Tampilkan postingan dengan label perjalanan spiritual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan spiritual. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2022

Masa Kegelapan Jiwa ; Fase Penting Perjalanan Spiritual

 


Ini terjadi sebelum kebangkitan spiritual.  Biasanya, seseorang mengalami kehilangan segalanya, atau kehilangan hampir semua yang melekat pada jiwanya.  Contohnya sesuatu yang penting bagi Anda yang dapat tergantikan atau yang  tidak dapat diganti.
Ini termasuk keluarga, orang2 yang anda cintai, tempat tinggal, pernikahan, kendaraan, pekerjaan, dll.
Kehilangan salah satu dari ini dapat menyebabkan depresi berat,
tetapi kehilangan segalanya atau hampir semuanya dalam satu waktu..
Inilah malam gelap jiwa.  Merasakan Sendirian berjalan dalam kegelapan akan menjadi pengalaman terburuk dalam hidup Anda. 


Bisa saja...tidak setiap jiwa perlu mengalami ini untuk mengalami  kebangkitan spiritual.  Namun, biasanya beberapa dari kita agak lebih keras kepala daripada yang lain walaupun sudah dibangunkan dengan cara yang lembut namun kembali tidur lagi
Terkadang  malah berusaha mengabaikan atau menganggapnya tidak ada (padahal dirasakannya), penyebabnya bisa berbagai hal, baik itu karena  “tuntutan” lingkungan yang tidak memungkinkannya memiliki kesempatan untuk mengevaluasi diri atau kontemplasi mendalam memahami kebutuhan dari jiwa. Atau pun karena saking kuatnya tarikan  yang diberikan oleh lingkungannya, sehingga keasyikan, dan panggilan bangunnya pun terabaikan karena cenderung lebih tertarik pada dunia material ( wujud) yang diterima karena lebih menyenangkan atau memuaskan naluri indrawinya untuk eksistensi citra diri ( yang sebenarnya palsu)

daripada menyelam ke dalam dan mengasah batin ,  mengenali dirinya yang sejati atau asli.

maka pada suatu titik, kebingungan eksistensial ini akan berubah menjadi kehampaan eksistensial dan terus menerus berputar di tempat yang sama. 

Hal hal seperti inilah yang menyebabkan sebagian dari kita tidak hanya membutuhkan dorongan, tetapi bahkan dijatuhkan dari tebing tertinggi ke jurang terdalam. 

Dilansir dari LonerWolf.com

The Dark Night of the Soul atau bisa di artikan masa kegelapan jiwa, adalah suatu periode dalam hidup ketika kita merasa benar-benar terputus dari Tuhan atau Ilahi, semakin Anda sadar akan putusnya hubungan ini, semakin besar kemungkinan Anda mengalami The Dark Night of the Soul.

Melalui periode The Dark Night of the Soul sangat terkait erat dengan proses kebangkitan spiritual, sebelum melihat dan menemukan cahaya (yaitu kebangkitan spiritual) kita harus “berjalan melalui lembah hitam bayang-bayang dari kematian”, untuk mempersiapkan hati dan pikiran kita dalam rangka peningkatan kesadaran.

Coba kita analogikan seperti berpakaian, untuk mengenakan pakaian yang baru maka Anda harus melepaskan terlebih dahulu pakaian yang lama, singkatnya, itulah yang dimaksud dengan The Dark Night of the Soul, semua yang lama harus dilucuti terlebih dahulu guna memberi jalan pada yang baru.

Ini berarti bahwa semua penderitaan yang Anda alami selama periode The Dark Night of the Soul adalah semata-mata untuk suatu tujuan, yaitu, penghancuran sistem  yang lama (meliputi kepercayaan, identitas, kebiasaan lama) untuk membuka jalan bagi jalan-jalan kehidupan yang baru dan segar.

Hidup merupakan sebuah siklus kelahiran dan kematian, karena itu, melewati malam gelap bukanlah sebuah pengalaman yang indah, intinya ini adalah sebuah pengalaman yang tersulit yang di ketahui oleh kita sebagai umat manusia.

Semuanya akan dilucuti dari Anda, tidak ada cahaya, tidak ada kejelasan dan tidak ada kedamaian, tetapi ketahuilah seperti segala sesuatu dalam hidup, secara alami akan memudar.


Beberapa tanda Anda mungkin sedang mengalami The Dark Night of the Soul (bersamaan dengan kebangkitan spiritual) :

• Anda merasa terisolasi dari segalanya (orang lain, diri Anda sendiri, kehidupan).

• Anda merasa ditinggalkan oleh Tuhan / Ketuhanan.

