Thursday, 14 September 2017

One Day City Tour ; Wisata Kuliner dan Sejarah di kota Malang




Hai.... mungkin nama kota Malang yang terletak di Jawa timur ini sudah tidak asing lagi di telinga para traveller, keindahan alamnya mulai dari pegunungan sampai pantainya membuatnya selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal dan asing. Ternyata... wilayah Malang sudah menjadi tempat tujuan favorit berlibur, bukan di jaman sekarang saja tetapi sejak jaman dulu kala, mulai dari jaman kerajaan maupun jaman penjajahan Belanda, masih banyak orang-orang Belanda yang datang berkunjung ke Malang untuk bernostalgia, bahkan mereka menceritakan pada anak cucunya tentang keindahan suatu tempat di Indonesia yang membuat anak cucunya penasaran dan berkunjung ke Malang juga:)

Kali ini...memanfaatkan promo tiket murah dari PT KAI yang hanya Rp.28.000 saja kita bisa mendapatkan tiket segala kelas dan tujuan, maka pada hari Rabu,28-9-2016 kami bertolak ke Malang menumpang kereta Gajayana  ( horeee...naik kereta eksekutif dengan tiket seharga Rp.28.000 saja, Terimakasih PT KAI) Pagi-pagi diiringi hujan rintik kami pun berangkat ke stasiun Kediri karena kereta kami berangkat pukul 06.00 pagi, lama perjalanan dari Kediri ke Malang ditempuh dalam waktu 3 jam tidak terasa jam 9 kami sudah tiba di kota Malang.

Start dari Stasiun Kediri, masih pagi dan sepi, stasiun kediri dibangun sejak tahun 1881 oleh Belanda

Hotel Tugu Malang berdiri sejak tahun 1973  termasuk hotel tua dengan keistimewaan koleksi benda-benda antiknya, kapan-kapan pingin lihat lukisan Oei Hui Lan  yang terkenal itu (sayang kemarin lupa di agendakan)


Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, yang biasa disebut gereja Kayutangan didirikan sejak tahun 1905 diarsiteki oleh MJ Hulswit murid sekolah Quelinus yang dikepalai oleh PJH Cuypers,menjadi saksi bisu sejarah kota Malang sejak jaman kolonial Belanda dan tetap berdiri megah hingga kini

Mie ayam gajah mada sangat terkenal akan kelezatannya, menu utamanya adalah mie ayam jamur

Mencicipi mie gajah mada yang terletak di jl pasar besar 17A kota Malang



Salah satu tempat yang tidak bisa dilewatkan ketika berkunjung ke Malang adalah Toko Oen yang sudah berdiri sejak tahun 1930, menu utamanya adalah ice cream yang sangat khas dan berbeda cita rasanya dengan ice cream kebanyakan. Toko Oen letaknya sangat strategis di jl Jend,Basuki Rahmat no.5 Malang dan terletak tidak jauh dari gereja Kayutangan

Begitu memasuki restaurant kita disambut tulisan selamat datang dalam bahasa Belanda

Menu andalan Toko Oen

Pelayannya mengenakan setelan baju pribumi jaman kolonial Belanda
Nanda senang sekali menikmati ice cream-nya


Ice cream banana split dan chocolate parfait khas Toko Oen, harganya @55.000,-
Aneka jajanan jadoel dan homemade bakery bisa dipilih disini








Nuansa jadoel makin terasa dengan design ruangan yang tetap dipertahankan keasliannya, mulai dari gordyn, meja dan kursi rotan, lukisan-lukisan malang tempo doeloe, seperangkat radio, pemutar disk, piano antik dan sebagian besar pengunjungnya adalah wisatawan Belanda yang bernostalgia dan mengobati kerinduannya akan Indonesia :)


Foto gereja Kayutangan koleksi Toko oen


Museum Brawijaya


Satu lagi yang tidak boleh ketinggalan saat city tour di kota Malang adalah Museum Brawijaya , yang terletak di JL. Ijen, No. 25 A, Gading Kasri, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 





Pembangunan museum dimulai pada tahun 1967, di atas lahan milik Pemerintah Kotamadya Malang seluas 10.500 meter persegi, atau sekitar 1 hektare. Merupakan sebuah pengalaman menarik bisa berkunjung ke Museum Brawijaya Malang, kita bisa berimajinasi jauh ke masa lampau dengan melihat koleksi benda-benda yang berhubungan dengan perjuangan bangsa Indonesia, terutama benda-benda yang berhubungan dengan prajurit dan ketentaraan mulai dari jaman Majapahit hingga masa-masa merebut dan mempertahankan kemerdekaan.