Songo sebanding dengan pemandangan indah dan eksotisme alam dan candi disini.

Lokasi candi juga dapat ditempuh dalam waktu 10 menit dari obyek wisata Bandungan
Berikut daftar jarak tempuh menuju candi ini.
  • Gedong Songo - Ungaran : 25 km
  • Gedong Songo - Ambarawa : 15 km
  • Gedong Songo - Semarang : 45 km

 
Gapura Masuk dan Tempat Parkir yang Luas di Candi Gedong Songo

Untuk menikmati keseluruhan bangunan candi ada dua cara yang bisa ditempuh,
 yang pertama adalah berjalan kaki sepanjang 4 km menyusuri jalan berbatu mulai dari Candi Gedong I hingga Candi Gedong V,
atau menunggang kuda dengan rute sebaliknya dari Candi Gedong V hingga Candi Gedong I
Mungkin tidak dijadikan satu jalurnya agar tidak menggganggu para pendaki, terbayang  jika harus bersinggungan dengan kuda  terus selama perjalanan pasti akan terganggu.

Kami pun memilih untuk menunggang kuda walaupun dengan hati gamang karena harus menunggang kuda di jalan terjal menyusuri lereng Gunung Ungaran untuk mencapai kawasan percandian yang jarak antara satu dengan lainnya lumayan jauh, Awalnya agak takut tetapi akhirnya ingin mengulang kembali  :D


Anda Bisa Menyewa Kuda Untuk Menjelajahi Candi Gedong Songo yang Terletak di Daerah Perbukitan 

Tarif Jasa Naik Kuda Candi Gedong Songo
-Wisata Desa Rp 25.000 (Wisman Rp 35.000)
- Ke Air Panas Rp 45.000 (Wisman Rp 60.000)
- Ke Candi II Rp 35.000 (Wisman Rp 40.000)
- Paket candi Songo Rp 50.000 (Wisman Rp 80.000)

Pada tahun 1740, Loten menemukan kompleks Candi Gedong Songo.
 Tahun 1804, Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe
karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan.
 Setelah ada penemuan dua kompleks baru, candi pun dinamai Candi Gedong Songo yang berarti sembilan kompleks bangunan.Van Braam membuat publikasi pada tahun 1925,
Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedong Songo pada tahun 1865.
 Tahun 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian terhadapt kompleks candi dan Knebel melakukan inventarisasi pada tahun 1910-1911.
Namun saat ini yang bisa dilihat oleh wisatawan hanyalah lima kompleks, sebab empat kompleks lainnya tinggal puing-puing dan sudah diamankan oleh Dinas Purbakala. 

 Candi ini merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 
(tahun 927 masehi). 
Candi Gedong Songo memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. 
Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut 
sehingga suhu udara disini cukup dingin (berkisar antara 19-27 °C)

Perjalanan untuk mencapai areal percandian Gedong Songo memang membutuhkan tekad dan perjuangan .
Namun... rasa khawatir itu segera sirna berganti dengan rasa takjub menyaksikan indahnya pemandangan barisan pohon pinus berpadu kesejukan embun pagi diantara dedaunan pinus dan rumput liar, kelembutan cahaya matahari pagi dan kesegaran oksigen kualitas terbaik di Gunung Ungaran memberikan kekaguman,ketenangan dan kedamaian sekaligus sensasi luar biasa pada perjalanan kami kali ini.
Tampak dari kejauhan Bangunan-bangunan candi berdiri dengan megahnya di antara bukit-bukit.
Sebenarnya karena perjalanan saya menaiki kuda, rute saya dibalik dari Candi Gedong V menuju Candi Gedong I, namun pada penulisan di bawah tetap saya urutkan dari Candi I ke Candi V ya :)


Candi Gedong I



Untuk menuju ke Candi Gedong I, kita harus berjalan sejauh 200 meter melalui jalan setapak yang naik. 
Terletak diketinggian 1.208 mdpl. Bentuk atap candinya terdiri atas 3 tingkat. Masing-masing tingkat dihiasi oleh segitiga-segitiga dengan ukiran. Di dalam candi 1 ini terdapat Yoni namun tanpa Lingga.