• Suasana hati Anda hampir selalu rendah dan melankolis.

• Anda merasa tersesat dan tidak tahu arah mana yang benar.

• Anda merasa putus asa dan merasa ngeri saat mengamati dunia.

• Anda merasakan ketakutan yang bersifat eksistensi.

• Anda merasakan kelelahan yang dalam hingga terasa sampai ke tulang Anda.

• Anda kehilangan motivasi untuk terus melakukan apa yang biasa Anda lakukan.

• Anda kehilangan minat pada banyak hal yang dulunya begitu menarik minat anda.

• Anda terus merenungkan pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang kehidupan.

• Anda merasa tidak cocok atau seharusnya tidak berada di planet ini.

Daftar ini belum tentu mencakup semua tanda-tanda yang mungkin terjadi ketika berada di periode The Dark Night of the Soul,

 Anda mungkin mengalami tanda-tanda yang tidak disertakan diatas.
 

Ada beberapa cara untuk mempercepat proses The Dark Night of the Soul 

1.melakukan latihan-latihan yang berhubungan dengan bathin seperti meditasi dll

2. mengasah dan melatih bathin juga sangat penting

Teman2 dapat menyimak video saya sebelumnya tentang 5 Cara membersihkan Cakra2 dan energi tubuh dan 3 Cara Praktis Penyembuhan Luka batin, ini akan sangat membantu proses penyembuhan dan melalui malam kegelapan Jiwa. Nanti Link video nya saya taruh di kolom deskripsi ya teman2

ini seperti perbedaan antara membiarkan pakaian lama Anda lepas begitu saja (proses yang lama dan melelahkan) atau secara aktif menarik pakaian lama Anda dan membuangnya sendiri.

Di setiap rasa sakit ada cahaya terang yang menunggu disana ketika kita sudah berhasil melewati badainya.
Berlian pun harus melewati proses panjang dan rumit hingga berkilau indah juga bernilai tinggi? Manusia pun sama memiliki berlian didalam dirinya..ditempa dengan tantangan hidup, kesakitan, kesedihan hingga akhirnya batinnya berkilau ketika berhasil melewati setiap ujiannya,
Terkadang obat memang pahit tapi itu menyembuhkan dan tetap harus kita minum atau terima rasa pahitnya sebagai proses kita berkembang versi terbaik kita.

Saya yakin setiap ada suatu keadaan tertentu yang diambil dari hidup kita artinya Semesta memberikan ruang untuk keadaan atau pengalaman baru yang hadir dalam kehidupan kita.seiring peningkatan dimensi kesadaran spiritual kita maka dunia kita pun berubah dan terjadilah lompatan kuantum.
 Jika saat ini Anda sedang melalui fase tergelap dalam hidup Anda, jangan menyerah.  Mungkin terasa seperti selamanya, tetapi matahari akan terbit.  Anda berada di sini karena suatu alasan dan Anda mengalami rasa sakit ini karena sumber penciptaan memiliki sesuatu yang khusus direncanakan untuk Anda.  Saya berharap Anda. beruntung dalam perjalanan ini.

Selanjutnya tugas kita adalah fokus pada hal-hal yang ingin kita capai dalam hidup.
Ingat… energi tidak mengenal kebahagiaan atau kesedihan, baik atau buruk.
Alam Semesta layaknya sebuah provider, apa yang kita fokuskan itulah energi yang kita tarik.
Jadi… mulailah memikirkan, merasakan dengan penuh kesadaran hal-hal yang membuat kita bahagia dan merasa lebih bersemangat menjalani kehidupan ini
Dan terimalah dengan penuh syukur dan bahagia semua Berkah yang Alam Semesta hadirkan dalam kehidupan kita


Jumat, 11 Maret 2022

Perjalanan Mendaki Transformasi Kesadaran Spiritual



Kata Spiritual memang dipergunakan agak rancu di Indonesia. Padahal arti dari Spiritual adalah Diri Sejati. Jadi perjalanan spiritual adalah  pelajaran-pelajaran untuk membantu seseorang lebih mengenali diri sejatinya. Sebagaimana kita ketahui, dengan lebih mengenal diri sejati kita-lah kita dapat mengenali Sang Pencipta lebih baik untuk dapat mendekatkan diri kita lebih baik lagi kepadaNya dan selaras dalam harmoni dengan semua energi elemen Alam Semesta. Itulah sebenarnya inti arti dari perjalanan spiritual yang sebenarnya, yaitu untuk dapat lebih mengenali diri sejati untuk dapat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta

Walaupun semakin kita mengenali diri sejati kita yang adalah sesuatu non fisik, maka kita akan lebih tahu banyak mengenai hal-hal non fisik, bukanlah tujuan dari perjalanan spiritual yang sebenarnya untuk mencari-cari kemampuan atau kekuatan khusus ( jangan terjebak disini, teruslah melanjutkan perjalanan...ini adalah jebakan ego) Kemampuan/kekuatan/kesaktian seringnya menimbulkan kesombongan seseorang dan semakin menjauhkan seseorang dari Sang Pencipta tanpa disadarinya.

