Sabtu, 17 Mei 2014

Makam Presiden Soekarno ; Peristirahatan Terakhir Bapak Proklamator Indonesia



 Makam Presiden Soekarno


Makam Soekarno adalah kompleks pemakaman dari presiden pertama RI Indonesia yang sekaligus proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno. Makam ini merupakan makam dengan gaya arsitektur Jawa, dimana terdapat Joglo yang menjadi ciri khas utamanya.


Berkunjung ke Blitar tidak lengkap bila kita tidak sowan/nyekar ke Makam Presiden Soekarno yang terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan Kota Blitar. Komplek makam ini berdiri seluas 1,8 sejak Ir Soekarno wafat dan dimakamkan di sana. Pada tanggal 21 Juni 1970, kompleks makam ini untuk pertama kalinya dipugar. Dengan pemugaran itu pencitraan Makam Bung Karno sebagai ikon Kota Blitar semakin dikukuhkan. Ikon itulah yang mampu menyedot pengunjung berziarah di sana.

 Pintu masuk Makam ini dimulai dari jalanan yang menghubungkan perpustakaan yang berada di sisi selatan komplek makam hingga sampai pada gapura Agung yang menghadap ke selatan.
Bangunan utama disebut dengan Cungkup Makam Bung Karno. Cungkup ini berbentuk bangunan Joglo, dan diberi nama Astono Mulyo.
Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan : "Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia."


Gapura Agung tinggi menjulang khas arsitektur jawa menuju makam Bapak Presiden Soekarno
Tampak halaman utama area makam dan juga pengunjung yang sedang berziarah

Tampak halaman depan kawasan makam Bung Karno terdapat pohon beringin memberikan kesejukan

Tampak areal cungkup bagian depan ketika malam hari

Makam 'Founding Fathers Indonesia" di waktu malam hari





Diatas Makam diletakkan sebuah batu pualam hitam bertuliskan : 
"Disini dimakamkan Bung Karno Proklamator Kemerdekaan Dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Penyambung Lidah Rakyat Indonesia."



 Perpustakaan dan Museum Bung Karno


Perpustakaan Proklamator Bung Karno - Blitar



Sejak 2004, pengembangan kembali dilakukan dengan menambahkan bangunan baru yang menjadi satu kompleks dengan makam Bung Karno tersebut, yaitu Perpustakaan dan Museum Bung Karno. Tim arsiteknya diketuai oleh Pribadi Widodo dan Baskoro Tedjo dari Institut Teknologi Bandung.
 Gedung UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno diresmikan oleh Presiden RI Megawati Sukarnoputri pada tanggal 3 Juli 2004 di Kota Blitar.

Tampak Depan Perpustakaan dan Patung Bung Karno

Terdapat taman dan kolam ikan yang memanjang menjadi penghubung antara Perpustakaan dan makam Bung Karno, juga terdapat relief pada dinding yang menceritakan tentang perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia dan detik-detik pembacaan proklamasi


Tampak Halaman Perpustakaan Proklamator Bung Karno jika dilihat dari depan Gapura Agung makam



JENIS KOLEKSI
  1. Koleksi Khusus (Gedung A, Lantai 1 Timur)
    Berupa biografi Bung Karno, buku-buku karya Bung Karno, buku-buku tentang Bung Karno, dan buku tentang koleksi lukisan dan patung Bung Karno.
  2. Koleksi Referensi (Gedung A, Lantai 1 Timur)
    a. Kamus, elektronika, fisika, kimia, komputer, filsafat, pariwisata, istilah perbankan, dsb.
    b. Ensiklopedia
    c. Perundang-undangan
    d. Buku-buku langka
  3. Terbitan Berkala (Gedung A, Lantai 1 Timur)
    a. Koran
    b. Majalah
    c. Tabloid
  4. Koleksi Umum (Gedung A, Lantai 2 Timur/Barat)
    Jenis koleksinya berupa karya umum, filsafat, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan (teknologi), kesenian dan olahraga, kesusasteraan, sejarah dan geografi.
  5. Koleksi Nonbuku (Gedung A, Lantai 1 Barat)
    a. Lukisan Bung Karno
    b. Peninggalan Bung Karno, berupa baju dan koper
    c. Uang seri Bung Karno, tahun 1964
    d. Serial lukisan Bung Karno di Rengasdengklok sebelum kemerdekaan
    e. Foto-foto Bung Karno sejak muda sampai menjadi presiden
  6. Koleksi Anak dan Remaja (Gedung B)
    Jenis koleksinya berupa karya umum, filsafat, agama, ilmu-ilmu sosial, bahasa, ilmu-ilmu murni, ilmu-ilmu terapan (teknologi), kesenian dan olahraga, kesusasteraan, sejarah dan geografi.
  7. Koleksi Audio-visual
    Berupa CD pidato Bung Karno, VCD ilmu pengetahuan dan dokumenter, dsb.

