Tampilkan postingan dengan label Wisata Air Terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Air Terjun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Taman Hutan Raya K.G.P.A.A Mangkunagoro I ; Belajar, Bermain dan Rekreasi di Alam itu Seru dan Mengasyikkan!



Tahura K.G.P.AA Mangkunagoro I

 Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I, merupakan kawasan pelestarian alam untuk menunjang, pendidikan, pariwisata dan rekreasi.
Merupakan satu-satunya taman hutan raya di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Didalam tahura ini terdapat berbagai jenis flora terdiri dari berbagaui jenis vegetasi endemik, dan fauna yang sebagian merupakan fauna langka yang tidak kurang dari 34 jenis binatang. Disamping tempat rekreasi juga untuk kegiatan penelitian dan perkemahan. Terletak di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar tepat berada dibelakang Candi Sukuh. Fasilitas yang tersedia : Tempat parkir, MCK, area perkemahan.

 Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I, Secara struktur organisasi dikelola oleh Balai Penelitian Tumbuhan dan Pengelolaan Taman Hutan Raya (BPTP Tahura) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pengelola adalah patroli menggunakan motor dan kuda, pemeliharaan koleksi satwa, persemaian dan rehabilitasi hasil hutan. 

 Sebagai taman rekreasi dan lokasi Penelitian Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I juga dapat dijadikan gudang ilmu pengetahuan. Keanekaragaman flora dan fauna dapat dikembangkan sebagai media pendidikan dan penelitian. Dikawasan ini terdapat Taman Bougenvile, dengan berbagai macam spesies bunga bougenvile, yang warna warni dan menyejukkan mata. merupakan tempat yang tepat untuk meneliti keanekargaman tumbuhan yang ada disini.

 Lokasi dan Akses




 Kawasan ini berada di kaki Gunung Lawu dengan ketinggian ± 1.200 m dpl tepatnya di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Untuk mencapainya, dapat ditempuh dengan roda 2 dan roda 4 dengan jarak 36 km melalui jalur Solo – Karanganyar arah Tawangmangu.
Bila menggunakan transportasi umum, jika yang datang dari arah Solo bisa langsung naik bus dari terminal Tirtonadi, Solo yang menuju Karanganyar atau tepatnya ke Terminal Karangpandan. Kemudian oper dari Terminal Karangpandan dan naik bus jurusan Ngargoyoso. Perjalanan ke Desa Berjo dari Karanganyar memakan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan dari Solo memerlukan waktu sekitar 1 jam perjalanan. 
Letak Tahura ini tepat di belakang Candi Sukuh.


Setelah Memasuki Pintu Gerbang, kita akan disambut dengan pepohonan rindang dan segar di kanan-kiri jalan
Hmm....begitu memasuki pintu gerbang kawasan Tahura kami langsung  disajikan barisan pepohononan yang tertata rapi diselingi rumput menghijau. Kemana saja aku selama ini? sampai tidak mengetahui surga lain yang tersembunyi di lereng Gunung Lawu ini? padahal sudah sering saya berkunjung ke Candi Sukuh.
Suasana disini sangat tenang dan asyik dijadikan tempat bercengkrama bersama keluarga.





Wisata Alam dan Wisata Sejarah yang di kelola oleh Tahura K.G.P.AA Mangkunegoro I :

 

 Sangat menarik berkunjung dan berwisata alam di Tahura ini, karena Tahura memiliki beragam destinasi wisata yang dikelola disini, kita bisa berwisata alam maupun wisata sejarah disini, sebenarnya... tujuan saya ke Tahura adalah untuk mengunjungi situs penemuan sejarah yang diduga dari peradaban purba, tapi siapa sangka saya menemukan bonus-bonus lain sebanyak ini dalam satu kawasan :D dan jelas itu membahagiakanku!

 1. Situs Cemoro Bulus
Sayangnya  karena keterbatasan waktu saya belum bisa berkunjung secara langsung ke situs ini, jadi saya belum bisa menyajikan gambarnya . Dari perbincangan saya dengan Pak Husein salah satu staff di Tahura , beliau menceritakan bahwa Situs Cemoro Bulus adalah Sebuah Arca Kura-kura, yang mirip dan masih ada kaitannya dengan peninggalan purbakala seperti di Candi Sukuh., dan ada yang mengatakan bahwa situs Cemoro Bulus ini merupakan portal gaib menuju puncak Lawu.
Dalam Mitologi Hindu sendiri  Arca kura – kura  melambangkan Bhur Loka atau alam bawah yaitu dasar gunung Mahameru.


2. Sendang Raja
Sendang Raja adalah suatu sumber mata air / patirtan peninggalan zaman duluyang baru ditemukan oleh pihak pengelola Tahura, akan saya tuturkan secara terpisah di catatan perjalanan berikutnya ya :)


"Sendang Raja" Penemuan Situs Sejarah di Lereng Lawu


3. Air Terjun Parang Ijo
 Eksotisme air terjun Parang Ijo yang membuat saya terpesona ternyata bisa diakses via Tahura juga loh, hanya berjarak sekitar 500 meter, saya membayangkan sepertinya asyik nih camping disini saat purnama, sorenya  trekking menikmati segarnya air terjun parang Ijo, kurang apalagi coba? hahaha... jadi semangat ngumpulin gear buat camping :p
Saya sempat bercakap-cakap dengan Pak Husein dari Tahura, beliau menuturkan bahwa kawasan air terjun Parang Ijo  masuk wilayah Tahura dan Perhutani, dulunya air terjun tersebut dikelola secara mandiri oleh koperasi warga masyarakat, namun karena ada kecenderungan dikuasai pengelolaannya secara pribadi, kemudian saat ini di kelola oleh Tahura. Catatan Perjalanan saya ke air terjun Parang ijo bisa dibaca lengkap DISINI


Eksotisme air terjun Parang Ijo

4. Goa Angin
Sementara ini untuk Goa Angin dan Goa Jepang saya belum bisa menulis apapun, karena memang belum sempat mengunjungi, mungkin lain kali akan saya update, atau mungkin ada kawan-kawan yang sudah mengunjunginya monggo bantu saya untuk melengkapinya, maturnuwun :)

5. Goa Jepang
IDEM


6. Puncak Gunung Lawu
 Ternyata.... saya baru tahu kalau hiking ke puncak Lawu bisa melalui Tahura ( banyak memang yang saya belum tahu hahaha!)  atau di kalangan pendaki biasa dikenal Jalur Pendakian Gunung Lawu via Candi Sukuh. Jarak dari Tahura ke Puncak Lawu sekitar 10 km. 
Oiya...perjalanan saya kemarin ditemani oleh mas Parno sebagai guide saya ketika mengunjungi sendang Raja dan situs Candi Purba.
sepanjang perjalanan menuju sendang Raja di pepohonan ada plang yang bertulis "Tahura-Pos 1" Iseng-iseng saya bertanya pada mas Parno: "Mas...sudah pernah ke puncak Lawu?"
Mas Parno menjawab; "Sampun (sudah) bu...saya yang buka jalur aksesnya, nanti akan ketemu jalurnya di Cokro Srengenge/Pos V via Cemoro Kandang"
hahaha...salah nanya saya, gubrak! *malu. 
 Bukan pernah lagi..tapi mas Parno ini yang buka lintasan trekkingnya. menurut mas Parno,Puncak Lawu bisa ditempuh 4-5 jam via jalur pendakian Tahura. Tapi kalau saya dengan gaya keong diselingi ngesot santay sembari foto-foto mungkin 8-10 jam kali ya hehehe! 
( Gak apa2 yang penting sampai ya... #Edisi MenghiburDiriSendiri :p )



Jalurnya lumayan terjal karena sewaktu dibuka memang untuk lomba lintas alam, rencananya mas Parno dkk akan membuat jalur pendakian yang sedikit landai/memutar. Oiya Dear...dari Tahura sampai Pos 1 jalurnya sudah bagus berupa jalan setapak disusun bebatuan, tetapi mulai Pos 1 sampai puncak ya jalan setapak biasa , petunjuk arah menuju puncak sudah ada, dan paling jauh adalah 50 meter, jadi kemungkinan anda tersesat kecil sekali. 
Selama ini jalur pendakian Lawu yang paling terkenal keindahan alamnya via jalur Candi Cetho, ternyata...ada juga yang tak kalah indahnya via jalur pendakian Tahura atau Candi Sukuh.

Puncak Lawu "Hargo Dumilah" 3265 Mdpl


 7. Taman Bermain

Untuk Wisatawan yang datang bersama keluarga, Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I menyediakan Taman bermain anak-anak, disini anak-anak bisa diajak bermain sambil belajar, dengan fasilitas permainan ayunan, flying fox,gazebo untuk bersantai dll.


Lokasi Taman Bermain dari kejauhan

8/9 Bumi Perkemahan 1 dan 2

 Begitu kami sampai di area parkir, tampak beberapa tenda berdiri disana, beberapa keluarga dan anak-anak mereka sedang melakukan kegiatan perkemahan sekaligus bermain-main.
 
Memasuki Area Parkir dan Camping Ground

Camping Ground , Anak-anak bisa bersepeda atau bermain bola juga disini



10. Kandang Rusa

 Kawasan Tahura juga terdapat 34 fauna langka, salah satunya adalah Rusa Timor yang bisa menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk mengenal aneka satwa.


Koleksi Satwa di Tahura












11. Kantor Tahura

kawasan ini dilengkapi dengan akomodasi yang nyaman, pusat layanan informasi dan pegawai yang bekerja secara profesional dan ramah. Di sekitar kawasan ini juga terdapat Guest House, Musholla, Aula pertemuan, Tempat parkir, MCK yang bersih, serta area perkemahan yang luas, tersedia khusus bagi anda selama berada di sini.
Jika anda membutuhkan informasi atau ingin menyewa tenda, matras,sleeping bag atau pun kompor, bisa langsung ke kantor. Sewa Villa disini tarifnya Rp.600.000/24 jam terdiri dari 4 kamar tidur, Ruang Tamu,kamar mandi dan dapur ( sayang lupa saya foto)
Terimakasih kepada Pak Husein yang dengan ramah dan welcome menerima saya  dan memberikan informasi yang sangat luas perihal Tahura, keindahan dan misteri  alamnya yang masih menyimpan banyak sekali peninggalan sejarah dan budaya :)
Terimakasih pula pada pihak Tahura telah meminjami payung dan jas hujan sebelum saya trekking ke situs Sendang Raja dan Candi Purba dalam keadaan kabut dan gerimis sehingga saya terhindar dari masuk angin :)
Kantor Tahura - Staff-nya sangat ramah tamah dan tulus menyambut anda, jangan tunda untuk ke Tahura dan nikmati sendiri sensasi berada di alam dengan kesan keindahannya yang sempurna dan pasti sulit anda lupakan.

Tersedia fasilitas mushola, toilet yang bersih dan area bermain basket juga

Saya sempat menanyakan nama kawasan ini K.G.P.A.A Mangkunagoro apakah masih ada hubungannya dengan Kanjeng Pangeran Sambernyawa ? Pak Husein dari pihak Tahura mengatakan memang diambil dari nama pahlawan daerah setempat dan memang dulunya Ngargoyoso adalah wilayah kekuasaan Mangkunegaran. Penggunaan namanya pun atas seijin keluarga Trah Mangkunegaran dan kepemilikan/pengelola sepenuhnya adalah Provinsi Jateng, bukan kabupaten Karanganyar.