Dalam perjalanan untuk lebih mengenal diri sejati maupun untuk lebih mendekatkan diri pada kepada Tuhan, banyak dari kita mungkin bingung, yang manakah yang benar? Kita tahu ada begitu banyak pendapat mengenail berbagai hal-hal non fisik. Banyak kelompok mengaku bahwa apa yang diketahui dan dipercaya mereka adalah yang terbaik. padahal sebagian dari pengetahuan tersebut sangat bertentangan. Lalu bagaimanakah caranya kita dapat memilih yang terbaik?

Sahabatku yang aku hormati dan kasihi, ingatlah akan satu hal; "Dengarkanlah hati nurani kita, ikutilah hati nuranimu.". Bukankah kita semua pernah mendengar istilah ini? Kita semua tahu bahwa hati nurani selalu mengetahui kebenaran sejati yang sesuai menurut kehendak Sang Pencipta. Jadi, cobalah untuk mendengarkan dan mengikuti hati nurani kita. Dalam jaman khusus kebangkitan spiritual ini, kita dapat mempergunakan hati nurani kita dengan tidak sulit. Dengan demikian kita akan dapat mengenali kebenaran sejati dan kehendak Sang Pencipta atas diri kita tanpa keragu-raguan lagi

Banyak pihak di dunia ini menganggap bahwa diri sejati adalah guru sejati. Disaat seseorang sadar penuh sebagai diri sejatinya, yang bersangkutan dikatakan SELF REALIZED atau sadar penuh akan dirinya. Sebenarnya ini tidaklah selalu benar, ingatlah bahwa sebelum memiliki tubuh fisik ini, kita semua sudah mempunyai diri sejati. Jadi, saat sadar, seseorang barulah kembali ke titik semula lagi (ZERO POINT) Memang sadar sebagai diri sejati saat masih hidup sebagai seorang manusia memberikan kita kesempatan yang sangat besar untuk dapat semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, tetapi tentunya apabila dilakukan dengan benar. Banyak orang yang menganggap dirinya sadar sebagai diri sejati juga sebenarnya hanyalah berkomunikasi dengan diri sejatinya. Berkomunikasi bukanlah sadar penuh. Sadar penuh sebagai diri sejati adalah ibarat kita sadar dan ingat penuh akan seluruh diri kita. Terkadang, orang-orang yang berkomunikasi dengan diri sejatinya juga dapat disesatkan oleh makhluk-makhluk non fisik lainnya yang menyamar sebagai diri sejati mereka.

Guru Sejati yang sebenarnya dari setiap manusia,bahkan seluruh makhluk adalah Hati Nurani. Hati Nuranilah inti dari Diri Sejati yang merupakan dzat (percikan) dari Sang Pencipta, yang selalu mengetahui kebenaran sejati, kehendak Sang Pencipta dan selalu mengarahkan kita kepada Sang Pencipta. Jadi, bukan diri sejatilah yang harus didengar ataupun diikuti, melainkan Hati Nurani. Memang kita juga mempunyai apa yang disebut pembimbing spiritual. Tetapi kita juga harus ingat bahwa pembimbing spiritual walaupun tingkatannya lebih tinggi dari kita, mereka juga tetap masih belajar dan mungkin salah. Tugas utama dari pembimbing spiritual kita adalah untuk mengingatkan dan mengarahkan kita untuk memakai Hati Nurani. Jadi, janganlah terlalu mengarahkan diri untuk berkomunikasi atau mendapat petunjuk dari pembimbing spiritual, melainkan kekuatan dari dalam dan kejernihan batin kita yakni Hati Nurani. 