Candi Gedong II


Candi Gedong II Terletak diketinggian 1.274 mdpl. Terdapat 2 candi yaitu candi induk (menghadap barat) dan dihadapannya terdapat sebuah candi Perwara (menghadap timur) yang telah runtuh. Atapnya tersusun atas 4 tingkat dengan stupa dan hiasan Antefix. Artefix adalah ukiran seorang dewa dalam posisi bersila berada di dalam segitiga berukiran pot dengan salur-salur daunnya.





Candi Gedong III



Terletak pada ketinggian 1.297 mpdl. Candi ini memiliki 3 buah bangunan terdiri dari satu candi induk dan dua candi pendamping dengan formasi membentuk huruf L. tepat di muka candi induk yang menghadap kearah barat, ada bangunan yang dulu dipergunakan sebagai tempat para pendeta beristirahat.


Disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas dengan kandungan belerang cukup tinggi. Kita dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut.



Candi Gedong IV


Candi Gedong IV
Terletak pada ketinggian 1.295 mpdl. Candi ini mempunyai keunikan tersendiri . Ada 8 candi yang mengelilingi candi utama.Ini bisa dilihat dari puing-puing yang berformasi 2 candi di samping kanan-kiri, sebuah di belakang dan tiga buah di depan candi utama.



Candi Gedong V

Candi Gedong V yang terletak di puncak tertinggi dengan sebutan Puncak Nirwana.
Terletak pada ketinggian 1.308 mpdl., terdapat dua halaman yang tidak sama tingginya, di halaman pertama terdapat candi induk yang diapit dua buah reruntuhan Candi Perwara. Sedangkan pada halaman kedua terdapat dua buah reruntuhan Candi Perwara bentuk candi kelima ini mirip dengan candi keempat.


Dari Candi Gedong V Tampak Gunung Merbabu Berdiri dengan Anggunnya

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang sangat indah. 
 Candi Gedong songo selain sebagai tempat wisata budaya, juga merupakan obyek wisata alam dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah dimana pengunjung bisa melihat indahnya jajaran gunung berapi mulai dari Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing hal ini bisa didapati jika cuaca cerah dan tidak ada mendung,
 juga hamparan membiru Rawa Pening bisa terlihat dari lokasi ini.
 Obyek Wisata ini dilengkapi pula dengan pemandian air panas, area perkemahan, wisata berkuda, Wahana panjat tebing alam dan saat ini dilengkapi dengan cottage (Vanna Prasta) di area Hutan Pinus diatas candi 1.

Selain candi, di tempat itu juga terdapat sumber air yang oleh komunitas Parisada Hindu Dharma 
dinamakan Tirta Wening. 
Sumber air ini disucikan oleh mereka, dan ritual-ritual agama Hindu akan dilaksanakan di tempat ini.


Pekan Budaya & Pariwisata Kab.Semarang yang Diadakan di Candi Gedong Songo


Vanaprastha Gedong Songo Park
  Di kompleks candi Hindu ini Perhutani membangun taman seluas 4-5 hektar, dinamakan Vanaprastha Gedong Songo Park. Dibangun pertengahan 2010, Vanaprastha dimaksudkan untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal yang nyaman ketika wisatawan hendak merasakan atau mengambil manfaat bionergi terbaik didunia di sana.

Di taman itu didirikan juga tiga rumah heritage: rumah kayu jati berumur lebih dari satu abad. Pada zaman Belanda, bangunan itu digunakan sebagai rumah pejabat perusahaan kehutanan. Dari beberapa lokasi di hutan Jati, Perhutani kemudian memindahkan tiga unit ke kompleks Candi Gedong Songo Park untuk keperluan kepariwisataan.


Pemandangan alam yang sangat indah dibalut kesakralan Candi berpadu dengan jajaran  pegunungan Sindoro, Sumbing, Merbabu, dan Telomoyo yang nampak dari kejauhan
"Kompleks Candi Gedong Songo dengan segala keheningan,kesakralan dan keindahannya yang berbalut misteri sanggup  menghipnotis saya untuk betah berlama-lama disini, mulai dari mata yang dimanjakan dengan pemandangan indahnya, perasaan damai dan ketenangan yang menyeruak,sampai hidung dan paru-paru saya yang terasa sekali menghirup bioenergy yang sangat berkualitas disini,ah...rasanya berat untuk beranjak pulang :) Benar-benar sempurna Leluhur meninggalkan dan mewariskan jejak peradabannya di lereng gunung Ungaran ini."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar