Kamis, 17 April 2014

Situs Cemoro Pogog ; Candi Purba yang Tersembunyi di Lereng Gunung Lawu

Hai kawan.... sesuai janji saya pada tulisan yang terdahulu, bahwa saya akan menulis tentang perjalanan dan penelusuran saya di dua situs peninggalan peradaban kuno yaitu situs Sendang Raja dan situs Candi Purba yang berada di lereng Gunung Lawu yang telah saya kunjungi ketika berada di Tahura,
seperti kita ketahui Tahura atau Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I, merupakan kawasan pelestarian alam untuk menunjang, pendidikan, pariwisata dan rekreasi.
Merupakan satu-satunya taman hutan raya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Didalam tahura ini terdapat berbagai jenis flora terdiri dari berbagai jenis vegetasi endemik, dan fauna yang sebagian merupakan fauna langka yang tidak kurang dari 34 jenis binatang. 
Disamping tempat rekreasi juga untuk kegiatan penelitian dan perkemahan.

LOKASI dan AKSES

Kawasan Tahura berada di kaki Gunung Lawu dengan ketinggian ± 1.200 m dpl tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapainya, dapat ditempuh dengan roda 2 dan roda 4 dengan jarak 36 km melalui jalur Solo – Karanganyar arah Tawangmangu.
Bila menggunakan transportasi umum, jika yang datang dari arah Solo bisa langsung naik bus dari terminal Tirtonadi, Solo yang menuju Karanganyar atau tepatnya ke Terminal Karangpandan. Kemudian oper dari Terminal Karangpandan dan naik bus jurusan Ngargoyoso. Perjalanan ke Desa Berjo dari Karanganyar memakan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan dari Solo memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan. 
Letak Tahura ini tepat di belakang Candi Sukuh. 

Setelah tiba di Tahura, saya pun bergegas menuju kantor informasi Tahura untuk menanyakan akses jalan dan informasi mengenai situs Candi Purba tersebut. Sebenarnya untuk Sendang Raja dan Candi Purba belum dibuka untuk umum, jika kita ingin berkunjung harus mengantongi ijin dari pihak Tahura.
dan saya berterimakasih sekali kepada Pak Husein yang memberikan ijin kepada saya , bahkan menghubungi mas Parno untuk menjadi penunjuk jalan bagi saya dan rombongan kecil saya.
Walaupun beberapa kali mereka sempat meragukan dan khawatir saya tidak akan kuat berjalan mencapai titik lokasi kedua situs tersebut karena jaraknya yang lumayan jauh sekitar 1,3 km.
Akhirnya saya bisa meyakinkan Pak Husein dan Mas Parno, bahwa tidak masalah dengan medannya :D karena sudah sering dan memang saya suka menjelajah alam walaupun dengan Gerry style (itu loh...si keong temannya Spongebob) tetapi selalu sukses koq :D, 
walaupun rekam jejak saya tidak terlalu membanggakan saya yakin pasti bisa (sok yakin! biarin...hahaha daripada krisis pede duluan)
kemudian mas Parno berpamitan untuk bersiap-siap dan sarapan terlebih dahulu sebelum mengantar kami.
sambil menunggu mas Parno sarapan saya dan rombongan menikmati suasana alam Tahura yang asri dan segar.

 Hujan rintik dan kabut mengiringi awal keberangkatan kami hari itu, bersyukur sekali saya dan anak-anak dipinjami payung dan mantel hujan oleh pihak Tahura sehingga perjalanan kami tidak terkendala oleh cuaca.

Semangat dan ceria menapaki jalan bebatuan diantara segar dan hijaunya pohon merbabu juga rerumputan

Sendang Raja

Sendang Raja berjarak sekitar 1,3 km dari kantor Tahura atau bisa ditempuh sekitar 45 menit - 1 jam berjalan kaki, merupakan sebuah kompleks Patirtan yang baru ditemukan dan sejak awal tahun 2014 ini mulai dieksplorasi oleh pihak Tahura. 
Seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Pak Husein staff dari Tahura, bahwa Sendang Raja masih dalam tahap penggalian dan penelitian lebih lanjut dan belum dibuka untuk kunjungan umum tanpa seijin pihak Tahura karena terletak lumayan jauh masuk ke perkebunan pohon kina yang di kelola Tahura.

Perjalanan menuju Sendang Raja berupa jalan setapak yang sudah tertata batu dengan rapi, memiliki pemandangan indah di sisi kanan kiri jalan membuat rasa lelah karena jalan yang sedikit menanjak di perbukitan tergantikan oleh hawa segar dan mata yang dimanjakan oleh indahnya alam khas pegunungan.

Menelusuri jalan setapak berbatu  menuju Sendang Raja

Proses penggalian pun masih dilakukan oleh Pihak Tahura sendiri, belum ada kunjungan atau tim peneliti dari Dinas Purbakala yang terjun kesini,  sehingga belum dapat diperkirakan ataupun dipastikan Sendang Raja ini dibuat pada masa atau era jaman apa. Tapi melihat lokasinya yang tidak berjauhan dengan situs arca kura-kura yang terletak di cemoro bulus, mungkin masih saling berkaitan dengan situs-situs sejarah dan purbakala yang tersebar di lereng gunung Lawu yang menyimpan sejuta misteri, kesakralan dan juga keindahan tentunya :)
Keunikan dari Sendang Raja memiliki lebih dari lima sumber mata air yang jernih dari satu kompleks petirtan di kawasan ini, saat saya berkunjung akhir bulan Maret 2014 belum banyak informasi yang dapat digali tentang situs ini. 
dari sini kita lanjutkan perjalanan kita menuju sebuah situs kuno yang menyerupai punden berundak.


Kejernihan tirta Sendang Raja


Situs Sendang Raja

Sendang Raja @Tahura



Situs Candi Purba

 

Setelah puas melihat-lihat dan merasakan kesegaran air di Sendang Raja, kami pun melanjutkan perjalanan menuju sebuah situs purbakala yang juga pada awal tahun 2014 ini baru dibersihkan dan dieksplorasi.
Situs ini disebut-sebut sebagai situs candi purba.
Perjalanan menuju candi Purba melewati beberapa jenis  tumbuhan  perkebunan yang dikelola oleh pihak Tahura, akses jalan setapak terbilang cukup luas walaupun masih berupa tanah, tidak ada lagi bebatuan yang ditata rapi seperti saat kita menuju Sendang Raja.

 hampir 1 jam kami berjalan menyusuri jalan setapak dan menduga-duga dimanakah lokasinya karena sepertinya jalan ini tidak ada habisnya :D sementara Mas Parno sudah berada agak jauh di depan, disusul oleh Titi yang juga tidak kenal lelah (padahal dia membawa tas lumayan berat yang berisi kebutuhan logistik kami ) tapi jalannya asik-asik saja tuh hehehe....hebat!
saya lihat Ananda mulai kelelahan dan tempo jalannya mulai melambat, saya yang di bagian belakang pun melambat menyesuaikan ritme dengannya sesekali kami bercanda menghilangkan kelelahan dan saling menyemangati :D
sewaktu di Tahura , saya mendapat informasi katanya jarak tempuh  sekitar 1,3 km menuju ke situs candi purba,saya pun berpikir kalau hanya jarak segitu mampulah hehehe tiap sore juga trek jogging saya bersama  si "Boy' Golden Retriever lebih dari 3 km koq ;p , tapi kenyataannya sodara-sodara waduuh beneran itu bukan 1,3 km deh karena rasanya jauh banget nggak sampai-sampai hehehe!) 
Atau bisa juga 1,3 km tapi titik 0 nya entah dimulai darimana, akhirnya kami tertawa-tawa dan menghibur diri kami sendiri.
Di tengah-tengah perjalanan kami mendengar suara gemericik air yang semakin lama semakin jelas, ternyata di tengah jalan setapak ada sungai kecil dan jernih melintas, hehehe....bagaikan oase di padang pasir. Ananda langsung menceburkan diri ke sungai itu hahaha tapi tenang aja tidak basah semua koq karena hanya sebatas betis kaki kedalaman airnya dan segera mencuci muka, terasa segar kembali untuk melanjutkan perjalanan.
Akses jalan menuju situs candi purba menelusuri jalan setapak sedikit mendaki, ditengah perjalanan akan kita temui sungai kecil yang jernih

Setelah melewati sungai kecil ini jalan setapak semakin menanjak dan sempit juga licin, hampir setengah jam kami berjalan dan tibalah kami di suatu lokasi dataran tanah luas dan berkontur-kontur mirip seperti punden berundak. Tampak bekas-bekas pohon yang baru ditebang dan area lahan yang belum lama dibersihkan.
Tampak tumpukan bebatuan kuno tertata rapi,berbaris menyerupai sebuah punden berundak.
Jika anda sudah melihat Candi Kethek, maka bentuknya sangat mirip dengan candi Kethek. Hmm....satu lagi misteri peradaban kuno di Gunung Lawu yang terkuak.
bentuk arsitektur dan ukuran situs ini yang diketahui dari bentuk tumpukan batunya lebih luas beberapa kali lipat dari Candi Kethek ataupun Candi Sukuh.
saya menghitung ada 7 halaman teras candi yang membentuk undakan di lereng bukit, lagi-lagi sama persis dengan Candi Kethek.



Memasuki kawasan penemuan situs purba di lereng Lawu

Situs Candi Purba di Cemoro Pogog-Lereng Gunung Lawu
Karena terdapat pohon cemara pogog/buntung, maka situs ini dinamakan Situs Cemoro Pogog


 Salah satu penemu candi baru yang juga pengamat Gunung Lawu, Polet -biasa disapa Pak Po-, mengungkapkan, ihwal penemuan candi baru tersebut. Sejak sepekan, pihaknya menggali area di atas Candi Sukuh dan Candi Cetho. Dalam penggalian tersebut, rupanya ditemukan sebuah bangunan mirip candi.
Setelah yakni bangunan yang ditemukan tersebut adalah candi, pihaknya pun langsung menghubungi Dinas Kepurbakalaan Jawa Tengah dan melanjutkan penggalian. Dari analisa awal Dinas Kepurbakalaan, candi baru yang ditemukan tersebut masuk dalam katagori candi purba.

"Di atas Candi Sukuh sebelah utara ditemukan situs candi purba baru, ada di antara daerah Cemoro Pogog dan Cemoro Bulus. Terus di utara Candi Centho, kami temukan adanya sebuah sendang raja. Temuan itu memang belum ada namanya, tapi karena ditemukannya di daerah cemoro Pogog dan Cemoro bulus, maka candi tersebut dinamakan sesuai daerah di mana candi itu ditemukan," jelas Pak PO, saat ditemui Okezone di Ngargoyoso, Jumat (14/3/2014).

Dugaan candi baru itu termasuk candi purba bisa dilihat dari kontruksi bangunannya. Tidak ada goretan pahatan seperti pada bangunan candi pada umumnya. Prediksi sementara masyarakat di sana, ungkap Pak PO, candi tersebut merupakan candi purba yang dibangun saat zaman batu.

"Soalnya peradapan seperti pahat dan tatah belum ada di candi baru ini. Semua dari batu. Batunya pun belum begitu ada tatahan, jadi seperti batu gunung yang di tata jenisnya dari batu seperti fosil. Namun nanti biar Dinas Purbakala yang membuka," paparnya.

Meski tidak terdapat pahatan, diakuinya, bentuk bangunan sama dengan candi umumnya, yakni berupa stupa. Di candi tersebut juga terdapat pintu gerbang untuk pelataran, yang persis seperti Candi Sukuh. Hanya saja, ukuran candi baru tersebut diperkirakan lebih besar dari Candi Sukuh. 

Proses penggalian harus dilakukan dengan hati-hati, selain letak candi baru itu berada di ketinggian, konstruksi tanah di sana juga sangat berbahaya. Konstruksi tanah di sekitar candi baru tersebut sangat empuk dan rawan ambles.

Pak PO selama ini terlibat dalam penggalian sejarah peradaban manusia di sekitaran Gunung Lawu bersama Dinas Kepurbakalaan. Candi baru tersebut merupakan temuannya.
(Kutipan dari Okezone.com)

 

Hari pun beranjak sore, aku melirik jam tidak terasa sudah sekitar jam 16.00,  kabut yang tadi sempat tersingkap dengan kedatanganku sewaktu hening kemudian berganti dengan sinar sang surya yang cerah, kini sang kabut mulai turun kembali seolah kembali menutup tabirnya,
seperti peradaban purba ini yang tertutup begitu lama...bahkan terlampau lama.
dan alam seolah memberi tanda kunjunganku kali ini dicukupkan sampai disini,
masih banyak pertanyaan demi pertanyaan yang menggelayut dalam pemikiranku, masih banyak misteri yang belum terkuak di situs ini, masih butuh jalan yang panjang, fase penelitian dan pembuktian yang dalam lagi untuk mengungkap kebesaran peradaban masa lampau di lereng gunung Lawu ini.
Semoga di waktu yang akan datang semuanya akan terbuka dengan jelas untuk menambah pengetahuan kita semua tentang sejarah leluhur dan bangsa kita,
 Nusantara tercinta _/\_




Gallery Photo Situs Candi Purba di Lereng Lawu 

(Silahkan KLIK gambarnya untuk memperbesar )
































Sabtu, 05 April 2014

Taman Hutan Raya K.G.P.A.A Mangkunagoro I ; Belajar, Bermain dan Rekreasi di Alam itu Seru dan Mengasyikkan!



Tahura K.G.P.AA Mangkunagoro I

 Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I, merupakan kawasan pelestarian alam untuk menunjang, pendidikan, pariwisata dan rekreasi.
Merupakan satu-satunya taman hutan raya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Didalam tahura ini terdapat berbagai jenis flora terdiri dari berbagaui jenis vegetasi endemik, dan fauna yang sebagian merupakan fauna langka yang tidak kurang dari 34 jenis binatang. Disamping tempat rekreasi juga untuk kegiatan penelitian dan perkemahan. Terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar tepat berada dibelakang Candi Sukuh. Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, MCK, area perkemahan.

 Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I, Secara struktur organisasi dikelola oleh Balai Penelitian Tumbuhan dan Pengelolaan Taman Hutan Raya (BPTP Tahura) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pengelola adalah patroli menggunakan motor dan kuda, pemeliharaan koleksi satwa, persemaian dan rehabilitasi hasil hutan. 

 Sebagai taman rekreasi dan lokasi Penelitian Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I juga dapat dijadikan gudang ilmu pengetahuan. Keanekaragaman flora dan fauna dapat dikembangkan sebagai media pendidikan dan penelitian. Dikawasan ini terdapat Taman Bougenvile, dengan berbagai macam spesies bunga bougenvile, yang warna warni dan menyejukkan mata. merupakan tempat yang tepat untuk meneliti keanekargaman tumbuhan yang ada disini.

 Lokasi dan Akses




 Kawasan ini berada di kaki Gunung Lawu dengan ketinggian ± 1.200 m dpl tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapainya, dapat ditempuh dengan roda 2 dan roda 4 dengan jarak 36 km melalui jalur Solo – Karanganyar arah Tawangmangu.
Bila menggunakan transportasi umum, jika yang datang dari arah Solo bisa langsung naik bus dari terminal Tirtonadi, Solo yang menuju Karanganyar atau tepatnya ke Terminal Karangpandan. Kemudian oper dari Terminal Karangpandan dan naik bus jurusan Ngargoyoso. Perjalanan ke Desa Berjo dari Karanganyar memakan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan dari Solo memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan. 
Letak Tahura ini tepat di belakang Candi Sukuh.


Setelah Memasuki Pintu Gerbang, kita akan disambut dengan pepohonan rindang dan segar di kanan-kiri jalan
Hmm....begitu memasuki pintu gerbang kawasan Tahura kami langsung  disajikan barisan pepohononan yang tertata rapi diselingi rumput menghijau. Kemana saja aku selama ini? sampai tidak mengetahui surga lain yang tersembunyi di lereng Gunung Lawu ini? padahal sudah sering saya berkunjung ke Candi Sukuh.
Suasana disini sangat tenang dan asyik dijadikan tempat bercengkrama bersama keluarga.





Wisata Alam dan Wisata Sejarah yang di kelola oleh Tahura K.G.P.AA Mangkunegoro I :

 

 Sangat menarik berkunjung dan berwisata alam di Tahura ini, karena Tahura memiliki beragam destinasi wisata yang dikelola disini, kita bisa berwisata alam maupun wisata sejarah disini, sebenarnya... tujuan saya ke Tahura adalah untuk mengunjungi situs penemuan sejarah yang diduga dari peradaban purba, tapi siapa sangka saya menemukan bonus-bonus lain sebanyak ini dalam satu kawasan :D dan jelas itu membahagiakanku!