Banyak orang disekitar kita terlalu mengandalkan pewaskitaan mereka ataupun orang lain. Memang pewaskitaan adalah anugerah Sang Pencipta. Tetapi, perlu kita ingat, seorang pewaskita bukanlah berarti mengetahui kebenaran sejati. Coba kita bertanya pada diri kita, apakah makhluk yang berada di alam non fisik berarti tahu segalanya dan lebih dekat kepada Tuhan? Belum tentu bukan? Keberadaan bukanlah sekedar alam fisik dan alam non fisik. Ada ratusan alam non fisik. makhluk non fisik dari suatu alam mungkin bisa tahu banyak mengenai alamnya, tetapi tidak mengenal alam-alam yang lain. Analoginya, apabila kita bukan seorang ahli ikan dan pergi ke sea world dimana terdapat banyak jenis ikan, tentu kita dapat melihat ikan-ikannya bukan? Tetapi, apakah dengan melihat ikan-ikan tersebut kita lantas tahu nama, jenis, asal dan hal-hal lainnya yang terkait dengan ikan yang kita lihat? Tidak. Melihat bukan berarti mengetahui. Jadi, sekiranya pun seseorang dapat melihat hal-hal non fisik, bukanlah berarti yang bersangkutan tahu apa yang dilihatnya. Itulah sebabnya dalam kitab suci pun juga diingatkan berhati-hatilah apabila anda melihat makhluk yang terang benderang sekalipun karena mungkin saja itu adalah makhluk yang menyesatkan, terlebih lagi jika ego kita masih tinggi, bisa saja yang terlihat itu adalah proyeksi dari jebakan ego kita sendiri. Hanya Hati Nuranilah yang mengetahui kebenaran sejati. Andalkan Hati Nurani kita.

Hampir semua praktisi Kundalini dunia berpendapat bahwa disaat inti Kundalini seseorang mencapai cakra mahkotanya, maka tujuan akhir dan sebenarnya dari hidup seseorang tercapai, yang bersangkutan mencapai penerangan/pencerahan sempurna yang biasa disebut dengan yoga. Tetapi, dari hati nurani kami menyadari bahwa hal itu tidaklah benar. Kundalini memang penting sebagaimana diketahui oleh para praktisinya. Tetapi, sampainya inti Kundalini di cakra mahkota barulah berarti awal perjalanan spiritual yang sebenarnya. Memang inti Kundalini sangat penting untuk dapat membantu menghubungkan seseorang dengan alam semesta dengan bantuan berkat Sang Pencipta, tetapi inti Kundalini harus naik jauh lebih tinggi lagi sebelum tujuan akhir dapat dicapai. Walaupun inti Kundalini harus naik lebih jauh lebih tinggi lagi, bagi anda yang tertarik dengan Kundalini ataupun perjalanan spiritual janganlah khawatir. Saat ini adalah jaman Kebangkitan Spiritual, yang mana adalah jaman bonus khusus spiritual. Apabila kita sungguh-sungguh tekun dalam berlatih dengan benar, akan mencapai semuanya dalam jangka waktu bebrapa tahun saja. Yang terpenting adalah melakukan dengan benar, andalkan hati nurani. Karena hati nurani selalu mengetahu kebenaran sejati. Janganlah mengejar sesuatu tanpa pasti akan arahnya, walaupun kita mungkin merasa yakin. Mengapa tidak berhenti sejenak dulu untuk memastikan kita mengambil arah yang benar sambil mengambil ancang-ancang untuk dapat mecapai tujuan kita lebih cepat lagi.

Dengan Hati Nurani, semuanya jelas dan dengan melatih hati nurani kita, maka hati dan hati nurani kita akan semakin terbuka beresonansi selaras dengan getaran tinggi Alam Semesta (Sang Pencipta) Kita akan merasa semakin tenang, damai, ringan dan bahagia sehari-harinya, Disaat berdoa, kita akan lebih khusuk dan dapat menikmati keindahan Kasih Sang Pencipta lebih baik lagi, hal ini bisa kita lihat dan rasakan dengan situasi dan keadaan sekitar kita ketika kita selaras dengan getaran tinggiNya maka energi Alam Semesta bekerja otomatis mendukung semua laku lampah kita dalam perjalanan kehidupan di bumi sebagai manusia maupun transformasi spiritualitas kita, semuanya seperti ditata dengan baik untuk kebaikan tertinggi kita oleh Alam Semesta mengalir demikian indah tepat pada waktunya.




Kebangkitan Kundalini erat kaitannya dengan Kebangkitan Spiritual, walaupun banyak pihak mengaku merasa mampu membangkitkan Kundalini, sebenarnya membangkitkan Kundalini bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan siapa saja, yang terjadi sebenarnya keadaan Kundalini mereka malahan lebih jelek daripada orang-orang yang tidak berlatih Kundalini. Hal ini disebabkan karena mereka melanggar aturan spiritual yang berlaku. Orang-orang yang dibangkitkan Kundalininya oleh pihak-pihak seperti ini pun Kundalininya menjadi jauh lebih jelek dari sebelumnya. Lalu mengapa mereka tidak mengetahuinya? Karena latihan-latihan yang dilakukan, walaupun tidak benar secara spiritual, menggerakkan energi sehingga menimbulkan berbagai sensasi. Sensasi-sensasi inilah yang menyenangkan praktisinya sehingga tetap berlatih dan merasa semakin maju terus, tanpa disadari mereka masuk dalam jebakan ego supranatural  atau bahkan masih berkutat pada hal-hal fenomena supranatural dengan mengatasnamakan istilah spiritual. 

