Tampilkan postingan dengan label Meditasi dan Tekhnik Penyembuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditasi dan Tekhnik Penyembuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juli 2022

3 Tips dan Trik Mudah Penyembuhan Luka Batin dan Membuka Penyumbatan Energi Tubuh


Bagaimana Cara Membuka Penyumbatan atau Block Energi Tubuh dan Emosional?


Salam Rahayu Jiwa-jiwa yang indah...
Di tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang: Bagaimana cara membersihkan dan membuka penyumbatan/block dari energi tubuh, semoga dapat memberi manfaat jika anda memiliki pola emosional ataupun perilaku yang menyabotase diri sendiri yang terus menerus muncul atau menjadi pola berulang yang terus muncul dalam kehidupan anda.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, saya pikir akan lebih membantu jika kita mengerti dulu sifat tentang penyumbatan energi ini.
Jadi ijinkan saya untuk memberi gambaran sedikit tentang apa itu energi? Diri kita dan Alam Semesta ini adalah Energi, semua yang terdapat di Alam Semesta ini adalah Energi. Jadi agar semua di Semesta ini dapat berjalan dengan baik sesuai fungsinya maka energi ini harus terus menerus mengalir.
Tetapi, terkadang ada hal-hal yang mengakibatkan aliran sirkulasi energi ini menjadi tidak lancar dan seimbang.

Semua jenis luka batin( luka emosional) menyebabkan sakitnya perasaan, membuat kita merasa tidak aman, maupun jenis-jenis trauma lainnya seringnya tidak kita ketahui atau sadari. Karena tersimpan jauh didalam batin yang menimbulkan penyumbatan energi, baik di emosional atau pun di cakra-cakra tubuh kita. Seringnya berdiam di alam pikiran bawah sadar kita,
dan sebagai contoh ketika ada pola kejadian tertentu kita mulai menunjukkan perilaku atau respon yang tidak diinginkan atau mengembangkan cara berpikir yang diluar keinginan atau tidak biasanya.
Penyumbatan energi ini memberikan luka emosional di batin dan dapat benar-benar bisa mempengaruhi cara pandang dan reaksi kita terhadap dunia luar.

Langkah yang paling tepat untuk penyembuhan adalah dengan memulai cara pandang terhadap dunia dan mulai menjalani kehidupan yang membuat kita merasa bahagia yaitu dengan menjalani kehidupan yang autentik sebagaimana apa adanya diri kita.
Bisa dimulai dengan membersihkan tubuh energi dari penyumbatan-penyumbatan yang membuat kita terjebak di dalamnya.
( ketika sumbatan-sumbatan ini terbuka maka sirkulasi energi ini menjadi lancar, itu pun berpengaruh besar pada cara kita memandang dan menjalani kehidupan, semuanya akan lebih ringan dan mudah mengalir. Dan kita pun bisa menjalani kehidupan dengan bahagia dan tentu saja meraih potensi terbaik kita)

Sekarang yang menjadi masalah adalah kita tidak selalu mengetahui apakah kita memiliki penyumbatan emosional bukan? Karena memang tidak dapat dilihat dengan mata.
Untuk diketahui, penyumbatan emosional ini dapat bermanifestasi pada macam-macam penyakit fisik, atau bisa juga terlihat dari pola hubungan kita dengan orang lain, bagaimana kita mengatur keuangan atau cara kita menyabotase diri sendiri.

Setelah kita melakukan tekhnik pembersihan energi tubuh dan membuka penyumbatan energi keseluruhan, maka akan terlihat peningkatan rasa aman dan nyaman ( sejahtera) mungkin kita tidak akan merasa pada bagian-bagian tertentu tetapi secara keseluruhan atau umum kita akan merasa lebih ringan, lebih aman dan nyaman, semuanya terasa mengalir lebih mudah untuk menjalankan tujuan hidup. Semua hal dalam hidup seperti sudah ditata sedemikan rupa oleh Semesta, semua berada di tempat dan waktu yang tepat. Kita merasa lebih percaya diri menjadi diri sendiri, lebih berani mencoba berbagai hal-hal baru, melangkah keluar dari zona nyaman.

Kita membersihkan tubuh fisik umumnya sehari dua kali bukan? Kita pun perlu membersihkan tubuh halus atau tubuh energi yang terkontaminasi dari berbagai hal yang kita alami setiap hari, dan penting dilakukan sesering yang bisa kita lalukan. Sehingga aliran atau sirkulasi energi tetap bersih, kuat dan seimbang.

Berikut saya akan berbagi 3 tekhnik untuk membersihkan penyumbatan emosional dan masuk lebih dalam untuk memahami, merasakan dan dapat melakukan self healing untuk membuka penyumbatan energi pada tubuh.
Sangat mudah diterapkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan jika rutin dilakukan akan  memaksimalkan potensi terbaik diri kita.

1. Terhubung dengan Diri dan Jiwa kita

Sediakan waktu untuk terhubung dengan diri sendiri, bisa dengan kontemplasi batin atau menulis catatan pribadi.

Dalam hidup kita sehari-hari, tanpa disadari kita seperti seekor hamster yang terus-menerus berlari tanpa henti diatas putaran roda karena tuntutan kehidupan dan kewajiban sebagai seorang manusia, apalagi kita hidup ditengah-tengah kehidupan berbasis ego kolektif.

"MANUSIA SEBENARNYA HIDUP DALAM PENDERITAAN, KARENA PIKIRANNYA TERUS-MENERUS BEKERJA/ BERLARI ATAU TIDAK PERNAH BERDIAM DI SUATU TEMPAT."
-BUDDHA-


Mengapa pikiran terus-menerus berlari?
Karena pikiran berlari dari ketakutan akan rasa sakit, rasa tidak aman. Padahal bentuk-bentuk perasaan ini hanyalah ilusi yang merupakan proyeksi dari ego berbasis rasa takut.
Ego memerintahkan pikiran kita untuk terus-menerus berlari mengejar pemenuhan untuk memberi rasa aman semu.
Ego pun memberikan perintah agar kita berlari menghindar dari penyumbatan energi(luka batin, trauma) untuk menghindar dari sesuatu yang di label rasa aman oleh ego itu sendiri.

Padahal... pengabaian,pengalihan tidak akan pernah menyelesaikan atau menyembuhkan, luka batin yang menimbulkan penyumbatan energi ini tetap berada di alam bawah sadar dan cakra-cakra tubuh kita, menjadi seperti parasit energi yang terus-menerus menggerogoti dan menyebabkan kebocoran energi juga menjadi bom waktu, sewaktu-waktu dapat muncul di permukaan jika terpicu.

Tetapi, ketika kita menerima semua bentuk perasaan sakit, takut, sisi luka/gelap diri kita, lalu menuliskan bentuk-bentuk emosional kita,
Secara langsung maupun tanpa kita sadari..kita memberikan perhatian pada kebutuhan jiwa kita untuk proses penyembuhan jiwa itu sendiri.

Kita menerima semua bentuk-bentuk perasaan itu, hanya menerima.... dan menyadari semua bentuk pikiran atau pun perasaan tanpa terlibat di dalamnya.
Cukup diterima, dipahami, disadari
Bahwa kita sedang sakit, terluka, sedih dan apapun kita menyebut bentuk perasaan.
Ini hanyalah proses wajar fenomena batin maupun jasmani, tidak perlu menganalisa atau larut ke sisi emosional

Kata kuncinya adalah:
1. Cukup menyadari fenomena batin ini sebagaimana adanya tanpa terlibat didalamnya.
2. Juga tidak berlari menghindar atau mengalihkan perhatian kita darinya.

Ketika kita menyadari semua bentuk pikiran,perasaan, sensasi-sensasi sakit emosional maupun fisik yang ditimbulkan dengan kesadaran jiwa tanpa pikiran ikut terlibat didalamnya menganalisa, menghakimi diri sendiri, sebenarnya kita seperti sedang mengarahkan sebuah lampu sorot yang membuay penyumbatan-penyumbatan energi ini mulai mencair dan menguap.

Ketika kita menuliskan bentuk-bentuk sakit emosional ( batin) ke dalam bentuk tulisan, kita sedang menyelaraskan energi fisik, emosional dan batin kita secara bersamaan untuk membuka sumbatan energi tersebut agar dapat mengalir sehingga energi baru dapat mengalir untuk mengisinya.

Dengan memahami cara kerja fenomena batin dan jasmani,
Memahami semua sisi batin kita, adalah dasar proses dari peningkatan kesadaran Spiritual atau Transformasi Jiwa itu sendiri.


2. Tekhnik Pembersihan Cakra-cakra Tubuh dengan Meditasi Pemusatan Pikiran


Untuk latihan ini, dibutuhkan tekhnik visualisasi ( memproyeksikan pikiran). 

Bayangkanlah bahwa saat menarik nafas, cahaya putih yang terang benderang ditarik masuk ke paru-paru, turun ke bawah perut, ke cakra seks, terus ke tulang ekor. 

Saat mengeluarkan nafas, bayangkanlah cahaya tsb naik melalui tulang punggung ke kepala bagian belakang, ke puncak kepala, turun ke wajah dan keluar dari hidung.

Cahaya ini menyeret seluruh kotoran yang ada dalam tubuh dan mengeluarkannya dari rongga hidung saat menghembuskan nafas.

Lakukanlah latihan ini untuk 36 siklus setiap kalinya, minimum sekali sehari.

Dengan melakukan latihan pernafasan ini, sushumna dalam tulang punggung dibersihkan termasuk penyumbatan-penyumbatan energi yang menyebabkan luka batin ( inner wound), luka anak batin ( inner child wound) trauma-trauma batin dan jenis luka emosiona lainnya.

Proses pembersihan ini pun akan mempermudah proses kebangkitan spiritual dan pembersihan jalur kenaikan Kundalini.



3. Berjalan/Berlari dan Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi
( Menyerap Energi Penyembuhan Alam dari Matahari dan Bumi)


" Menurut penelitian Dr.Andrew.Huberman.Ph.D,
Berada di bawah sinar matahari pagi dan melihat sinarnya dalam intensitas rendah,
Dapat membantu mengatur pola atau ritme sirkadian yang mengatur siklus istirahat tubuh kita.
Ketika tubuh memiliki waktu istirahat yang tepat dan sesuai, sel-sel beregenerasi secara baik dan menghasilkan hormon-hormon penting yang menunjang fokus, memperbaiki mood."



Berjalan atau lari membuat kaki kita terhubung langsung ke bumi , tekhnik dan trik mudah ini adalah bagian penting dari proses penyembuhan alami dari alam untuk luka batin, luka anak batin dan jenis-jenis trauma batin dan membuka sumbatan energi pada sisi emosional maupun cakra-cakra tubuh. Ketika kaki kita menapak ke bumi dengan sedikit guncangan akan membuka sumbatan energi dan menyalurkannya langsung ke bumi, dan bumi merubahnya menjadi energi penyembuhan ( transmutasi energi)

Secara sisi kesehatan fisik, olahraga cardio sangat baik untuk kesehatan jantung, metabolisme tubuh, sirkulasi tubuh energi yang menunjang tubuh merelease hormon-hormon penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kesehatan fisik,emosional dan mental kita.

Alam Semesta penuh dengan manfaat kebaikan yang menunjang kehidupan semua makhluk hidup termasuk manusia, oleh karena itu jiwa kita semestinya diusahakan agar tetap selaras dengan Alam agar dapat tetap terhubung dan memanfaatkan semua kebaikan energi alam ini untuk kebaikan tertinggi kita dan semua makhluk ciptaanNya di bumi ini.

Dengan demikian.....
"Kedamaian bukanlah hal yang kita cari lagi, karena kita sudah berada DISINI dan SAAT INI"

Senin, 11 Oktober 2021

Pengaruh dan Dampak Cakra-Cakra Tubuh yang Bermasalah pada Kehidupan Manusia

 


Masalah pada cakra biasanya disebabkan oleh masalah-masalah fisik,mental, emosional dan trauma kehidupan-kehidupan sebelumnya. Sebagaimana umumnya, sebuah masalah dapat diatasi dengan mudah dengan mengetahui penyebab dari masalahnya


1. Masalah pada Cakra-Cakra Utama

- Cakra Dasar bermasalah berdampak pada Seks bebas, pornografi, tidak seimbangnya jalur energi Ida dan Pinggala

- Cakra Seks bermasalah berdampak pada terlalu banyak berpikir atau merencanakan, berusaha mencari uang dari segala sesuatu, alkoholik, obat-obatan, makan tidak teratur, ilmu hitam.

- Cakra Pusar bermasalah berdampak pada selalu merasa tidak puas, masalah keluarga/rumah tangga, materialistis, alkoholik, terlalu mendominasi, fanatik, terlalu terikat dengan makanan.

-Cakra Jantung bermasalah berdampak pada perasaan tidak aman, kerasukan, rasa takut, tidak mempunyai kepercayaan, tidak memiliki atau kurang rasa cinta

- Cakra Tenggorokan bermasalah berdampak pada rasa bersalah, tidak bermoral, bicara kasar atau jorok, hubungan yang mencari keuntungan, fanatik berlebihan, sinusitis dll

- Cakra Mata Ketiga bermasalah berdampak pada terlalu banyak berpikir, menyakiti diri sendiri, kebiasaan negatif, menyakiti sesama.

- Cakra Mahkota bermasalah berdampak pada jauhnya hubungan atau kurang percaya pada Tuhan.