 1. Situs Cemoro Bulus
Sayangnya  karena keterbatasan waktu saya belum bisa berkunjung secara langsung ke situs ini, jadi saya belum bisa menyajikan gambarnya . Dari perbincangan saya dengan Pak Husein salah satu staff di Tahura , beliau menceritakan bahwa Situs Cemoro Bulus adalah Sebuah Arca Kura-kura, yang mirip dan masih ada kaitannya dengan peninggalan purbakala seperti di Candi Sukuh., dan ada yang mengatakan bahwa situs Cemoro Bulus ini merupakan portal gaib menuju puncak Lawu.
Dalam Mitologi Hindu sendiri  Arca kura – kura  melambangkan Bhur Loka atau alam bawah yaitu dasar gunung Mahameru.


2. Sendang Raja
Sendang Raja adalah suatu sumber mata air / patirtan peninggalan zaman duluyang baru ditemukan oleh pihak pengelola Tahura, akan saya tuturkan secara terpisah di catatan perjalanan berikutnya ya :)


"Sendang Raja" Penemuan Situs Sejarah di Lereng Lawu


3. Air Terjun Parang Ijo
 Eksotisme air terjun Parang Ijo yang membuat saya terpesona ternyata bisa diakses via Tahura juga loh, hanya berjarak sekitar 500 meter, saya membayangkan sepertinya asyik nih camping disini saat purnama, sorenya  trekking menikmati segarnya air terjun parang Ijo, kurang apalagi coba? hahaha... jadi semangat ngumpulin gear buat camping :p
Saya sempat bercakap-cakap dengan Pak Husein dari Tahura, beliau menuturkan bahwa kawasan air terjun Parang Ijo  masuk wilayah Tahura dan Perhutani, dulunya air terjun tersebut dikelola secara mandiri oleh koperasi warga masyarakat, namun karena ada kecenderungan dikuasai pengelolaannya secara pribadi, kemudian saat ini di kelola oleh Tahura. Catatan Perjalanan saya ke air terjun Parang ijo bisa dibaca lengkap DISINI


Eksotisme air terjun Parang Ijo

4. Goa Angin
Sementara ini untuk Goa Angin dan Goa Jepang saya belum bisa menulis apapun, karena memang belum sempat mengunjungi, mungkin lain kali akan saya update, atau mungkin ada kawan-kawan yang sudah mengunjunginya monggo bantu saya untuk melengkapinya, maturnuwun :)

5. Goa Jepang
IDEM


6. Puncak Gunung Lawu
 Ternyata.... saya baru tahu kalau hiking ke puncak Lawu bisa melalui Tahura ( banyak memang yang saya belum tahu hahaha!)  atau di kalangan pendaki biasa dikenal Jalur Pendakian Gunung Lawu via Candi Sukuh. Jarak dari Tahura ke Puncak Lawu sekitar 10 km. 
Oiya...perjalanan saya kemarin ditemani oleh mas Parno sebagai guide saya ketika mengunjungi sendang Raja dan situs Candi Purba.
sepanjang perjalanan menuju sendang Raja di pepohonan ada plang yang bertulis "Tahura-Pos 1" Iseng-iseng saya bertanya pada mas Parno: "Mas...sudah pernah ke puncak Lawu?"
Mas Parno menjawab; "Sampun (sudah) bu...saya yang buka jalur aksesnya, nanti akan ketemu jalurnya di Cokro Srengenge/Pos V via Cemoro Kandang"
hahaha...salah nanya saya, gubrak! *malu. 
 Bukan pernah lagi..tapi mas Parno ini yang buka lintasan trekkingnya. menurut mas Parno,Puncak Lawu bisa ditempuh 4-5 jam via jalur pendakian Tahura. Tapi kalau saya dengan gaya keong diselingi ngesot santay sembari foto-foto mungkin 8-10 jam kali ya hehehe! 
( Gak apa2 yang penting sampai ya... #Edisi MenghiburDiriSendiri :p )



Jalurnya lumayan terjal karena sewaktu dibuka memang untuk lomba lintas alam, rencananya mas Parno dkk akan membuat jalur pendakian yang sedikit landai/memutar. Oiya Dear...dari Tahura sampai Pos 1 jalurnya sudah bagus berupa jalan setapak disusun bebatuan, tetapi mulai Pos 1 sampai puncak ya jalan setapak biasa , petunjuk arah menuju puncak sudah ada, dan paling jauh adalah 50 meter, jadi kemungkinan anda tersesat kecil sekali. 
Selama ini jalur pendakian Lawu yang paling terkenal keindahan alamnya via jalur Candi Cetho, ternyata...ada juga yang tak kalah indahnya via jalur pendakian Tahura atau Candi Sukuh.

Puncak Lawu "Hargo Dumilah" 3265 Mdpl


 7. Taman Bermain

Untuk Wisatawan yang datang bersama keluarga, Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I menyediakan Taman bermain anak-anak, disini anak-anak bisa diajak bermain sambil belajar, dengan fasilitas permainan ayunan, flying fox,gazebo untuk bersantai dll.


Lokasi Taman Bermain dari kejauhan

8/9 Bumi Perkemahan 1 dan 2

 Begitu kami sampai di area parkir, tampak beberapa tenda berdiri disana, beberapa keluarga dan anak-anak mereka sedang melakukan kegiatan perkemahan sekaligus bermain-main.
 
Memasuki Area Parkir dan Camping Ground

Camping Ground , Anak-anak bisa bersepeda atau bermain bola juga disini



10. Kandang Rusa

 Kawasan Tahura juga terdapat 34 fauna langka, salah satunya adalah Rusa Timor yang bisa menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk mengenal aneka satwa.


Koleksi Satwa di Tahura












11. Kantor Tahura

kawasan ini dilengkapi dengan akomodasi yang nyaman, pusat layanan informasi dan pegawai yang bekerja secara profesional dan ramah. Di sekitar kawasan ini juga terdapat Guest House, Musholla, Aula pertemuan, Tempat parkir, MCK yang bersih, serta area perkemahan yang luas, tersedia khusus bagi anda selama berada di sini.
Jika anda membutuhkan informasi atau ingin menyewa tenda, matras,sleeping bag atau pun kompor, bisa langsung ke kantor. Sewa Villa disini tarifnya Rp.600.000/24 jam terdiri dari 4 kamar tidur, Ruang Tamu,kamar mandi dan dapur ( sayang lupa saya foto)
Terimakasih kepada Pak Husein yang dengan ramah dan welcome menerima saya  dan memberikan informasi yang sangat luas perihal Tahura, keindahan dan misteri  alamnya yang masih menyimpan banyak sekali peninggalan sejarah dan budaya :)
Terimakasih pula pada pihak Tahura telah meminjami payung dan jas hujan sebelum saya trekking ke situs Sendang Raja dan Candi Purba dalam keadaan kabut dan gerimis sehingga saya terhindar dari masuk angin :)
Kantor Tahura - Staff-nya sangat ramah tamah dan tulus menyambut anda, jangan tunda untuk ke Tahura dan nikmati sendiri sensasi berada di alam dengan kesan keindahannya yang sempurna dan pasti sulit anda lupakan.

Tersedia fasilitas mushola, toilet yang bersih dan area bermain basket juga

Saya sempat menanyakan nama kawasan ini K.G.P.A.A Mangkunagoro apakah masih ada hubungannya dengan Kanjeng Pangeran Sambernyawa ? Pak Husein dari pihak Tahura mengatakan memang diambil dari nama pahlawan daerah setempat dan memang dulunya Ngargoyoso adalah wilayah kekuasaan Mangkunegaran. Penggunaan namanya pun atas seijin keluarga Trah Mangkunegaran dan kepemilikan/pengelola sepenuhnya adalah Provinsi Jateng, bukan kabupaten Karanganyar.

Berada di kawasan ini anda tidak akan merasa bosan, karena begitu banyak aktifitas yang bisa anda lakukan, mulai dari berkemah, Outbond, dan bagi anda yang ingin mengabadikan momen terindah, Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I sangat cocok sebagai lokasi foto pre-wedding dan objek Fotografi.
Bagi anda yang suka berolahraga anda dapat menyusuri jalur jogging track yang cukup jauh dan menuntut kekuatan fisik, akan tetapi dengan adanya pemandangan yang hijau , aneka ragam flora dan fauna dijamin anda akan betah dan tidak jenuh dalam menempuh perjalanan


Bagi yang suka bertualang sambil menikmati keindahan alam, bisa juga menikmati jalur trekkingnya :)





Gallery Tahura K.G.P.A.A Mangkunegoro I