Seseorang dalam kondisi state meditatif pasti akan menjumpai fenomena-fenomena metafisika (supranatural) tetapi ingat, jangan berhenti dan keasyikan disini, ini hanyalah bonus yang sangat basic ketika cakra-cakra tubuh kita terbuka dan dapat menangkap energi halus, cukup memahami sebagaimana adanya dan teruslah melanjutkan pendakian ini menuju Kesadaran yang lebih tinggi. Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong.


Salam Rahayu

-I Honour the Light Within You-


Kamis, 03 Februari 2022

Cara Meditasi Untuk Menjumpai dan Menyatu dengan Diri Sejati (Higher Self Meditation)


Di postingan sebelumnya kita telah mengetahui dan mengenal lebih dekat siapa Sang Diri Sejati, Guru Sejati, Higher Self atau Pribadi Tinggi kita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kesadaran Roh tertinggi kita yang terhubung langsung dengan Kesadaran Semesta (Ilahi).
Lantas bagaimanakah kita dapat terhubung dan menyatukan Kesadaran kita dengan Pribadi Tinggi agar setiap pikiran, ucapan dan perbuatan kita adalah cerminan dari Kesadaran Roh yaitu Cinta kasih.

 Menjumpai Pribadi Tinggi ( Higher Self)


Untuk dapat menjumpai Pribadi Tinggi, berikut adalah salah satu contoh meditasi yang dapat dipergunakan:


  • Sambil berbaring atau duduk ( tulang punggung harus lurus) tutuplah mata dan berusalah untuk tenang dan santai. Bernafaslah dengan tenang dan dalam sampai seluruh tubuh menjadi benar-benar tenang dan santai.
  • Mintalah agar pembimbing spiritual hadir untuk membantu. Permintaan boleh diucapkan dengan suara ataupun di dalam hati saja. Permintaan bantuan dapat berupa sebagai berikut:
 "Pembimbing Spiritual hadirlah untuk membantu saya menjumpai Pribadi Tinggi saya,. Lindungilah dan bantulah saya dalam memanggil Pribadi Tinggi saya."

  • Pribadi Tinggi berada sekitar beberapa belas sentimeter di atas kepala, yang sering juga disebut cakra kedelapan. Bayangkanlah wujud Pribadi Tinggi sebagai sebuah bola cahaya yang amat terang dan menjadi amat nyata di atas kepala. Dengan semakin nyatanya wujud Pribadi Tinggi, getaran dari Pribadi Tinggi yang sedemikian tinggi dan murni pun menjadi semakin nyata dan mulai memasuki seluruh tubuh. Ucapkanlah selamat datang kepada Pribadi Tinggi, dan mintalah Pribadi Tinggi untuk benar-benar menyatu:
"Pribadi Tinggi (Higher Self) menyatulah dengan saya seutuhnya, Dalam persatuan dengan saya, bersihkanlah getaran seluruh lapisan tubuh saya."

  • Saat bola cahaya yang merupakan perwujudan dari Pribadi Tinggi menyentuh cakra mahkota, rasakanlah getaran yang amat tinggi, halus dan dipenuhi oleh kedamaian dan kebahagiaan. Pribadi Tinggi semakin turun memasuki kepala, leher, hingga mencapai jantung. Setibanya di jantung Pribadi Tinggi bersemayam di cakra jantung. Getaran dan kebahagiaan yang berasal dari Pribadi Tinggi  di cakra jantung menyebar memenuhinya. Getaran ini mendorong keluar semua energi negatif dan hambatan yang ada. Kebahagiaan dari Pribadi tinggi mendorong semua tekanan, kesedihan, dan pikiran-pikiran negatif. Seluruh kesadaran dipenuhi oleh ketenangan dan kebahagiaan.
  • Dengan bersemayamnya Pribadi Tinggi di cakra jantung, bertindaklah sebagai Pribadi Tinggi. Sebagai Pribadi Tinggi, setiap tarikan nafas menarik seluruh kekuatan yang baik dan positif dari alam semesta, setiap hembusan nafas membuat seluruh sel tubuh menjadi lebih murni.
  • Saat menyelesaikan latihan, ucapkanlah terimakasih kepada Pribadi Tinggi dan Pembimbing Spiritual;
 "Pribadi Tinggi, terimakasih atas penyatuan dengan saya, terimakasih karena telah membuat saya lebih bersih dan getaran saya lebih tinggi. Tinggalah dalam diri saya selama mungkin."Pembimbing spiritual, terimakasih atas bantuan dan bimbingan dalam penyatuan saya dengan Pribadi Tinggi saya."


