Tampilkan postingan dengan label Wisata Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Jawa Tengah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2015

Mengejar Golden Sunset di Waduk Gajah Mungkur

Golden Sunset di Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah waduk yang terletak 3 km di selatan Kota kabupaten WonogiriProvinsi Jawa Tengah. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo
Mulai dibangun pada akhir tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978.
 Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan ini bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah SukoharjoKlatenKaranganyar dan Sragen. Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt. Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa ke Sitiung, wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Waduk ini direncanakan bisa berumur sampai 100 tahun. Namun, sedimentasi yang terjadi menyebabkan umur waduk ini diperkirakan tidak akan lama. Perum Jasa Tirta Bengawan Solo kewalahan untuk melakukan perawatan terhadap Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang menjadi tugasnya. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang parah menyebabkan sedimentasi waduk sangat tinggi.





Waduk Gajah Mungkur juga merupakan tempat rekreasi yang sangat indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat memancing. Selain itu dapat pula menikmati olah raga layang gantung (Gantole). Terdapat juga taman rekreasi "Sendang" yang terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri. Pada musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar waduk kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung.









my Lovely Boy


Minggu, 12 April 2015

Umbul Sidomukti ; Menikmati Kolam Renang Alam di ketinggian Gunung Ungaran




Kolam Renang Alam UMBUL SIDOMUKTI, Bandungan,Ungaran

Hai... setelah sekian lama vakum karena berbagai kegiatan dan pekerjaan yang cukup menyita waktu dan perhatian saya sehingga acara travelling uka2 ala saya pun menjadi tertunda sekian lama, akhirnya... libur Paskah 3 Maret 2015 kemarin membawa langkah saya kembali berkunjung ke Gunung Ungaran.
Kali ini saya ingin sharing tentang perjalanan saya mengunjungi suatu permata alam yang terdapat di ketinggian 1200 Mdpl di Desa Sidomukti,Bandungan, lereng Gunung Ungaran, diapit oleh jurang dikedua sisinya menambah sisi keelokan tersendiri. Air yang memancar keluar itulah yang dinamakan "Umbul" Sidomukti
Akses menuju lokasi wisata ini dari Kota Ungaran anda dapat mengarahkan kendaraan anda menuju ke Bandungan, kemudian kira-kira 2km sebelum pasar Jimbaran,Bandungan belok kanan di Gang yang bertuliskan Kolam Renang Alam Umbul Sidomukti kemudian ikuti saja jalan sempit melewati perkampungan penduduk yang terus menanjak, sampai disini banyak papan petunjuk arah jadi kita tidak akan kesulitan menemukan lokasi tsb.

Sebelum sampai di lokasi kolam alam Umbul Sidomukti di kiri jalan kita akan menjumpai Basecamp Mawar yang merupakan salah satu Pos Pendakian Awal menuju puncak Gunung Ungaran, beberapa ratus meter setelahnya di kanan jalan terdapat Pondok Wisata Umbul Sidomukti yang merupakan salah satu penginapan dengan pemandangan indah di kawasan ini.

Setibanya disana saya memarkirkan kendaraan dan berjalan ke loket di Pintu Masuk kawasan kolam renang alam Umbul Sidomukti kami membeli karcis masuk Rp.10.000,-/Orang untuk hari libur.
Perjalanan menuju Umbul Sidomukti dengan melalui akses jalan yang sempit,berliku-liku dan menanjak membuat kami bertanya-tanya...Sebandingkah pemandangan alam juga keindahan yang disajikan oleh Umbul Sidomukti ini dengan perjalanan yang telah kami tempuh? Mari kita lihat....^_^

Jalan dari pintu masuk menuju kolam renang, kira-kira berjarak 1km


Pemandangan di sisi kanan jalan adalah rerimbunan perdu bunga ini dan sebelah kiri adalah jurang


Jika ingin naik kuda juga bisa, disini ditawarkan wisata berkuda dengan rute dan tarif tertentu, silahkan mencoba ^_^ ( saya lebih senang jika kuda dikaryakan begini daripada dijadikan bahan makanan/sate kuda, manusia oh manusia...semua dimakan *Sorry Curcol* )



Flying Fox Lembah: Dengan kedalaman lembah lebih dari 70 meter, sangat mungkin flying fox ini tertinggi di Indonesia. Tapi apapun nikmati saja detik-detik mendebarkannya. Melesat, lalu mendaratlah dengan rasa puas dan bangga.
Flying fox terusan : Duo flying fox (flying fox Lembah di lanjut dengan flying fox balik yang lebih panjang dan lebih tinggi) 
Marine Bridge : Atur keseimbangan dan nyali lalu melangkah pasti. Pijak dengan tepat atau terperosok. Terombang-ambing di atas ketinggian adalah tantangan dengan sensasi tersendiri. Marine Bridge serunya tidak bisa diceritakan. Jalani saja sendiri. Jadi….berani coba nggak????
Higest Triangle : (Magic Box, Badui Bridge, stick Bridge) Bersama magic box kita akan meluncur bersama, melintasi jalur pertama. Setelah itu siapkan nyali anda untuk melintasi jembatan kayu sepanjang 60 meter. Istirahatlah sejenak, di tower utama sambil menikmati pemandangan lembah sidomukti lalu lanjutkan perjalanan kembali melalui stick bridge.
ATV : Motor dengan roda 4, melaju melintasi track terjal 3 tingkatan. Sangat cocok untuk anda yang hobi balap. Coba dan pastikan anda menjadi juara.

Nah.... ini ada mainan asiiik buat yang berjiwa adventure, you must try!!! bakalan puas banget gelantungan flying fox dari ujung lembah ke lembah seberang dengan jurang dibawah, atau meniti jembatan goyang sepanjang sekian puluh meter di ketinggian hehehe.... 

Umbul Sidomukti memancarkan air dengan ketinggian 2-3 meter


Setelah berjalan beberapa saat kami pun tiba di lokasi kolam renang alam Umbul Sidomukti , didepan kami terdapat sebuah kolam dengan air yang menyembur "Umbul" dengan ketinggian sekitar 2-3 meter
berada di ketinggian lembah dengan diapit jurang dikedua disisinya, mata air Umbul Sidomukti berasal dari Tuk Ngetihan dan Tuk Watu Payung, kesegaran udara dan air sore itu berpadu dengan riuhnya pengunjung yang sedang mandi menikmati kesegaran air di pemandian Umbul Sidomukti yang dipercaya dapat memberikan berkah awet muda ^_^
Kolam ini terdapat dua undakan, yang atas diperuntukkan untuk dewasa, sedangkan yang bagian bawah dengan kedalaman disesuaikan untuk anak-anak dan balita.
Jadi sangat cocok dijadikan tujuan wisata alam untuk keluarga juga.

Di seberang nun jauh dibawah sana...tampak pemandangan kota Ungaran tersaji berbalut tipisnya kabut sore itu namun tetap tidak mengurangi keindahan alam lereng Gunung Ungaran.
Ananda pun langsung nekat dan tidak tahan untuk menceburkan diri dan berenang-renang disini (walaupun tidak bawa baju ganti :D )














Bahagianya melihat anakku bermain air dengan riang gembira.... perjalanan sejauh apapun tidak memberi rasa lelah bagiku,


Senja pun berangsur-angsur tiba, mengingatkan kami untuk menyudahi kunjungan kami disini. Jika ditanya sebandingkah akses menuju Umbul Sidomukti dengan kesegaran dan keindahan alam yang ditawarkan disini, saya menjawab : "Sangat Sebanding bahkan mungkin berlebih jika kita menyediakan waktu lebih lama untuk mengeksplorasi wilayah alam disini "
Sayangnya saya tiba disini sudah jam 16.30 jadi rasanya masih banyak yang belum dieksplore, waktu satu jam untuk bermain air masih kurang rasanya  ^_^



Suasana senja di Umbul Sidomukti


Suasana alam sekitar Umbul Sidomukti

Suasana senja di Umbul Sidomukti


Perjalanan kita sore itu tidak berakhir di Umbul Sidomukti saja, dari sini dengan membeli karcis masuk Rp.4000,-/Orang kita dapat melanjutkan perjalanan menuju kawasan Agrowisata menuju Pondok Kopi dan terdapat juga Pondok lesehan ikan bakar dan Vila yang disediakan oleh pihak pengelola. 
Akses jalan menuju Pondok Kopi lumayan terjal dan berkelok-kelok, pastikan kendaraan anda benar-benar fit dengan skill mengemudi yang menunjang, karena banyak mobil dan motor yang saya temui sepanjang jalan terpaksa berhenti karena tidak kuat menanjak. 
Sebagai penggemar kopi saya wajib dan nekat berkunjung kesini untuk menikmati kopi sore saya di ketinggian atas awan  sambil menyaksikan panorama alam ^_^ 
Dan setengah jam kemudian tibalah kami di kawasan pondok kopi dan vila, kabut tipis mulai turun hari semakin gelap dan terpaksa saya tidak bisa berlama-lama disini mengingat trek perjalanan turun yang lumayan sempit,curam dan berliku-liku dengan keterbatasan penglihatan saya ketika malam hari, maka dengan berat hati acara ngopi-ngopi cantik dipending sampai waktu yang tidak ditentukan, oiyaaa... dari sini juga merupakan Basecamp pendakian menuju puncak Gunung Ungaran 2050 Mdpl menurut informasi jarak dari basecamp pondok kopi ke puncak dapat ditempuh waktu normal 3 jam, dan ini menjadi alasan terkuat untuk saya kembali kesini...Semoga ^_^



Pondok Kopi di Ketinggian lereng gunung Ungaran 1200 Mdpl, menakjubkan...



Pemandangan Kota Ungaran dan Kota Semarang dari ketinggian gunung Ungaran

Akhirnya...perjalanan kami ke Umbul Sidomukti dan sekitarnya berakhir sore itu, kami kembali ke penginapan yang terletak berdekatan dengan Candi Gedongsongo, yang terletak di sisi lain lereng Gunung Ungaran. Terimakasih Tuhan untuk hari ini, kami merasa sangat terberkati ^_^


Kamis, 17 April 2014

Situs Cemoro Pogog ; Candi Purba yang Tersembunyi di Lereng Gunung Lawu

Hai kawan.... sesuai janji saya pada tulisan yang terdahulu, bahwa saya akan menulis tentang perjalanan dan penelusuran saya di dua situs peninggalan peradaban kuno yaitu situs Sendang Raja dan situs Candi Purba yang berada di lereng Gunung Lawu yang telah saya kunjungi ketika berada di Tahura,
seperti kita ketahui Tahura atau Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I, merupakan kawasan pelestarian alam untuk menunjang, pendidikan, pariwisata dan rekreasi.
Merupakan satu-satunya taman hutan raya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Didalam tahura ini terdapat berbagai jenis flora terdiri dari berbagai jenis vegetasi endemik, dan fauna yang sebagian merupakan fauna langka yang tidak kurang dari 34 jenis binatang. 
Disamping tempat rekreasi juga untuk kegiatan penelitian dan perkemahan.

LOKASI dan AKSES

Kawasan Tahura berada di kaki Gunung Lawu dengan ketinggian ± 1.200 m dpl tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapainya, dapat ditempuh dengan roda 2 dan roda 4 dengan jarak 36 km melalui jalur Solo – Karanganyar arah Tawangmangu.
Bila menggunakan transportasi umum, jika yang datang dari arah Solo bisa langsung naik bus dari terminal Tirtonadi, Solo yang menuju Karanganyar atau tepatnya ke Terminal Karangpandan. Kemudian oper dari Terminal Karangpandan dan naik bus jurusan Ngargoyoso. Perjalanan ke Desa Berjo dari Karanganyar memakan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan dari Solo memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan. 
Letak Tahura ini tepat di belakang Candi Sukuh

Setelah tiba di Tahura, saya pun bergegas menuju kantor informasi Tahura untuk menanyakan akses jalan dan informasi mengenai situs Candi Purba tersebut. Sebenarnya untuk Sendang Raja dan Candi Purba belum dibuka untuk umum, jika kita ingin berkunjung harus mengantongi ijin dari pihak Tahura.
dan saya berterimakasih sekali kepada Pak Husein yang memberikan ijin kepada saya , bahkan menghubungi mas Parno untuk menjadi penunjuk jalan bagi saya dan rombongan kecil saya.
Walaupun beberapa kali mereka sempat meragukan dan khawatir saya tidak akan kuat berjalan mencapai titik lokasi kedua situs tersebut karena jaraknya yang lumayan jauh sekitar 1,3 km.
Akhirnya saya bisa meyakinkan Pak Husein dan Mas Parno, bahwa tidak masalah dengan medannya :D karena sudah sering dan memang saya suka menjelajah alam walaupun dengan Gerry style (itu loh...si keong temannya Spongebob) tetapi selalu sukses koq :D, 
walaupun rekam jejak saya tidak terlalu membanggakan saya yakin pasti bisa (sok yakin! biarin...hahaha daripada krisis pede duluan)
kemudian mas Parno berpamitan untuk bersiap-siap dan sarapan terlebih dahulu sebelum mengantar kami.
sambil menunggu mas Parno sarapan saya dan rombongan menikmati suasana alam Tahura yang asri dan segar.

 Hujan rintik dan kabut mengiringi awal keberangkatan kami hari itu, bersyukur sekali saya dan anak-anak dipinjami payung dan mantel hujan oleh pihak Tahura sehingga perjalanan kami tidak terkendala oleh cuaca.

Semangat dan ceria menapaki jalan bebatuan diantara segar dan hijaunya pohon merbabu juga rerumputan

Sendang Raja

Sendang Raja berjarak sekitar 1,3 km dari kantor Tahura atau bisa ditempuh sekitar 45 menit - 1 jam berjalan kaki, merupakan sebuah kompleks Patirtan yang baru ditemukan dan sejak awal tahun 2014 ini mulai dieksplorasi oleh pihak Tahura. 
Seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Pak Husein staff dari Tahura, bahwa Sendang Raja masih dalam tahap penggalian dan penelitian lebih lanjut dan belum dibuka untuk kunjungan umum tanpa seijin pihak Tahura karena terletak lumayan jauh masuk ke perkebunan pohon kina yang di kelola Tahura.

Perjalanan menuju Sendang Raja berupa jalan setapak yang sudah tertata batu dengan rapi, memiliki pemandangan indah di sisi kanan kiri jalan membuat rasa lelah karena jalan yang sedikit menanjak di perbukitan tergantikan oleh hawa segar dan mata yang dimanjakan oleh indahnya alam khas pegunungan.

Menelusuri jalan setapak berbatu  menuju Sendang Raja

Proses penggalian pun masih dilakukan oleh Pihak Tahura sendiri, belum ada kunjungan atau tim peneliti dari Dinas Purbakala yang terjun kesini,  sehingga belum dapat diperkirakan ataupun dipastikan Sendang Raja ini dibuat pada masa atau era jaman apa. Tapi melihat lokasinya yang tidak berjauhan dengan situs arca kura-kura yang terletak di cemoro bulus, mungkin masih saling berkaitan dengan situs-situs sejarah dan purbakala yang tersebar di lereng gunung Lawu yang menyimpan sejuta misteri, kesakralan dan juga keindahan tentunya :)
Keunikan dari Sendang Raja memiliki lebih dari lima sumber mata air yang jernih dari satu kompleks petirtan di kawasan ini, saat saya berkunjung akhir bulan Maret 2014 belum banyak informasi yang dapat digali tentang situs ini. 
dari sini kita lanjutkan perjalanan kita menuju sebuah situs kuno yang menyerupai punden berundak.


Kejernihan tirta Sendang Raja


Situs Sendang Raja

Sendang Raja @Tahura



Situs Candi Purba

 

Setelah puas melihat-lihat dan merasakan kesegaran air di Sendang Raja, kami pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah situs purbakala yang juga pada awal tahun 2014 ini baru dibersihkan dan dieksplorasi.
Situs ini disebut-sebut sebagai situs candi purba.
Perjalanan menuju candi Purba melewati beberapa jenis  tumbuhan  perkebunan yang dikelola oleh pihak Tahura, akses jalan setapak terbilang cukup luas walaupun masih berupa tanah, tidak ada lagi bebatuan yang ditata rapi seperti saat kita menuju Sendang Raja.

 hampir 1 jam kami berjalan menyusuri jalan setapak dan menduga-duga dimanakah lokasinya karena sepertinya jalan ini tidak ada habisnya :D sementara Mas Parno sudah berada agak jauh di depan, disusul oleh Titi yang juga tidak kenal lelah (padahal dia membawa tas lumayan berat yang berisi kebutuhan logistik kami ) tapi jalannya asik-asik saja tuh hehehe....hebat!
saya lihat Ananda mulai kelelahan dan tempo jalannya mulai melambat, saya yang di bagian belakang pun melambat menyesuaikan ritme dengannya sesekali kami bercanda menghilangkan kelelahan dan saling menyemangati :D
sewaktu di Tahura , saya mendapat informasi katanya jarak tempuh  sekitar 1,3 km menuju ke situs candi purba,saya pun berpikir kalau hanya jarak segitu mampulah hehehe tiap sore juga trek jogging saya bersama  si "Boy' Golden Retriever lebih dari 3 km koq ;p , tapi kenyataannya sodara-sodara waduuh beneran itu bukan 1,3 km deh karena rasanya jauh banget nggak sampai-sampai hehehe!) 
Atau bisa juga 1,3 km tapi titik 0 nya entah dimulai darimana, akhirnya kami tertawa-tawa dan menghibur diri kami sendiri.
Di tengah-tengah perjalanan kami mendengar suara gemericik air yang semakin lama semakin jelas, ternyata di tengah jalan setapak ada sungai kecil dan jernih melintas, hehehe....bagaikan oase di padang pasir. Ananda langsung menceburkan diri ke sungai itu hahaha tapi tenang aja tidak basah semua koq karena hanya sebatas betis kaki kedalaman airnya dan segera mencuci muka, terasa segar kembali untuk melanjutkan perjalanan.
Akses jalan menuju situs candi purba menelusuri jalan setapak sedikit mendaki, ditengah perjalanan akan kita temui sungai kecil yang jernih

Setelah melewati sungai kecil ini jalan setapak semakin menanjak dan sempit juga licin, hampir setengah jam kami berjalan dan tibalah kami di suatu lokasi dataran tanah luas dan berkontur-kontur mirip seperti punden berundak. Tampak bekas-bekas pohon yang baru ditebang dan area lahan yang belum lama dibersihkan.
Tampak tumpukan bebatuan kuno tertata rapi,berbaris menyerupai sebuah punden berundak.
Jika anda sudah melihat Candi Kethek, maka bentuknya sangat mirip dengan candi Kethek. Hmm....satu lagi misteri peradaban kuno di Gunung Lawu yang terkuak.
bentuk arsitektur dan ukuran situs ini yang diketahui dari bentuk tumpukan batunya lebih luas beberapa kali lipat dari Candi Kethek ataupun Candi Sukuh.
saya menghitung ada 7 halaman teras candi yang membentuk undakan di lereng bukit, lagi-lagi sama persis dengan Candi Kethek.



Memasuki kawasan penemuan situs purba di lereng Lawu

Situs Candi Purba di Cemoro Pogog-Lereng Gunung Lawu
Karena terdapat pohon cemara pogog/buntung, maka situs ini dinamakan Situs Cemoro Pogog


 Salah satu penemu candi baru yang juga pengamat Gunung Lawu, Polet -biasa disapa Pak Po-, mengungkapkan, ihwal penemuan candi baru tersebut. Sejak sepekan, pihaknya menggali area di atas Candi Sukuh dan Candi Cetho. Dalam penggalian tersebut, rupanya ditemukan sebuah bangunan mirip candi.
Setelah yakni bangunan yang ditemukan tersebut adalah candi, pihaknya pun langsung menghubungi Dinas Kepurbakalaan Jawa Tengah dan melanjutkan penggalian. Dari analisa awal Dinas Kepurbakalaan, candi baru yang ditemukan tersebut masuk dalam katagori candi purba.

"Di atas Candi Sukuh sebelah utara ditemukan situs candi purba baru, ada di antara daerah Cemoro Pogog dan Cemoro Bulus. Terus di utara Candi Centho, kami temukan adanya sebuah sendang raja. Temuan itu memang belum ada namanya, tapi karena ditemukannya di daerah cemoro Pogog dan Cemoro bulus, maka candi tersebut dinamakan sesuai daerah di mana candi itu ditemukan," jelas Pak PO, saat ditemui Okezone di Ngargoyoso, Jumat (14/3/2014).

Dugaan candi baru itu termasuk candi purba bisa dilihat dari kontruksi bangunannya. Tidak ada goretan pahatan seperti pada bangunan candi pada umumnya. Prediksi sementara masyarakat di sana, ungkap Pak PO, candi tersebut merupakan candi purba yang dibangun saat zaman batu.

"Soalnya peradapan seperti pahat dan tatah belum ada di candi baru ini. Semua dari batu. Batunya pun belum begitu ada tatahan, jadi seperti batu gunung yang di tata jenisnya dari batu seperti fosil. Namun nanti biar Dinas Purbakala yang membuka," paparnya.

Meski tidak terdapat pahatan, diakuinya, bentuk bangunan sama dengan candi umumnya, yakni berupa stupa. Di candi tersebut juga terdapat pintu gerbang untuk pelataran, yang persis seperti Candi Sukuh. Hanya saja, ukuran candi baru tersebut diperkirakan lebih besar dari Candi Sukuh. 

Proses penggalian harus dilakukan dengan hati-hati, selain letak candi baru itu berada di ketinggian, konstruksi tanah di sana juga sangat berbahaya. Konstruksi tanah di sekitar candi baru tersebut sangat empuk dan rawan ambles.

Pak PO selama ini terlibat dalam penggalian sejarah peradaban manusia di sekitaran Gunung Lawu bersama Dinas Kepurbakalaan. Candi baru tersebut merupakan temuannya.
(Kutipan dari Okezone.com)

 

Hari pun beranjak sore, aku melirik jam tidak terasa sudah sekitar jam 16.00,  kabut yang tadi sempat tersingkap dengan kedatanganku sewaktu hening kemudian berganti dengan sinar sang surya yang cerah, kini sang kabut mulai turun kembali seolah kembali menutup tabirnya,
seperti peradaban purba ini yang tertutup begitu lama...bahkan terlampau lama.
dan alam seolah memberi tanda kunjunganku kali ini dicukupkan sampai disini,
masih banyak pertanyaan demi pertanyaan yang menggelayut dalam pemikiranku, masih banyak misteri yang belum terkuak di situs ini, masih butuh jalan yang panjang, fase penelitian dan pembuktian yang dalam lagi untuk mengungkap kebesaran peradaban masa lampau di lereng gunung Lawu ini.
Semoga di waktu yang akan datang semuanya akan terbuka dengan jelas untuk menambah pengetahuan kita semua tentang sejarah leluhur dan bangsa kita,
 Nusantara tercinta _/\_




Gallery Photo Situs Candi Purba di Lereng Lawu 

(Silahkan KLIK gambarnya untuk memperbesar )