2. NADI

Dalam tubuh fisik terdapat amat banyak pembukuh darah yang berfungsi sebagai saluran darah, sedangkan pada tubuh eterik dapat dijumpai saluran-saluran bagi tenaga eterik yang disebut nadi. Tiga nadi utama adalah: Sushumna, Ida dan Pinggala. Sushumna merupakan pusat dari saraf-saraf para-simpatetik, sedangkan pada Ida dan Pinggala merupakan pusat saraf-saraf simpatetik. Seluruh nadi lainnya jauh lebih kecil dan bertebaran di seluruh bagian tubuh. Secara pewaskita, nadi-nadi ini dapat dilihat menyerupai benang-benang cahaya yang bertebaran di seluruh tubuh.

2.1 IDA

Ida biasa diasosiasikan sebagai Superego, dimana keinginan-keinginan terpusat. Keinginan adalah tenaga utama penggerak yang menyebabkan adanya tindakan-tindakan. Tetapi, keinginan-keinginan yang belum terpenuhi dapat menyebabkan emosi. Oleh sebab itu, dapat juga dikatakan bahwa ida menguasai emosi. Kelemahan pada nadi ida dapat menyebabkan seseorang menjadi sangat emosional, yang dapat menimbulkan depresi. Orang tersebut akan mempunyai disiplin diri yang amat kurang, pasif, penuh dengan imaginasi diri, dan sering terjebak dalam kegiatan-kegiatan negatif.

Kelemahan pada nadi ida biasa disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada jalur Pingala. Keadaan ini dapat diperbaiki dengan mengurangi tekanan dari jalur Pinggala, sehingga emosi yang terpendam dapat diarahkan keluar, imaginasi dapat dirubah menjadi aksi. Rasa depresi dan pikiran-pikiran yang mengasihani diri sendiri harus dihapuskan. Emosi-emosi dari keinginan yang belum atau tidak dapat terpenuhi harus diarahkan pada cinta kasih, agar tidak menjadi hal-hal yang negatif.

Nadi Ida sebenarnya adalah kunci dari kebahagiaan. Dengan pembersihan yang benar, kebiasaan-kebiasaan yang negatif dapat dihilangkan dengan mudah. Setelah nadi Ida menjadi bersih, ketenangan dapat diperoleh dengan mudah. Semua rasa bersalah dan imaginasi dapat dihapus dengan mudah. Orang yang bersangkutan dapat menikmati hidup dan merasa berbahagia dan puas atas segala sesuatu yang telah diperolehnya.


2.2 Pingala

Pingala adalah pusat dari ego dan aksi. Sebagai pusat aksi, pingala juga merupakan pusat penciptaan. Apabila pemusatan perhatian pada jalur ini berlebihan, nada ida akan ditelantarkan, sehingga hal-hal spiritual kurang diperhatikan. Dengan berkembangnya ego secara berlebihan, hubungan dengan roh/jiwa yang seharusnya bersemayam di cakra jantung ( tetapi berada di atas kepala pada kebanyakan orang) menjadi semakin menipis. Lama kelamaan hal ini dapat menimbulkan masalah jantung.

Orang-orang yang nadi Pingalanya aktif biasanya cenderung menjadi agresif, dingin dan licik. Mereka menjadi berkurangnya rasa cinta ksih dan hanya memperdulikan materi, nama, jabatan. Diperbuta oleh egonya, mereka merasa sangat bangga dengan dapat menaklukkan dunia. Seluruh identitasnya dipenuhi oleh ego, sementara  hatinya membatu. Masalah seperti ini biasanya disebabkan oleh aktifnya ego secara berlebihan, dapat diatasi dengan membersihkan jalur Pingala dan membuatnya seimbang dengan nadi Pingala.

Mencari spiritual secara berlebihan juga dapat meningkatkan ego. Orang-orang yang mencari kemampuan psikis dapat digolongkan sebagai orang yang terlalu aktif jalur Pingalanya. Setelah mengetahui jalan yang benar, seseorang tidak boleh terlalu berlebihan dalam memikirkan spiritualitas. Keseimbangan harus ada antara keinginan, aksi dan cinta kasih pada sesama.


2.3 Sushumna

Sushumna sebagai jalur pusat adalah jalan untuk dapat terhubung dengan kesadaran kosmos. Untuk mencapai pencerahan . Sushumna dapat dikatakan sebagai sebuah jalan tol dengan cakra mahkota sebagai gerbang terakhir. Jadi, dengan nadi Sushumna dan cakra mahkota yang terbuka lebar dan bersih, seseorang dapat terhubung dengan kesadaran kosmos. Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari amat penting untuk selalu memusatkan perhatian pada sekarang ( Present Moment) menjadi aksi ( take action) dan bukan reaksi. Seseorang harus menikmati seluruh hidup sebagai berkat dan mempunyai cinta kasih pada semua makhluk.

Apabila Ida dan Pingala masing-masing membentuk sebuah gelembung dalam satu sisi kepala, maka dengan terpusatnya perhatian pada Sushumna sebagai jalur utama, kedua gelembung yang dibentuk oleh jalur Ida dan Pingala akan menciut. Dengan demikian, ruang yang sebelumnya terisi oleh ego dan super ego digantikan oleh cahaya.


3. Kelenjar Tubuh

Selain fungsi-fungsi penting bagi tubuh fisik, kelenjar-kelenjar tubuh juga memiliki berbagai fungsi secara eterik. Misalnya, kelenjar pineal yang terletak di tengah-tengah kepala adalah salah satu kelenjar yang amat penting dalam spiritualitas. Kelenjar Pineal adalah pusat penerima dari seluruh sensor eterik, yaitu penglihatan, pendengaran dan sebagainya. Dari kelenjar pineal inilah informasi yang diterima selanjutnya diteruskan ke otak.


Senin, 20 September 2021

Latihan Meditasi Metta/Cinta Kasih yang praktis


Meditasi Metta ( Cinta Kasih)


Waktu mulai melakukan meditasi cinta kasih, pertama-tama anda mengirimkan pikiran-pikiran penuh cinta kasih dan kebaikan untuk diri anda. Mulailah dengan mengingat masa dimana anda bahagia. Saat perasaan cinta kasih muncul, anda akan merasakan perasaan hangat menyebar dari tengah dada anda. Setelah perasaan ini muncul, buatlah doa harapan yang tulus untuk kebahagiaan anda
 ”Semoga saya bahagia:... ”Semoga saya merasakan sukacita”... ”Semoga saya tenang dan damai”... ”Semoga saya gembira dan baik hati” dan lain sebagainya.

Buatlah doa yang tulus yang berarti untuk anda, rasakan pengharapan itu dalam hati anda. Kata kuncinya adalah ”ketulusan”, jika doa pengharapan anda bukan doa yang tulus, maka doa itu akan berubah menjadi mantra yang Cuma diulang-ulang dan tidak punya arti sesungguhnya. Jadi itu Cuma di permukaan mengulangi kata-kata itu selagi memikirkan hal lainnya. Jadi sangatlah penting doa yang anda buat untuk diri sendiri (dan nanti untuk teman spiritual anda) mempunyai arti sesungguhnya untuk anda dan anda berikan perhatian penuh kesana. Janganlah terus menerus mengulang doa untuk kebahagiaan ”Semoga saya berbahagia... Semoga saya berbahagia... Semoga saya berbahagia...” Buatlah doa untuk kebahagiaan anda sendiri kalau perasaan Metta/Cinta Kasihnya sudah mereda.


Merilekskan Ketegangan

Yang berikut adalah bagian yang sangat penting dari meditasi:
Setelah anda mendoakan kebahagiaan sendiri, perhatikan ada sedikit ketegangan / keketatan di dalam kepala anda, di pikiran anda. Segera lepaskan. Lakukanlah dengan merilekskan pikiran anda sepenuhnya. Rasakan pikiran membuka dan menjadi semakin tenang, lakukan hanya sekali.

Bila keketatan tidak juga pergi, tidak jadi masalah, anda akan bisa melepaskannya selagi ada di objek meditasi anda (sebagai pusat perhatian anda). Janganlah terus menerus mencoba merilekskan pikiran tanpa kembali ke pusat perhatiannya, selalu dengan lembut mengembalikan perhatiaan anda yang tenang kepada perasaan yang bahagia).


Bagaimana cara duduk bermeditasi

Waktu anda duduk bermeditasi, JANGANLAH menggerakan badan anda sama sekali. Duduklah dengan punggung yang tegak, tetapi tidak kaku. Berusaha agar setiap tulang punggung anda nyaman tertumpuk satu sama lainnya. Posisi ini akan membawa dada anda sedikit maju sehingga akan lebih mudah memancarkan perasaan cinta kasih.

Duduklah dengan kaki dalam posisi yang nyaman. Bila anda menyilangkan kaki, maka sirkulasi darah di kaki bisa berhenti yang bisa menyebabkan kaki anda kesemutan dan mati rasa, hal ini akan sangat menyakitkan. Bila anda harus duduk di bantalan / di kursi, tidaklah menjadi masalah. Bila anda duduk di kursi, janganlah menyenderkan punggung anda. Menyenderkan punggung dapat memberhentikan pergerakan enerji sehingga dapat membuat anda mengantuk. Duduklah dengan cara yang nyaman.

Harap anda tidak menggerakkan badan jasmani anda sedikitpun sewaktu duduk. Jangan menggoyangkan jari-jari kaki / tangan, jangan menggaruk, jangan menggosok-gosok, jangan menggoyangkan badan jasmani, jangan mengganti postur sama sekali. Anda harus duduk sediam gambar Buddha di depan anda. Sebaiknya anda tidak bergerak sama sekali. Bila anda bergerak, maka hal itu akan menjadi satu gangguan terbesar dalam latihan anda dan anda tidak akan maju dengan cepat.
Waktu anda duduk, pancarkanlah perasaan hangat dari Cinta Kasih dari tengah dada dan buatlah satu doa/harapan yang tulus, RASAKAN doa/harapan itu di hati anda, pikiran anda akan melayang dan mulai memikirkan hal lainnya. Hal ini adalah hal yang normal.


Bentuk-bentuk Pikiran yang akan muncul
Bentuk-bentuk pikiran bukanlah musuh anda, jadi janganlah perangi pikiran-pikiran itu atau mencoba mendorong mereka. Jika sejumlah pikiran-pikiran datang dan membawa perhatian anda kesana, perhatikan bahwa saat itu anda tidak lagi mengalami perasaan Cinta Kasih dan membuat doa/harapan untuk kebahagiaan anda sendiri. Jadi hanya lepaskan pikiran itu. Walaupun sedang ada di tengah-tengah satu pikiran tertentu, hanya lepaskan pikiran itu ada disana, biarkan itu ada disana. Lakukanlah tanpa memikirkan pikiran itu, tidak jadi masalah bila pikiran itu terkesan penting saat itu.

Ada langkah lain yang juga sangatlah penting:
Perhatikan Ketegangannya: Perhatikan keketatan / ketegangan dalam kepala/pikiran-batin anda, sekarang rilekskan. Rasakan ketegangan itu melepas. Pikiran sepertinya merasa membuka dan rileks. Lalu menjadi sangatlah tenang dan damai. Saat ini tidak ada lagi bentuk pikiran yang muncul, dan pikiran menjadi begitu jernih dan waspada, bawalah pikiran seperti itu ke dalam objek meditasi anda, yaitu perasaan Cinta kasih dan membuat doa/harapan untuk kebahagiaan anda.

Tidaklah penting berapa kali pikiran anda melayang dan memikirkan hal-hal lainnya. Yang terpenting adalah anda melihat bahwa pikiran anda menjadi terganggu dengan suatu bentuk pikiran. Dengan cara yang sama bila anda merasakan suatu sensasi / perasaan emosi muncul yang menarik perhatian anda, perhatikan pergerakan pikiran atau gangguan yang menarik perhatian anda dari Cinta Kasih, lalu lepaskan, kemudian rilekskan ketegangan / keketatan di dalam kepala / pikiran anda dan dengan lembut mengembalikan perhatian anda kembali kepada objek meditasi anda.

Perkuatlah kesadaran: Setiap saat anda melepaskan suatu gangguan / membuat doa/harapan bagi kebahagiaan anda, rilekskan ketegangan yang disebabkan oleh pergerakan pikiran dan kembalikan perhatian anda yang hening itu kembali ke perasaan bahagia, anda memperkuat kewaspadaan (kesadaran) jadi janganlah mengkritik diri anda sendiri karena anda pikir ”seharusnya” anda bisa bermeditasi lebih baik, atau bentuk-bentuk pikiran, sensasi dan perasaan emosi adalah musuh yang seharusnya dihentikan dan dibinasakan.

Bentuk-bentuk pikiran yang suka mengkritik, keras dan perasaan terdiri dari ketidaksukaan/kebencian dan ketidaksukaan/kebencian itu adalah lawan dari latihan Cinta Kasih yang ”Menyayangi-Menerima”. Menyayangi-Menerima adalah kata-kata yang berbeda yang dikatakan dari sesuatu yang sama. Buatlah meditasi ini sebagai sesuatu permainan yang menyenangkan bukanlah seperti musuh yang harus anda perangi.

Yang terpenting dari merilekskan ketegangan / keketatan setelah setiap bentuk pikiran, sensasi atau perasaan emosi sangatlah penting. Bila anda melepaskan keketatan ini, maka anda melepaskan nafsu keinginan (tanha). Sangatlah penting untuk mengerti hal ini, karena nafsu keinginan adalah penyebab semua penderitaan. Di dalam bentuk Ketegangan atau keketatan inilah terletak ide yang salah tentang identitas ego anda.


Nafsu keinginan dan Identifikasi Ego

Nafsu keinginan dan ide yang salah tentang diri selalu terbentuk sebagai ketegangan atau keketatan di dalam kepala/pikiran anda. Bila anda melepaskan ketegangan, maka apa yang sedang anda lakukan adalah sesungguhnya melepaskan nafsu keinginan dan ide yang salah tentang ’diri’ atau ’identitas ego’ dengan segala bentuk pikiran, sensasi dan perasaan emosi yang muncul. Beginilah cara anda memurnikan pikiran anda dan anda menjadi lebih bahagia dan ringan, setiap saat.
Jika anda duduk bermeditasi dengan diam, maka akan ada beberapa sensasi yang muncul dalam badan jasmani anda. Anda mungkin merasa gatal, panas, ketegangan, perasaan ingin batuk atau bersin atau ada muncul rasa sakit. Janganlah menggerakkan badan jasmani anda sama sekali. Bila suatu perasaan muncul, maka pikiran anda akan segera menuju ke perasaan itu, misalnya perasaan gatal / batuk. Janganlah anda memperhatikan pikiran itu, karena sesungguhnya perasaan itu akan pergi dengan sendirinya.

Biasanya yang pertama pikiran anda lakukan adalah memikirkan perasaan ”saya harap perasaan ini akan pergi... ”Saya maunya ini berhenti mengganggu saya”... ”Saya benci perasaan ini”... ”Kenapa perasaan ini tidak pergi saja”... ”Saya mau ini berhenti”.

Setiap saat anda memberikan perhatian kepada bentuk pikiran seperti ini, maka sensasinya akan menjadi semakin besar dan kuat, malah berubah menjadi sesuatu yang sangat darurat dalam pikiran anda. Lalu anda tidak tahan lagi, merasa harus bergerak.

Tetapi instruksinya adalah: JANGAN BERGERAK SAMA SEKALI. Hanya perhatikan pergerakan pikiran.
Apa yang harus kita lakukan? Kita harus membuka dan membiarkan perasaan itu ada disana.

Membuka: Pertama, perhatikan pikiran anda mulai memperhatikan rasa gatal atau batuk dll lalu bentuk-bentuk pikiran tentang sensasi itu. Sekarang lepaskan bentuk-bentuk pikiran itu, biarkan ada disana. Lalu perhatikan ketegangan di dalam kepala/pikiran anda dan rilekskan. Setiap saat suatu sensasi (atau perasaan emosi muncul), biasanya yang alami adalah, pikiran akan membuat ketegangan di seputarnya, ketegangan ini yang dinamakan penolakan. Jadi membukalah dan biarkan rasa gatal (atau perasaan emosi lainnya) ada disana. Ingatlah bahwa hal yang wajar bagi keketatan itu tidak langsung cepat pergi.

Sesungguhnya Kebenaran dari masa saat ini (Dhamma), adalah bila ada rasa gatal atau sensasi lainnya muncul, perasaan itu ada disana. Yang anda lakukan dengan kebenaran ini akan menjadikan anda jadi lebih menderita atau tidak. Menentang rasa gatal dan mencoba memikirkannya akan menjadikan rasa sakit yang lebih halus atau bisa juga makin jelas.


Lima Agregat/Kelompok Kehidupan (Panca Khanda)
Kita memiliki 5 hal dalam proses badan/pikiran yang disebut sebagai Lima Agregat/Kelompok Kehidupan, yang terdiri dari:
Badan Jasmani, Perasaan, Persepsi, Bentuk-bentuk pikiran, Kesadaran

Disini, perasaan 1[1] adalah satu hal dan bentuk-bentuk pikiran adalah hal lainnya. Jika kita mencoba mengontrol perasaan kita dengan bentuk-bentuk pikiran, biasanya rasa penolakan ini membuat perasaan itu semakin besar dan kuat. Kadang hal ini menjadi begitu besar sehingga sepertinya menjadi perasaan darurat (ketidakpuasan yang sesungguhnya – Dukkha) dan anda tidak dapat menahan sensasi (atau perasaan emosi) itu lagi. Maka anda harus bergerak. Bila anda sedang duduk bermeditasi, bila anda menggerakkan badan anda, walaupun sedikit, maka hal itu menyebabkan kesinambungan latihan itu terpecah dan anda harus mulai lagi.

Jadi lepaskan bentuk-bentuk pikiran tentang sensasi (atau perasaan emosi) berarti anda melepaskan keinginan untutk mengontrol perasaan itu dengan bentuk pikiran anda. Itu juga berarti anda melepaskan nafsu keinginan (tanha), yang langsung berhubungan dengan berhentinya penderitaan.

Berikutnya, anda perhatikan ketegangan di seputar sensasi itu dan lepaskan ketidaksukaan tentang hal itu. Biarkan rasa gatal atau batuk (sensasi / perasaan emosi) itu ada disana dengan sendirinya. Lihatlah itu seperti satu gelembung udara yang melayang di udara, maka gelembung itu akan melayang dengan bebas. Kemanapun angin bertiup, kesanalah gelembung itu pergi. Bila angin berubah dan meniup ke arah lain, maka gelembung udarapun akan pergi ke arah itu tanpa perlawanan sama sekali.

Latihan ini mempelajari bagaimana kita bisa dengan penuh rasa cinta kasih dapat menerima apapun yang muncul dalam masa kini. Sekali lagi perhatikan ketegangan atau keketatan yang halus muncul dalam kepala / pikiran anda, rilekskan dan dengan lembut kembalikan perhatian cinta kasih yang lembut ini kembali ke perasaan memancarkan cinta kasih dari hati anda dan membuat suatu doa/harapan untuk kebahagiaan anda sendiri.

Hal yang alami yang sesungguhnya ada dari sensasi (dan perasaan emosi) adalah, perasaan itu tidak akan langsung segera pergi. Jadi pikiran anda akan bolak balik dari objek meditasi anda (memancarkan perasaan cinta kasih dan membuat doa/harapan untuk kebahagiaan anda) ke perasaan itu. Setiap saat hal ini terjadi, maka anda lakukan hal yang sama.

□ Lepaskan: Lepaskan bentuk-bentuk pikiran atau perasaan emosi

□ Rilekskan: Rilekskan ketegangan, lepaskan ketegangan yang ada di seputar perasaan itu, biarkan itu ada disana.

□ Kembali: Kembalilah kepada objek meditasi anda, yaitu memancarkan perasaan cinta kasih dan membuat doa yang tulus pada kebahagiaan anda dan merasakan perasaan itu dalam hati anda.


Memancarkan Cinta Kasih

Ingatlah bahwa adalah hal yang wajar bagi bentuk pikiran, sensasi atau perasaan emosi ada disana, karena sesungguhnya, hal itu yang terjadi di masa sekarang. Suatu singkatan yang dalam bahasa inggris sangat baik sebagai peringatan adalah ”DROPSS” ”Don’t Resist or Push, Soften and SMILE” (Janganlah menolak atau mendorong, lembutkan dan senyumlah).
Biarkan bentuk pikiran, sensasi atau perasaan emosi itu ada disana, tanpa anda coba membuatnya menjadi hal lain. Sekarang rilekskan ketegangan atau keketatan yang halus (dan kadang-kadang tidak terlalu halus) itu di dalam kepala/pikiran anda dan dengan lembut mengembalikan perhatian anda yang hening kembali ke objek meditasi anda.