 Bersinggasananya Pribadi Tinggi di Cakra jantung


Setelah dapat menjumpai Pribadi Tinggi, langkah berikutnya adalah meminta Pribadi Tinggi untuk  bersemayam di cakra jantung. Cakra jantung adalah tempat sesungguhnya dari Pribadi Tinggi. Dengan beradanya Pribadi Tinggi di cakra jantun, seluruh pikiran dan perbuatan akan berdasarkan Roh, yaitu Cinta Kasih. Apabila Roh dipertahankan untuk tetap berada di cakra jantung secara permanen, Kesadaran Roh akan diperoleh. Roh terhubung langsung dengan Ilahi. Sementara itu, manusia terhubung dengan Ilahi melalui perantaraan Roh yang berada di atas kepala manusia. Spiritualitas seseorang, yaitu hubungannya dengan Roh dapat diketahui dari tali spiritualnya. Apabila hubungan seseorang dengan Rohnya amat baik, tali spiritualnya tebal. 
Sedangkan seseorang yang mempunyai hubungan yang kurang baik dengan Roh akan mempunyai tali spiritual yang amat tipis. Hubungan antara Roh dan manusia ini juga mencerminkan sebanyak apa pikiran dan perbuatan orang yang bersangkutan berada dalam kesadaran roh.
Dengan bersemayamnya Roh pada cakra jantung secara permanen. Roh menjadi satu dengan manusia. Dengan demikian, hubungan langsung antara Roh dengan Ilahi akan menjadi hubungan langsung antara,Ilahi, Roh dan manusia.


Tekhnik untuk meminta Pribadi Tinggi menetap pada cakra jantung hampir sama dengan tekhnik untuk menjumpai Pribadi Tinggi, yaitu:
  • Duduklah dengan santai seperti pada saat hendak bermeditasi.
  • Berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Esa,para Guru Spiritual, para Malaikat dan semua pembimbing spiritual agar membantu untuk mengundang Pribadi Tinggi untuk bersemayam di cakra jantung.
  • Sentuhlah cakra jantung dengan jari tangan kiri.
  • Tersenyumlah kepada Pribadi Tinggi, dan mintalah agar Pribadi Tinggi bersemayam di cakra jantung.
  • Rasakanlah getaran yang amat halus dan tenaga yang maha besar dari Pribadi Tinggi yang turun dari cakra mahkota perlahan-lahan, melalui kepala,leher,dada dan bersemayam di cakra jantung.
  • Rasakanlah bahwa cakra jantung menjadi amat terang dan dipenuhi getaran. Pribadi Tinggi sepenuhnya terhubung dengan tenaga Ilahi sehingga seluruh tubuh bagian atas dipenuhi cahaya dan getaran Ilahi. Pribadi Tinggi juga menarik tenaga dari bumi. Cahaya dan getaran memancar ke seluruh tubuh dan membersihkan seluruh cakra dan sel tubuh.
  • Berkatilah seluruh sel tubuh, seluruh nadi dan kundalini, mintalah kundalini untuk membuka gulungan lebih banyak dan membersihkan tubuh tubuh lebih giat.
  • Berkatilah seluruh saudara, teman dan kenalan.
  • Berkatilah semua orang yang pernah membantu perkembangan spiritual dan bahkan semua musuh.
  • Mintalah Pribadi Tinggi untuk menetap di cakra jantung.
  • Berterimakasihlah kepada Tuhan Yang maha Esa, Guru-guru Spiritual, Malaikat-malaikat dan semua penolong spiritual.
  • Bukalah mata dan tersenyumlah.



Minggu, 16 Januari 2022

Mengenal dan Menemukan DIRI SEJATI ( Higher Self )




Kebangkitan Kundalini adalah proses pembersihan dan pemurnian yang akan membuka kesadaran rohani. Ego terhadap duniawi dan materi akan dikelupas selapis demi selapis. kebangkitan awal Kundalini dapat diibaratkan seperti pengelupasan kulit terluar dari sebuah bawang, yaitu kulit keringnya.

Pengelupasan dari lapisan-lapisan berikutnya dibutuhkan agar inti yang selama ini terpendam dapat muncul. Pada inti inilah terdapat Diri Sejati.

Pribadi Tinggi ( Higher Self)

Mengenai Pribadi Tinggi, cukup sulit dibahas karena banyak pemahaman dan pengertian dari berbagai aliran, namun disini dibahas dari sisi universal yang paling mudah diuraikan juga disederhanakan dengan penyebutan yang mudah dipahami, perlu diketahui manusia sebenarnya memiliki beberapa lapis kesadaran, kesadaran pada seorang manusia terdiri dari Tiga Lapis, yaitu:

Kesadaran Biasa                      = Kesadaran Fisik (Consciousness)

Kesadaran Tinggi/Perantara  = Kesadaran Jiwa ( Soul)

Kesadaran Super                     = Kesadaran Roh ( Super Consciousness)

Kesadaran Super adalah kesadaran pada tingkat Pribadi Tinggi (Roh). Inilah kesadaran sejati yang sesungguhnya dari seorang manusia. Karena Pribadi Tinggi mempunyai unsur-unsur Ilahi, maka getaran Pribadi Tinggi itu sangat tinggi. Untuk dapat memasuki tubuh fisik yang getarannya rendah sebagai manusia, dibutuhkan perantara berlapis-lapis. Inilah sebabnya manusia terdiri dari banyak lapisan (Tubuh Fisik, Tubuh Emosi, Tubuh Mental, Tubuh Intuisi, Tubuh Atma, Tubuh Monad dan Tubuh Ilahi)

Kesadaran Biasa adalah kesadaran yang berasal dari tubuh fisik, sehingga ingatan pengetahuan yang dimiliki pada tingkat kesadaran ini terbatas dari kehidupan ini saja. Diantara Kesadaran Super dan Kesadaran Biasa, terdapat sebuah Kesadaran Perantara, yang biasa disebut dengan Kesadaran Jiwa (Kesadaran Tinggi/Perantara). Berbeda dari Kesadaran Biasa, kesadaran Jiwa dan Kesadaran Roh adalah kesadaran yang lebih permanen. Seluruh ingatan dan pengetahuan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya masih dimiliki oleh Kesadaran Jiwa dan Kesadaran Roh. Seseorang yang dapat mencapai salah-satu dari kesadaran Jiwa ataupun Kesadaran Roh, akan dapat memiliki seluruh ingatan dan pengetahuan dari kehidupan-kehidupan sebelumnya.

Roh adalah Abadi, tidak pernah mati. Tujuan dari Roh berada di dunia di dalam tubuh fisik adalah untuk belajar. Dengan adanya tubuh fisik, barulah Roh dapat belajar dari pengalaman-pengalaman yang sebenarnya. Oleh sebab itu, Roh mungkin saja memilih peran-peran yang berbeda dalam kehidupannya di dunia ini. Dengan memiliki pengalaman dari berbagai situasi dan kondisi dalam banyak kali kehidupan, barulah kebutuhan Roh atas pelajaran-pelajaran yang harus dihadapinya dapat dipenuhi. Setelah mencapai pengertian yang amat tinggi (Pencerahan), ataupun pengamalan kebaikan yang luar biasa, Roh dapat kembali lagi ke Sang Pencipta. Konsep ini biasa juga disebut sebagai Reinkarnasi.

Walaupun dalam masa belajar di dunia dengan tubuh fisik, Roh banyak melakukan kesalahan sehingga timbul banyak karma negatif, karma negatif ini tidak melekat pada Roh. Saat seseorang meninggal, Kesadaran Fisik akan lenyap bersamaan dengan meninggalnya tubuh fisik. Roh akan kembali di dimensinya meninggalkan jiwa pada tempat penantian. Seluruh karma negatif ataupun positif tersimpan pada jiwa ini. Ketika Roh akan lahir kembali, Roh akan menggunakan kembali jiwa yang sama dengan yang sebelumnya. Dengan demikian, seluruh karma yang timbul akibat perbuatan-perbuatan dari kehidupan yang sebelumnya akan masuk ke dalam tubuh fisik melalui jiwa.

Pribadi Tinggi (Roh) berada di dunia untuk belajar. Berbagai hal perlu dipelajari sebelum Pribadi Tinggi dapat "lulus" dan kembali kepada Tuhan. Berbagai emosi getaran rendah seperti marah, iri,dendam dan sebagainya adalah beberapa pelajaran dasar yang harus dapat diatasi. Untuk beberapa Roh, kadang-kadang dibutuhkan waktu yang lama dan amat panjang (beberapa kali kelahiran) hanya untuk menguasai satu emosi saja. Pelajaran yang lebih tinggi adalah pelajaran mencintai tanpa pamrih (Unconditional Love) Sedangkan pelajaran terakhir adalah untuk menyatu kembali dengan Tuhan. Tujuan dari pembersihan energi Kundalini adalah untuk mengembalikan Kesadaran Sejati, yaitu Kesadaran Roh. Dengan adanya kesadaran sejati, akan dimengerti bahwa manusia bukan "hanya manusia" Manusia adalah Roh yang dalam perjalanan/pelajaran untuk kembali kepada Tuhan.



Oleh karena setiap perjalanan harus dilewati dengan baik, Roh mungkin akan lahir beberapa kali untuk mengulangi sebuah mata pelajaran yang belum dapat dilewati sebelumnya. Dalam keadaan demikian, Roh bersama para pembimbing mngkin akan memilih kondisi-kondisi yang berbeda, dari jenis kelamin, keadaan fisik, tempat lahir dsb. Karena itu jalan hidup adalah pilihan dan bukan takdir. Sebelum lahir, Roh diberi beberapa pilihan atas peran yang ingin dipilih. Dalam hal ini, memang dapat dikatakan bahwa telah ada semacam perencanaan terhadap jalan hidup. Tetapi manusia sebagai Roh tetap mempunyai kebebasan dalam menentukan arah hidupnya, walaupun garis besar perencanaan sudah dibuat sebelumnya. Perencanaan yang telah dibuat hanyalah mengenai apa yang akan dihadapi. Sementara itu, tindakan yang yang akan dilakukan untuk sebuah peristiwa adalah sepenuhnya kebebasan Roh. Dari tindakan yang dilakukan inilah, penilaian dilakukan terhadap Roh. Tindakan yang dilakukan juga mungkin menyebabkan perubahan-perubahan dari garis kehidupan yang ada, mulai dari jangka waktu hidup, pelajaran berikutnya, dan sebagainya. Dari sini bisa dilihat bahwa setiap hal yang dilakukan amatlah penting. Setiap tindakan akan membuat perubahan-perubahan ke masa depan. Manusia adalah Roh yang mempunyai kebebasan dalam arti yang luas.

Setelah proses pemurnian Kundalini berjalan cukup jauh, beberapa masa kehidupan sebelumnya akan diketahui dengan jelas. Pengetahuan mengenai kehidupan lampau memang dbutuhkan untuk perkembngan spiritual. Beberapa kehidupan dari masa lalu mungkin masih memberikan hutang karma atau hutang pelajaran. Untuk dapat keluar dari lingkaran reinkarnasi, seluruh hutang karma dan pelajaran ini harus dapat diselesaikan dengan baik. Hutang-hutang ini ada yang berasal dari beberapa kehidupan yang baru lalu, dan ada pula yang berasal dari beberapa kehidupan zaman kuno.

Pada tahap awal, kesadaran berada pada kesadaran biasa/kesadaran fisik. Dengan berkembangnya kesadaran, disadari pula adanya Kesadaran Jiwa dan Kesadaran Roh. Untuk mencapai kesadaran sejati, pertama-tama seseorang harus mengenal Pribadi Tingginya dengan baik. Setelah mengenal Pribadi Tingginya, orang tersebut harus berusaha untuk menyatu/integrasi dengan Pribadi Tingginya (mengusahakan agar Pribadi Tinggi bersemayam pada cakra jantung karena disinilah singgasananya yang sebenarnya) dan jika Pribadi Tinggi telah bersemayam di cakra jantung secara permanen, seluruh pikiran dan perbuatan akan berdasarkan Kesadaran Roh yaitu cinta kasih, Roh terhubung langsung dengan Ilahi, sementara itu manusia terhubung langsung dengan Ilahi melalui perantaraan Roh yang berada diatas kepala manusia. Dengan bersemayamnya Roh pada cakra jantung secara permanen. Roh menjadi satu dengan manusia. Dengan demikian, hubungan langsung antara Roh dengan Ilahi menjadi hubungan langsung antara Ilahi,Roh dan manusia.

Sebelum menyatu Pribadi Tinggi bersemayam di cakra kedelapan beberapa belas milimeter diatas kepala

Istilah "Guru Sejati" sering sekali didengar. Guru Sejati sebenarnya adalah tidak lain dari Pribadi Tinggi (Higher Self) seseorang. Oleh sebab itu,menemukan Kesadaran Sejati sama dengan menemukan sang Guru Sejati. Roh sebagai sesuatu kesadaran yang telah hidup ratusan kali mempunyai pengetahuan yang tidak terbatas. Roh juga mengetahui dengan jelas kebutuhan-kebutuhan dan cara untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.

Untuk tekhnik meditasi menjumpai dan menyatu dengan Pribadi Tinggi ( Higher Self) dapat dibaca disini, Terimakasih