Wednesday, 23 April 2014

Situs Yoni Klinterejo ; Menelusuri Jejak Peninggalan Sang Bhre Kahuripan


Situs Yoni Klinterejo

Situs Klinterejo terletak di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko,Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur agak jauh di sebelah uta­ra Trowulan. Koordinat:   7°30'55"S   112°23'46"E
Berasal dari periode Klasik. Pada situs ini yang nampak sekarang adalah sebidang tanah berbentuk bujur sangkar dengan luas sekitar 808 m2 berada di tengah sawah yang di kelilingi tembok buat­an baru dengan pintu menghadap ke timur.


Tampak Pintu Gerbang Situs Yoni Klinterejo dan Dikelilingi Oleh Hamparan Areal Persawahan yang Menghijau

Di dalamnya kita dapati bekas kaki candi yang dibuat dari batu andesit berbentuk segi empat dengan panjang sisinya ± 5,60 meter.
Di atasnya kita dapati sebuah Yoni yang amat besar. Tingginya 1,22 meter, panjangnya 1,83 meter dan lebarnya 1,91 me­ter. Bagian ceratnya didukung dengan pahatan kepala naga.
Yoni ini merupakan peninggalan purbakala yang penting, karena disamping ukurannya yang sangat be­sar juga karena memuat pahatan angka tahun 1294 caka.
Tahun Masehi menjadi 1372. Dan angka tahun ini bertepatan dengan meninggalnya Bhre Kahuripan. Oleh karena itu penegakan kompleks situs Klinterejo itu bisa di­katakan untuk memperingati meninggalnya Bhre Kahuri­pan atau Tribuwana Tunggadewi ialah ibu dari Hayam Wuruk.
Juga terdapat lumpang batu, jaladwara.

Didalam areal yang dipagari tembok ini terdapat sebuah Yoni dengan ukuran besar berhiaskan naga-raja

Tepat di atas Yoni terdapat sumber air  jernih yang bisa diminum atau mencuci muka

Naga atau ular besar merupakan ikon yang sangat penting untuk menggambarkan mitologi alam semesta. Pada masa Jawa Kuno, pahatan naga sering terpahat pada tubuh yoni, miniatur bangunan candi, relief candi, dan pada bangunan candi itu sendiri. Naga yang dipahatkan itu tidak selalu tentang Amertamanthana (Amertamanthana menceritakan terjadinya dunia ini melalui pengadukan laut susu untuk mendapatkan amerta, air kehidupan )  melainkan juga ada yang berkaitan dengan masalah kesuburan dan kepercayaan lainnya.


 Disamping itu di tempatkan di sebuah ruangan tertutup kita dapati juga sebuah batu besar (Watu Ombo) yang merupakan batu sandaran arca, tapi belum selesai di­kenakan, yang sepertinya akan dipahatkan arca perwujudan Tribhuwanottunggadewi.

Situs Watu Ombo terletak di satu ruangan tertutup dan terkunci, jika ingin masuk ke dalam silahkan menghubungi Juru Pelihara situs


 Di luar tembok kita dapati sejumlah balok besar 2 buah dan umpak- umpak batu besar sejumlah 4 buah. Hal ini menunjukkan bahwa di tempat itu dahulunya ada bangunan pendopo yang tentunya cukup besar pula.


Sebuah bangunan pendopo buatan baru terletak di bagian tengah situs Yoni Klinterejo


Sebuah ruangan yang terdapat dua buah  batu kotak sebagai tempat duduk/semedhi diyakini sebagai petilasan Sabdo Palon dan Noyo Genggong

Tak lupa dan tak ketinggalan....ijin eksis dulu :p