Setelah kira-kira 10 menit, lalu anda mulai mengirimkan bentuk-bentuk pikiran yang baik kepada seorang teman spiritual anda. Teman spiritual adalah seseorang yang, apabila anda pikirkan ia dan kualitasnya yang baik, membuat anda bahagia. Teman spiritual adalah orang yang berjenis kelamin sama, masih hidup dan bukan anggota keluarga (bukan sekarang, nanti ada saatnya anda bisa memancarkan cinta kasih ini kepada semua anggota keluarga anda, tapi bukan saat masa latihan awal).

Sewaktu anda mulai memancarkan Cinta kasih kepada teman spiritual anda, janganlah mengganti-ganti ke orang yang berbeda. Tetaplah bersama teman spiritual yang sama sampai anda ada di tingkat meditasi yang ke tiga (Jhana). Lalu anda memancarkan doa yang tulus untuk kebahagiaan anda dan dalam pikiran, anda mengatakan ”Saya doakan perasaan yang tenang dan damai (kebahagiaan, suka-cita, apapun) untuk diri saya, saya juga doakan perasaan yang sama untukmu, Semoga kamu baik keadaannya, berbahagia dan tentram”. Lalu mulailah memancarkan perasaan cinta kasih dan kedamaian ke teman spiritual anda. Sangatlah penting anda merasakan doa/harapan yang tulus dan anda meraskan perasaan itu di dalam hati anda.


Visualisasi:

Cobalah visualisasikan teman spiritual anda di dalam mata batin anda. Contohnya, anda dapat memvisualisasikan teman anda seperti anda melihat fotonya atau anda melihatnya bergerak seperti di film. Tidaklah penting untuk memvisualisasikan dengan tepat. Tetapi waktu anda melihat teman spiritual anda itu, lihatlah dia tersenyum dan bahagia. Ini akan mengingatkan anda untuk tersenyum dan bahagia juga.

Visualisasi kadang-kadang juga bisa sulit. Kadang tidak jelas / kabur / terkesan jauh, kadang ada terlihat sebentar lalu menghilang. Tidaklah jadi masalah. Janganlah mencoba terlalu keras karena anda bisa sakit kepala. Beberapa orang malah tidak bisa bervisualisasi sama sekali, tetapi anda bisa merasakan teman spiritual anda ke dalam hati anda dengan hanya menggunakan namanya.

Kira-kira sekitar 70% anda merasakan perasaan Cinta Kasih itu, 20-25% (lebih kurang, tergantung apa yang terjadi) dengan membuat doa/harapan yang tulus dan merasakan doa itu di dalam hati anda, maka ini akan membawa perasaan kebahagiaan teman anda itu berkembang. Hanya kira-kira 5-10% anda memvisualisasikan teman spiritual anda. Jadi anda lihat bahwa ”Perasaan Cinta Kasih” ini adalah hal yang sangatlah penting dalam meditasi dan visualisasi adalah hal yang kurang penting. Tetapi tetap usahakan untuk memvisualisasikan. Maka hal itu akan menjadi lebih baik dan lebih mudah.


Senyuman

Meditasi ini adalah meditasi tersenyum. Waktu anda duduk bermeditasi dan memancarkan cinta kasih kepada teman spiritual (atau pada diri sendiri), senyumlah dengan pikiran anda. Walaupun mata anda tertutup saat bermeditasi, tersenyumlah dengan mata anda. Ini membantu melepaskan ketegangan di wajah anda. Tersenyumlah di bibir anda dan tersenyumlah di hati. Senyuman ini sangatlah menyenangkan dan membantu latihan anda setiap saat, khususnya saat duduk bermeditasi. Makin kita banyak tersenyum maka pikiran semakin bahagia.

Sepertinya aneh, tetapi para ilmuwan menemukan bahwa ujung mulut kita sangatlah penting. Posisi bibir sangat berhubungan dengan keadaan pikiran. Saat ujung bibir anda menurun, begitulah pikiran anda menjadi berat dan tidak baik (akusala). Saat ujung bibir anda menaik, maka pikiran anda menjadi lebih ringan dan jernah, maka suka-cita lebih mudah muncul.

Yang penting untuk diingat karena senyuman bisa membantu anda mengubah perspektif tentang banyak jenis perasaan dan bentuk-bentuk pikiran. Cobalah untuk mulai tersenyum pada segala hal yang muncul dan mengarahkankan pikiran anda pada senyuman kepada segala hal.

Ketumpulan (kebosanan) pikiran
Semakin tulus dan antusias anda memancarkan Cinta Kasih pada diri anda dan teman spiritual anda, maka semakin kecil kemungkinan anda mengantuk / mengalami ketumpulan pikiran (bosan). Bila rasa kantuk / ketumpulan terjadi, maka badan jasmani anda akan mulai menunduk. Disini satu-satunya gerakan yang anda boleh lakukan, yaitu menegakkan badan, tapi jangan lakukan terlalu sering.

Bila anda melihat pkiran anda mulai menumpul (bosan), mulailah memberikan perhatian lebih kepada teman spiritual anda, lihat dia melakukan banyak hal yang sungguh anda hargai. Misalnya, anda dapat memvisualisasikan di waktu dia aktif membantu dan dermawan, atau waktu dia membuatmu bahagia dan anda tertawa bersamanya. Hal ini akan membuat anda tertarik dan mempunyai satu energi dan kemudian rasa bosan akan mereda.

Jadi waktu anda memulai meditasi ini, mulailah dengan duduk sekitar setengah jam. 10 menit pertama, anda memancarkan Cinta Kasih untuk diri sendiri dan sisa waktunya, anda memancarkan cinta kasih kepada teman spiritual anda (teman yang sama setiap saat). Bila meditasi anda membaik dan anda lebih nyaman, anda boleh duduk dalam waktu yang lama. (tergantung apapun yang cocok untuk anda sesuai dengan batasan waktu). Tapi janganlah duduk kurang dari 30 menit/hari pada mulanya.


Meditasi yang Aktif

Meditasi ini bukanlah hanya dengan duduk pasif yang Cuma bisa dipraktekkan waktu anda duduk di kursi / bantalan. Ini adalah meditasi yang bisa dipraktekkan setiap saat, terutama waktu anda mengerjakan pekerjaan sehari-hari. Kadang-kadang kita berjalan dengan batin yang kelabu diisi oleh pikiran-pikiran yang tidak masuk akal. Mengapa anda tidak mempraktekkan meditasi Cinta Kasih setiap saat anda ingat? Saat anda berjalan dari rumah ke mobil anda atau dari mobil anda ke pekerjaan anda, apa yang dilakukan oleh pikiran anda ? mungkin memikirkan pikiran bualan.

Inilah saatnya untuk memperhatikan apa yang pikiran anda lakukan saat ini dan lepaskan bentuk-bentuk pikiran yang mengganggu. Rilekskan ketegangan di dalam kepala / pikiran dan doakan kebahagiaan untuk seseorang ! Tidaklah menjadi masalah kepada siapa anda memancarkan pikiran dan perasaan cinta kasih dalam aktifitas keseharian anda. Bisa saja kepada orang yang berjalan di dekat anda, teman spiritual, pada diri sendiri atau ke seluruh mahluk. Kuncinya adalah ”memancarkan cinta kasih”, tersenyum dan merasakan doa yang tulus. Mulailah melakukan ini sesering mungkin sepanjang hari.

Semakin kita memfokuskan memancarkan pikiran-pikiran yang penuh cinta kasih, maka kita mempengaruhi dunia sekeliling kita dengan cara yang positif. Sebagai hasilnya, pikiran anda menjadi ringan dan bahagia setiap saat. Bagus kan !

Keuntungan dari Cinta Kasih

Banyak sekali keuntungan dari mempraktekkan Cinta Kasih:
Anda lebih dapat tidur dengan mudah dan nyenyak, waktu anda bangun tidur, anda bangun dengan mudah dan cepat. Banyak orang menyukai anda. Wajah anda menjadi bersinar dan cantik, Jika anda mempraktekkan cinta kasih, pikiran anda akan lebih bersih daripada jenis meditasi lainnya. Sesungguhnya sang Buddha menyebutkan jenis meditasi ini lebih banyak daripada meditasi “Kesadaran Pernafasan”. Jadi anda perhatikan betapa pentingnya meditasi Cinta Kasih ini.



Jumat, 10 September 2021

Cara Terbaik Berdamai dan Hidup Berdampingan Dengan Covid 19

 


Mulai dua bulan yang lalu hingga hari ini saya menerima banyak sekali kabar saudara, sahabat-sahabat yang saya sayangi mereka terjangkit Covid-19. 

Sedih mendengarnya… saya berharap semuanya bisa melewati fase ini dengan baik, kembali pulih dan dalam kondisi kesehatan terbaiknya. 


Semoga kondisi ini lekas berlalu, semoga tubuh dan pikiran kita bisa melampaui fase ini dengan sebaik-baiknya. 

Banyak hal… banyak kejadian di dunia ini semua terjadi di luar kontrol kita.

Satu-satunya yang bisa kontrol hanya pikiran kita dan cara kita mengatasinya sehingga kita tidak dikalahkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan,

Itulah KEKUATAN kita 


Hanya berbagi pandangan sederhana saya:

Walaupun saya kehilangan Seseorang yang menjadi bagian penting hidup keluarga kami yaitu Suami saya tercinta di pertengahan Oktober 2020 tahun lalu penyebab awal adalah covid-19, 

saya tidak pernah menganggap covid adalah musuh, 

kenapa? Karena ketika kita menganggap sedang memiliki musuh, sistem tubuh kita terlalu waspada, terlalu stres atau ketakutan, sehingga kita selalu dalam mode siaga, 

tentunya tubuh butuh energy besar dan sangat melelahkan, 

( padahal ini belum dibutuhkan) 


Nah…ketika virus benar-benar menyerang dan sistem pertahanan kita benar-benar dibutuhkan mereka sudah kehilangan daya tempurnya karena energinya sudah dihabiskan untuk siaga entah berapa lama.

Lalu kita supply dengan berbagai macam suplemen dengan harapan bisa membantu sistem imun…

 jangan lupakan juga apapun yang masuk butuh waktu untuk diproses oleh tubuh ( prosesnya juga butuh energi) yang juga sebagian besar energinya sedang digunakan untuk menghadapi  virus yang menginvasi sel-sel tubuh kita.


Jadi kembali lagi ke poin awal bahwasanya satu-satunya yang bisa kontrol hanyalah diri kita yaitu tindakan pencegahan, supply makanan sehat dan aktifitas penunjang imun 

Juga cara kita berpikir, 

keyakinan penuh kita pada sistem pertahanan sempurna yang dianugerahkan Tuhan pada kita itu adalah sumber kedamaian dan ketenangan dari dalam ( Perisai sekaligus obat Alami) 

Penuhi hati dengan cinta pancarkan cinta pada semesta dan energi cinta dari semesta kembali berlipat-lipat meregenerasi sel-sel tubuh kita, otomatis tidak ada yang namanya stress lagi. Virus berkunjung pun dalam waktu singkat sudah buru2 pamitan karena sistem pertahanan tubuh kita kondisinya bagus dan seimbang. 


Saat kondisi seperti ini… terutama untuk Teman-teman yang sedang sakit atau pemulihan hindari fokus lihat berita pada jumlah korban yang meninggal atau terinfeksi nanti kita tambah stres dan ketakutan,


Alihkan fokus dan pelajari bagaimana pengalaman orang-orang yang telah berhasil sembuh jumlahnya juga lebih banyak bukan? Itu lebih memberikan motivasi dan manfaat lebih untuk proses penyembuhan.

Dengarkan musik semangat, nonton video lucu, cinta kasih, canda tawa, dan pastinya berdoa/ibadah

 adalah jalan menuju percepatan pemulihan 


Kita percaya dan bersyukur tubuh kita sudah diberi pengobatan-perawatan medis dengan baik, asupan nutrisi yang bagus, istirahatkan tubuh,

selanjutnya Kita bangun kekuatan dari dalam diri bahwa kepercayaan kita pada sistem pertahanan tubuh kita begitu sempurna, seperti kita sangat percaya dan yakin pada kesempurnaan yang Maha Menciptakan kita.

Nah… Inner Power Special Gift bawaan dari Tuhan ini yang sering atau tidak kita sadari ðŸ˜Œpadahal Keyakinan pada kekuatan diri ini jalan tol yang menghubungkan kita langsung pada kekuatan Sang Sumber Ilahi ( Tuhan)

Jadi… sebenarnya hubungan kita denganNya itu sangat dekat sekali, lebih dekat dari urat nadi di leher kita, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.


Jadi keadaan di luar bisa saja diluar kontrol kita, tapi keadaan dalam pikiran dan batin kita akan tetap stabil di tengah, sesekali akan terpengaruh oleh pemicu-pemicu dari luar jadi sangat alami jika terhempas ke kanan-kiri untuk menyeimbangkan seperti layaknya pendulum, tetapi akan cepat kembali stabil dan tenang lagi, karena kita punya keyakinan kuat yang berpegangan dan terhubung langsung pada kekuatan yang tak terbatas ( Divine Source)


Jangan perberat sistem kerja tubuh kita lagi dengan kekhawatiran, stres dan ketakutan karena itu yang lebih berbahaya karena stres menyedot banyak sekali energi tubuh, padahal sistem pertahanan tubuh pun sedang butuh banyak energi untuk berperang melawan virus ataupun untuk fase pemulihan.