Jam Kunjungan:
Senin-Minggu 08.00-15.00
Jumat istirahat 11.00-13.00

Tiket:
Gratis

Catatan: Keanggotaan terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia berusia 13 tahun ke atas dengan persyaratan administrasi mengisi formulir keanggotaan, menyerahkan fotokopi kartu identitas dan pas foto ukuran 3X4, untuk pelajar melampirkan surat keterangan dari sekolah. Peminjaman buku sementara diberlakukan bagi anggota yang berdomisili di kota Blitar

 Sumber: Brosur ‘Perpustakaan Proklamator Bung Karno

Perpustakaan Nonbuku Bung Karno Blitar ( Tampak dari Pintu Masuk)

 Sewaktu saya berkunjung ke Perputakaan Proklamator Bung Karno, karena keterbatasan waktu saya belum mengunjungi ke semua bagian dari Perpustakaan, baru sempat mengunjungi dan melihat-lihat Koleksi Non Buku di Gedung A,Lantai 1 Barat/Timur)
yang terdapat:Lukisan Bung Karno, Peninggalan Bung Karno, berupa baju dan koper, Uang seri Bung Karno, tahun 1964, Serial lukisan Bung Karno di Rengasdengklok sebelum kemerdekaan, Foto-foto Bung Karno sejak muda sampai menjadi presiden dan Buku-buku tulisan Bung Karno.

 Lukisan potret Soekarno, Presiden RI ke-1 dikabarkan bisa berdetak persis di jantungnya. Lukisan Bung Karno hidup yang jantungnya bisa berdetak tersebut kini dipajang di galeri yang berada satu komplek dengan makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur. Lukisan misteri yang unik itu dipasang dekat pintu masuk Galeri sehingga tampak mencolok bagi pengunjung yang masuk. Berbingkai kayu kelir emas, lukisan berukuran sekitar 1,5×1,75 meter tersebut ditopang penyangga besi sekitar setengah meter dari dinding, sehingga terlihat gagah. Tak ada yang aneh saat melihat lukisan ini dari depan. Keganjilan baru terlihat ketika pengunjung melihat lukisan dari samping. Kanvas di dada kiri Bung Karno bergerak maju-mundur, menciptakan ilusi degup jantung. Menariknya, ritme degup jantung ini sekitar 60-70 detak per menit, mirip manusia normal.


Lukisan jantung 'berdetak' Presiden Soekarno yang terletak di sebelah kiri pintu masuk


Tampak baju yang sering digunakan oleh Bung Karno sewaktu masih berdinas, ada juga foto beliau sedang sungkem kepada ibundanya

Tampak pedang kecil "Kyai Sekar Jagad" terbuat dari perak bakar dan memiliki tangguh Pajajaran merupakan pusaka yang sering dibawa oleh Bung Karno ketika melakukan lawatan/kunjungan ke dalam dan luar negeri, koper yang berisi keris ini juga selalu turut menemani Bung Karno masuk keluar tahanan. Terdapat juga "Gong Kyai Jimat" merupakan gong yang pernah dimiliki oleh keluarga Soekarno yang digunakan untuk mengiringi pagelaran wayang kulit saat Bung Karno berkunjung ke Blitar (1950-1966)

Tampak foto Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati sedang berboncengan, juga tampak terpajang koleksi lengkap foto-foto Bung Karno

Buku Di Bawah Bendera Revolusi (DBR) Jilid 1 yang menghimpun tulisan-tulisan Bung Karno di masa penjajahan Belanda, pertama kali diterbitkan pada tahun 1959 oleh sebuah Panitia Penerbitan di bawah pimpinan H. Mualliff Nasution. Dalam tulisan-tulisan Bung Karno tergambarlah Bung Karno sebagai "pendekar persatuan", sebagai "strateeg", sebagai "pendidik", sebagai "senopati" pemegang komando pergerakan kemerdekaan bangsa, sebagai seorang "Islam modern", sebagai "realis", sebagai "humanis" dan sebagai suatu pribadi tempat perpaduan Nasionalis, Islamis dan Marxis.

Koleksi Museum Bung Karno


 Melihat, merasakan dan mempelajari setiap detil dari isi di perpustakaan ini membuat waktu terasa cepat sekali berlalu, tanpa terasa dua jam sudah berlalu... dan rasanya belum puas kami menikmati detil demi detil foto-foto yang pernah terjadi di negeri ini di masa-masa perjuangan  menuju kemerdekaan.
Sang Putra Fajar adalah penoreh sejarah bangsa ini dengan tinta emas. Nama dan jasamu terlalu besar untuk dikecilkan.
 Terimakasih wahai Founding Fathers, semoga kami semua dan generasi muda bangsa dapat mewarisi semangat dan perjuanganmu untuk bangsa Indonesia tercinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar