Tampilkan postingan dengan label higher self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label higher self. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2022

Cara Meditasi Untuk Menjumpai dan Menyatu dengan Diri Sejati (Higher Self Meditation)


Di postingan sebelumnya kita telah mengetahui dan mengenal lebih dekat siapa Sang Diri Sejati, Guru Sejati, Higher Self atau Pribadi Tinggi kita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kesadaran Roh tertinggi kita yang terhubung langsung dengan Kesadaran Semesta (Ilahi).
Lantas bagaimanakah kita dapat terhubung dan menyatukan Kesadaran kita dengan Pribadi Tinggi agar setiap pikiran, ucapan dan perbuatan kita adalah cerminan dari Kesadaran Roh yaitu Cinta kasih.

 Menjumpai Pribadi Tinggi ( Higher Self)


Untuk dapat menjumpai Pribadi Tinggi, berikut adalah salah satu contoh meditasi yang dapat dipergunakan:


  • Sambil berbaring atau duduk ( tulang punggung harus lurus) tutuplah mata dan berusalah untuk tenang dan santai. Bernafaslah dengan tenang dan dalam sampai seluruh tubuh menjadi benar-benar tenang dan santai.
  • Mintalah agar pembimbing spiritual hadir untuk membantu. Permintaan boleh diucapkan dengan suara ataupun di dalam hati saja. Permintaan bantuan dapat berupa sebagai berikut:
 "Pembimbing Spiritual hadirlah untuk membantu saya menjumpai Pribadi Tinggi saya,. Lindungilah dan bantulah saya dalam memanggil Pribadi Tinggi saya."

  • Pribadi Tinggi berada sekitar beberapa belas sentimeter di atas kepala, yang sering juga disebut cakra kedelapan. Bayangkanlah wujud Pribadi Tinggi sebagai sebuah bola cahaya yang amat terang dan menjadi amat nyata di atas kepala. Dengan semakin nyatanya wujud Pribadi Tinggi, getaran dari Pribadi Tinggi yang sedemikian tinggi dan murni pun menjadi semakin nyata dan mulai memasuki seluruh tubuh. Ucapkanlah selamat datang kepada Pribadi Tinggi, dan mintalah Pribadi Tinggi untuk benar-benar menyatu:
"Pribadi Tinggi (Higher Self) menyatulah dengan saya seutuhnya, Dalam persatuan dengan saya, bersihkanlah getaran seluruh lapisan tubuh saya."

  • Saat bola cahaya yang merupakan perwujudan dari Pribadi Tinggi menyentuh cakra mahkota, rasakanlah getaran yang amat tinggi, halus dan dipenuhi oleh kedamaian dan kebahagiaan. Pribadi Tinggi semakin turun memasuki kepala, leher, hingga mencapai jantung. Setibanya di jantung Pribadi Tinggi bersemayam di cakra jantung. Getaran dan kebahagiaan yang berasal dari Pribadi Tinggi  di cakra jantung menyebar memenuhinya. Getaran ini mendorong keluar semua energi negatif dan hambatan yang ada. Kebahagiaan dari Pribadi tinggi mendorong semua tekanan, kesedihan, dan pikiran-pikiran negatif. Seluruh kesadaran dipenuhi oleh ketenangan dan kebahagiaan.
  • Dengan bersemayamnya Pribadi Tinggi di cakra jantung, bertindaklah sebagai Pribadi Tinggi. Sebagai Pribadi Tinggi, setiap tarikan nafas menarik seluruh kekuatan yang baik dan positif dari alam semesta, setiap hembusan nafas membuat seluruh sel tubuh menjadi lebih murni.
  • Saat menyelesaikan latihan, ucapkanlah terimakasih kepada Pribadi Tinggi dan Pembimbing Spiritual;
 "Pribadi Tinggi, terimakasih atas penyatuan dengan saya, terimakasih karena telah membuat saya lebih bersih dan getaran saya lebih tinggi. Tinggalah dalam diri saya selama mungkin."Pembimbing spiritual, terimakasih atas bantuan dan bimbingan dalam penyatuan saya dengan Pribadi Tinggi saya."


 Bersinggasananya Pribadi Tinggi di Cakra jantung


Setelah dapat menjumpai Pribadi Tinggi, langkah berikutnya adalah meminta Pribadi Tinggi untuk  bersemayam di cakra jantung. Cakra jantung adalah tempat sesungguhnya dari Pribadi Tinggi. Dengan beradanya Pribadi Tinggi di cakra jantun, seluruh pikiran dan perbuatan akan berdasarkan Roh, yaitu Cinta Kasih. Apabila Roh dipertahankan untuk tetap berada di cakra jantung secara permanen, Kesadaran Roh akan diperoleh. Roh terhubung langsung dengan Ilahi. Sementara itu, manusia terhubung dengan Ilahi melalui perantaraan Roh yang berada di atas kepala manusia. Spiritualitas seseorang, yaitu hubungannya dengan Roh dapat diketahui dari tali spiritualnya. Apabila hubungan seseorang dengan Rohnya amat baik, tali spiritualnya tebal. 
Sedangkan seseorang yang mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Roh akan mempunyai tali spiritual yang amat tipis. Hubungan antara Roh dan manusia ini juga mencerminkan sebanyak apa pikiran dan perbuatan orang yang bersangkutan berada dalam kesadaran roh.
Dengan bersemayamnya Roh pada cakra jantung secara permanen. Roh menjadi satu dengan manusia. Dengan demikian, hubungan langsung antara Roh dengan Ilahi akan menjadi hubungan langsung antara,Ilahi, Roh dan manusia.


Tekhnik untuk meminta Pribadi Tinggi menetap pada cakra jantung hampir sama dengan tekhnik untuk menjumpai Pribadi Tinggi, yaitu:
  • Duduklah dengan santai seperti pada saat hendak bermeditasi.
  • Berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa,para Guru Spiritual, para Malaikat dan semua pembimbing spiritual agar membantu untuk mengundang Pribadi Tinggi untuk bersemayam di cakra jantung.
  • Sentuhlah cakra jantung dengan jari tangan kiri.
  • Tersenyumlah kepada Pribadi Tinggi, dan mintalah agar Pribadi Tinggi bersemayam di cakra jantung.
  • Rasakanlah getaran yang amat halus dan tenaga yang maha besar dari Pribadi Tinggi yang turun dari cakra mahkota perlahan-lahan, melalui kepala,leher,dada dan bersemayam di cakra jantung.
  • Rasakanlah bahwa cakra jantung menjadi amat terang dan dipenuhi getaran. Pribadi Tinggi sepenuhnya terhubung dengan tenaga Ilahi sehingga seluruh tubuh bagian atas dipenuhi cahaya dan getaran Ilahi. Pribadi Tinggi juga menarik tenaga dari bumi. Cahaya dan getaran memancar ke seluruh tubuh dan membersihkan seluruh cakra dan sel tubuh.
  • Berkatilah seluruh sel tubuh, seluruh nadi dan kundalini, mintalah kundalini untuk membuka gulungan lebih banyak dan membersihkan tubuh tubuh lebih giat.
  • Berkatilah seluruh saudara, teman dan kenalan.
  • Berkatilah semua orang yang pernah membantu perkembangan spiritual dan bahkan semua musuh.
  • Mintalah Pribadi Tinggi untuk menetap di cakra jantung.
  • Berterimakasihlah kepada Tuhan Yang maha Esa, Guru-guru Spiritual, Malaikat-malaikat dan semua penolong spiritual.
  • Bukalah mata dan tersenyumlah.



Minggu, 16 Januari 2022

Mengenal dan Menemukan DIRI SEJATI ( Higher Self )




Kebangkitan Kundalini adalah proses pembersihan dan pemurnian yang akan membuka kesadaran rohani. Ego terhadap duniawi dan materi akan dikelupas selapis demi selapis. kebangkitan awal Kundalini dapat diibaratkan seperti pengelupasan kulit terluar dari sebuah bawang, yaitu kulit keringnya.

Pengelupasan dari lapisan-lapisan berikutnya dibutuhkan agar inti yang selama ini terpendam dapat muncul. Pada inti inilah terdapat Diri Sejati.

Pribadi Tinggi ( Higher Self)

Mengenai Pribadi Tinggi, cukup sulit dibahas karena banyak pemahaman dan pengertian dari berbagai aliran, namun disini dibahas dari sisi universal yang paling mudah diuraikan juga disederhanakan dengan penyebutan yang mudah dipahami, perlu diketahui manusia sebenarnya memiliki beberapa lapis kesadaran, kesadaran pada seorang manusia terdiri dari Tiga Lapis, yaitu:

Kesadaran Biasa                      = Kesadaran Fisik (Consciousness)

Kesadaran Tinggi/Perantara  = Kesadaran Jiwa ( Soul)

Kesadaran Super                     = Kesadaran Roh ( Super Consciousness)

Kesadaran Super adalah kesadaran pada tingkat Pribadi Tinggi (Roh). Inilah kesadaran sejati yang sesungguhnya dari seorang manusia. Karena Pribadi Tinggi mempunyai unsur-unsur Ilahi, maka getaran Pribadi Tinggi itu sangat tinggi. Untuk dapat memasuki tubuh fisik yang getarannya rendah sebagai manusia, dibutuhkan perantara berlapis-lapis. Inilah sebabnya manusia terdiri dari banyak lapisan (Tubuh Fisik, Tubuh Emosi, Tubuh Mental, Tubuh Intuisi, Tubuh Atma, Tubuh Monad dan Tubuh Ilahi)

Kesadaran Biasa adalah kesadaran yang berasal dari tubuh fisik, sehingga ingatan pengetahuan yang dimiliki pada tingkat kesadaran ini terbatas dari kehidupan ini saja. Diantara Kesadaran Super dan Kesadaran Biasa, terdapat sebuah Kesadaran Perantara, yang biasa disebut dengan Kesadaran Jiwa (Kesadaran Tinggi/Perantara). Berbeda dari Kesadaran Biasa, kesadaran Jiwa dan Kesadaran Roh adalah kesadaran yang lebih permanen. Seluruh ingatan dan pengetahuan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya masih dimiliki oleh Kesadaran Jiwa dan Kesadaran Roh. Seseorang yang dapat mencapai salah-satu dari kesadaran Jiwa ataupun Kesadaran Roh, akan dapat memiliki seluruh ingatan dan pengetahuan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.

Roh adalah Abadi, tidak pernah mati. Tujuan dari Roh berada di dunia di dalam tubuh fisik adalah untuk belajar. Dengan adanya tubuh fisik, barulah Roh dapat belajar dari pengalaman-pengalaman yang sebenarnya. Oleh sebab itu, Roh mungkin saja memilih peran-peran yang berbeda dalam kehidupannya di dunia ini. Dengan memiliki pengalaman dari berbagai situasi dan kondisi dalam banyak kali kehidupan, barulah kebutuhan Roh atas pelajaran-pelajaran yang harus dihadapinya dapat dipenuhi. Setelah mencapai pengertian yang amat tinggi (Pencerahan), ataupun pengamalan kebaikan yang luar biasa, Roh dapat kembali lagi ke Sang Pencipta. Konsep ini biasa juga disebut sebagai Reinkarnasi.

Walaupun dalam masa belajar di dunia dengan tubuh fisik, Roh banyak melakukan kesalahan sehingga timbul banyak karma negatif, karma negatif ini tidak melekat pada Roh. Saat seseorang meninggal, Kesadaran Fisik akan lenyap bersamaan dengan meninggalnya tubuh fisik. Roh akan kembali di dimensinya meninggalkan jiwa pada tempat penantian. Seluruh karma negatif ataupun positif tersimpan pada jiwa ini. Ketika Roh akan lahir kembali, Roh akan menggunakan kembali jiwa yang sama dengan yang sebelumnya. Dengan demikian, seluruh karma yang timbul akibat perbuatan-perbuatan dari kehidupan yang sebelumnya akan masuk ke dalam tubuh fisik melalui jiwa.

Pribadi Tinggi (Roh) berada di dunia untuk belajar. Berbagai hal perlu dipelajari sebelum Pribadi Tinggi dapat "lulus" dan kembali kepada Tuhan. Berbagai emosi getaran rendah seperti marah, iri,dendam dan sebagainya adalah beberapa pelajaran dasar yang harus dapat diatasi. Untuk beberapa Roh, kadang-kadang dibutuhkan waktu yang lama dan amat panjang (beberapa kali kelahiran) hanya untuk menguasai satu emosi saja. Pelajaran yang lebih tinggi adalah pelajaran mencintai tanpa pamrih (Unconditional Love) Sedangkan pelajaran terakhir adalah untuk menyatu kembali dengan Tuhan. Tujuan dari pembersihan energi Kundalini adalah untuk mengembalikan Kesadaran Sejati, yaitu Kesadaran Roh. Dengan adanya kesadaran sejati, akan dimengerti bahwa manusia bukan "hanya manusia" Manusia adalah Roh yang dalam perjalanan/pelajaran untuk kembali kepada Tuhan.



Oleh karena setiap perjalanan harus dilewati dengan baik, Roh mungkin akan lahir beberapa kali untuk mengulangi sebuah mata pelajaran yang belum dapat dilewati sebelumnya. Dalam keadaan demikian, Roh bersama para pembimbing mngkin akan memilih kondisi-kondisi yang berbeda, dari jenis kelamin, keadaan fisik, tempat lahir dsb. Karena itu jalan hidup adalah pilihan dan bukan takdir. Sebelum lahir, Roh diberi beberapa pilihan atas peran yang ingin dipilih. Dalam hal ini, memang dapat dikatakan bahwa telah ada semacam perencanaan terhadap jalan hidup. Tetapi manusia sebagai Roh tetap mempunyai kebebasan dalam menentukan arah hidupnya, walaupun garis besar perencanaan sudah dibuat sebelumnya. Perencanaan yang telah dibuat hanyalah mengenai apa yang akan dihadapi. Sementara itu, tindakan yang yang akan dilakukan untuk sebuah peristiwa adalah sepenuhnya kebebasan Roh. Dari tindakan yang dilakukan inilah, penilaian dilakukan terhadap Roh. Tindakan yang dilakukan juga mungkin menyebabkan perubahan-perubahan dari garis kehidupan yang ada, mulai dari jangka waktu hidup, pelajaran berikutnya, dan sebagainya. Dari sini bisa dilihat bahwa setiap hal yang dilakukan amatlah penting. Setiap tindakan akan membuat perubahan-perubahan ke masa depan. Manusia adalah Roh yang mempunyai kebebasan dalam arti yang luas.

Setelah proses pemurnian Kundalini berjalan cukup jauh, beberapa masa kehidupan sebelumnya akan diketahui dengan jelas. Pengetahuan mengenai kehidupan lampau memang dbutuhkan untuk perkembngan spiritual. Beberapa kehidupan dari masa lalu mungkin masih memberikan hutang karma atau hutang pelajaran. Untuk dapat keluar dari lingkaran reinkarnasi, seluruh hutang karma dan pelajaran ini harus dapat diselesaikan dengan baik. Hutang-hutang ini ada yang berasal dari beberapa kehidupan yang baru lalu, dan ada pula yang berasal dari beberapa kehidupan zaman kuno.

Pada tahap awal, kesadaran berada pada kesadaran biasa/kesadaran fisik. Dengan berkembangnya kesadaran, disadari pula adanya Kesadaran Jiwa dan Kesadaran Roh. Untuk mencapai kesadaran sejati, pertama-tama seseorang harus mengenal Pribadi Tingginya dengan baik. Setelah mengenal Pribadi Tingginya, orang tersebut harus berusaha untuk menyatu/integrasi dengan Pribadi Tingginya (mengusahakan agar Pribadi Tinggi bersemayam pada cakra jantung karena disinilah singgasananya yang sebenarnya) dan jika Pribadi Tinggi telah bersemayam di cakra jantung secara permanen, seluruh pikiran dan perbuatan akan berdasarkan Kesadaran Roh yaitu cinta kasih, Roh terhubung langsung dengan Ilahi, sementara itu manusia terhubung langsung dengan Ilahi melalui perantaraan Roh yang berada diatas kepala manusia. Dengan bersemayamnya Roh pada cakra jantung secara permanen. Roh menjadi satu dengan manusia. Dengan demikian, hubungan langsung antara Roh dengan Ilahi menjadi hubungan langsung antara Ilahi,Roh dan manusia.

Sebelum menyatu Pribadi Tinggi bersemayam di cakra kedelapan beberapa belas milimeter diatas kepala

Istilah "Guru Sejati" sering sekali didengar. Guru Sejati sebenarnya adalah tidak lain dari Pribadi Tinggi (Higher Self) seseorang. Oleh sebab itu,menemukan Kesadaran Sejati sama dengan menemukan sang Guru Sejati. Roh sebagai sesuatu kesadaran yang telah hidup ratusan kali mempunyai pengetahuan yang tidak terbatas. Roh juga mengetahui dengan jelas kebutuhan-kebutuhan dan cara untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.

Untuk tekhnik meditasi menjumpai dan menyatu dengan Pribadi Tinggi ( Higher Self) dapat dibaca disini, Terimakasih