Okey… teman2ku tersayang, 

tetap semangat dan positif thinking, percaya penuh pada tubuh kita bisa menyembuhkan dirinya dengan baik, seperti keyakinan kita pada Tuhan yg menciptakan Tubuh kita. 



Sending You 

Lots of Love & Healing Energy

Minggu, 23 November 2014

Cara Sehat Lahir Batin dengan Meditasi

Meditasi bukan ritual agama, meditasi bukan dogma agama. Tujuan meditasi bukan untuk mengubah orang berpindah agama Buddha, Meditasi melampaui batas dan sekat agama, bangsa, ras, kedudukan, status, dsb. 
Meditasi bukan belajar magic, hipnotis, mentalis, klenik, santet, dan sihir. Meditasi bukan mau menjadi paranormal, dukun, ahli santet, sihir, feng shui. 
Tapi meditasi bisa mengubah orang jahat menjadi baik dan benar, bahkan bisa jadi orang suci.
 




Meditasi adalah esensi (intisari pokok) ajaran Buddha Gotama untuk mencapai hidup lahir dan batin. Karena itu, umat manusia perlu mempelajari dan praktik meditasi, tidak peduli orang itu agamanya apa. Sebab, meditasi adalah pelatihan menenangkan pikiran dan akhirnya untuk mengendalikannya. Alasannya manusia punya pikiran, karena pikiran adalah ‘pilar’ yang amat menentukan hidup manusia.
Meditasi tak hanya mendatangkan . Kondisi dalam diam dan hening adalah momen tepat untuk Anda bisa mengenal diri lebih dalam. Tak hanya itu, energi positif dapat diperoleh saat Anda rutin bermeditasi.
Jika Anda merasa sudah waktunya memperoleh keheningan dan kedamaian dalam hidup, atau meredakan “kegilaan” dan , cobalah bermeditasi. Berikut, lima manfaat meditasi sebagaimana diulas Times of India.

Manfaat yang Didapat dari Meditasi

Rasa damai
Meditasi tidak harus menjadi sebuah proses yang panjang. Anda hanya perlu menutup mata, diam, memperhatikan tubuh, dan berfokus pada napas Anda. Dalam beberapa menit, Anda akan merasa rileks.

Kejelasan dan fokus
Seiring waktu, meditasi membantu Anda bisa konsentrasi dengan lebih baik pada setiap aktivitas. Anda pun akan dapat melihat berbagai hal lebih objektif dan jernih.

Kesehatan holistik
Meditasi bagus untuk Anda secara internal maupun eksternal. Banyak yang percaya bahwa meditasi membantu menyembuhkan dan merilekskan organ-organ tubuh. Manfaat tersebut salah satunya terlihat pada yang semakin bercahaya.

Pembunuh stres
Meditasi terutama berguna pada saat-saat sedih, stres, dan di bawah tekanan. Meditasi memungkinkan Anda untuk melepaskan timbunan racun dan energi negatif dalam tubuh, seperti rasa takut, khawatir, dan cemas.
Siapapun bisa melakukannya
Anda bisa bermeditasi lewat arahan yang diberikan buku, browsing internet, ataupun membeli CD petunjuk meditasi. Meditasi merupakan alat penting untuk mengatasi stres dan mengelola tanggung jawab yang datang pada setiap siklus kehidupan manusia.

Cara Meditasi

Persiapan
  • Carilah tempat yang Anda anggap cocok untuk bermeditasi yaitu tempat dimana kita bisa menyendiri tanpa gangguan, adalah yang terbaik.
  • Waktu : Tergantung pada suasana dan kecenderungan pribadi masing-masing, dapat dilakukan pada pagi/dini hari atau pada malam hari.
  • Siapkan bantal tipis sebagai alas ( kalau saya menggunakan lembaran karet sandal berukuran 60 Cm x 60 cm yang telah dimasukkan ke sarung bantal dari kain, agar disaat duduk ber-sila posisi badan tetap stabil, berbeda dengan bantal yang berisi kapuk atau spon/karet busa, yang menurut saya kurang stabil ).
  • Duduklah pada posisi kaki dilipat (bersila), kedua telapak tangan diletakkan diatas pangkuan dengan posisi badan yang tegak. ( kalau membungkuk, pinggang kita akan mudah terasa capai, karena berat badan tertumpu kedepan ).
Lakukan
  • Lakukan pembacaan doa pembersihan tubuh, mulut dan tempat, seperti biasa yang Anda lakukan (hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan disaat pikiran kita sedang berkonsentrasi penuh).
  • Duduklah secara rileks…serileks mungkin, kemudian pejamkan mata.
  • Tempelkan lidah Anda ke langit-langit mulut…lalu perhatian dipusatkan ke ujung hidung dan mulai mengamati gerakan masuk dan keluarnya napas. Tidak perlu menghitung…hanya mengamati nafas Anda saja, Kita tidak perlu memperhatikan berapa panjang atau pendek, keras atau lemahnya pernafasan, biarkan nafas Anda keluar dan masuk secara wajar…
  • Amati jalannya pernafasan yang masuk melalui ujung hidung, ke bagian dada dan ke daerah perut. Dan pada saat mengeluarkan nafas, permulaan dari daerah perut, menuju ke dada dan akhirnya melalui ujung hidung. Kita secara terus menerus mengamati tiga tempat ini supaya pikiran menjadi tenang, tujuannya adalah untuk membatasi aktivitas mental/pikiran sedemikian rupa hingga kesadaran dan mawas diri dapat timbul dengan mudah.
  • Selanjutnya jika sudah terampil mengamati tiga tempat jalan pernapasan ini, kita dapat mulai berkonsentrasi hanya pada ujung hidung saja, Tugas kita cukup sederhana, kita tidak perlu mengikuti pernafasan lagi, tapi kita cukup menimbulkan kesadaran pada ujung hidung dan memperhatikan itu keluar dan masuk pada satu tempat. jagalah kesadaran ini terus-menerus….tidak ada lagi yang harus dikerjakan, selain bernapas.
Gangguan

Bila perhatian mulai beralih terhadap gangguan dari luar, misalnya suara berisik ataupun gigitan nyamuk ataupun gangguan dari dalam diri sendiri, misalnya khayalan, ingatan-ingatan, pikiran-pikiran, kaki kesemutan dll. Sebaiknya Anda bersabar dan kembali mengalihkan perhatian ke pernapasan, kita harus senantiasa berteguh hati dan tetap menjaga kesadaran ini, beberapa pengaruh mental yang lemah dapat timbul dari waktu ke waktu dan kesadaran kita memegang peranan penting.
Demikianlah konsentrasi dan kesadaran akan hadir pada saat yang sama.
Lakukan meditasi ini sedikitnya 30 menit setiap hari dan Anda dapat menambahnya setiap Anda merasa telah ada kemajuan dalam menenangkan pikiran.



Source