Berada di kawasan ini anda tidak akan merasa bosan, karena begitu banyak aktifitas yang bisa anda lakukan, mulai dari berkemah, Outbond, dan bagi anda yang ingin mengabadikan momen terindah, Taman Hutan Raya K.G.P.A.A.Mangkunagoro I sangat cocok sebagai lokasi foto pre-wedding dan objek Fotografi.
Bagi anda yang suka berolahraga anda dapat menyusuri jalur jogging track yang cukup jauh dan menuntut kekuatan fisik, akan tetapi dengan adanya pemandangan yang hijau , aneka ragam flora dan fauna dijamin anda akan betah dan tidak jenuh dalam menempuh perjalanan


Bagi yang suka bertualang sambil menikmati keindahan alam, bisa juga menikmati jalur trekkingnya :)





Gallery Tahura K.G.P.A.A Mangkunegoro I













Jumat, 28 Maret 2014

Air Terjun Parang Ijo ; Eksotisme Alam Yang Tersembunyi di Lereng Lawu

Air Terjun Parang Ijo

 Hai Kawan Traveler Pencinta jalan-jalan ....
setelah sebelumnya kami SR-Team berjalan-jalan menapaktilas dan marak sowan ke Dinasti Mantan Presiden Soeharto di Astana Giribangun dan Dinasti mangkunegaran di Astana Mangadeg berikut jejak peninggalannya di Sapta Tirta Pablengan, kita lanjutkan kembali perjalanan menikmati dan mengeksplorasi keindahan alam pegunungan Lawu sembari melepas penat menikmati kesegaran gemericik Air Terjun Parang Ijo, sudah lama kami penasaran ingin berkunjung kesini.
Menurut review dari kawan-kawan sih bagus sekali....baru sekarang kesampaian, horeeee.... :D

 Lokasi dan Akses

 Air Terjun Parang Ijo ini berada di Desa Girimulyo Kecamatan Ngargoyoso atau berjarak sekitar 35 km dari kota Solo dengan jarak tempuh selama 1 jam. Kita juga masih harus meneruskan perjalanan sekitar 2 km dari pertigaan Nglorok. Sesampainya di pertigaan ini, kita dapat mengambil arah ke kiri menuju ke arah Candi Cetho. 

Selanjutnya, ikuti saja arah penunjuk jalan yang akan mengantarkan kita ke Air Terjun Parang Ijo. Jika ke Cetho kita akan berkendara lurus di bagian kiri, sedangkan ke Parang Ijo sedikit menyerong ke kanan melewati perkampungan penduduk.
Kita  tetap harus berhati-hati karena akses jalannya cukup sempit dan tentu saja berliku-liku.Ketika saya berkunjung bulan Maret 2014 akses jalan menuju Air terjun lumayan rusak parah disana-sini. Walaupun akses jalan cukup memprihatinkan, tapi sumpah.... saya nggak kapok, justru ingin kembali lagi berkunjung dalam waktu dekat ini hehehe!!

Sedangkan bila anda ingin menggunakan alat transportasi umum, anda dapat menggunakan bus jurusan Surakarta – Tawangmangu atau Matesih. Selanjutnya, anda dapat turun di terminal Karangpandan untuk meneruskan perjalanan lagi dengan menggunakan bis kecil yang biasanya berwarna biru jurusan Karangpandan – Ngargoyoso – Kerjo dengan tarif Rp2.000*.
Anda dapat minta kepada kondektur untuk menurunkan anda di pertigaan Nglorok.
 Dan untuk bisa langsung sampai ke lokasi Air Terjun Parang Ijo, anda dapat menggunakan jasa ojek karena jarak yang harus ditempuh sekitar 2 km. Setelah itu, anda akan menemukan pos retribusi.
Dan dari pos retribusi tersebut, anda dapat melanjutkan perjalanan ke arah kiri menuju ke Air Terjun Parang Ijo dan Candi Cetho. Ikuti saja arah penunjuk jalan yang disediakan di tepi jalan untuk mengantarkan anda ke lokasi air terjun tujuan anda.

Belakangan saya baru mengetahui kalau ternyata air terjun Parang Ijo pun dapat di akses via Tahura  yang letaknya tepat di belakang Candi Sukuh.

Yup....Kita sudah tiba di areal parkir dan pintu masuk AIR TERJUN PARANG IJO

 LEGENDA / ASAL-USUL



 Air Terjun Parang Ijo sendiri memiliki cerita sejarah yang diturutkan oleh masyarakat setempat sebagai berikut Pada tahun 1942 di sebuah Dusun yang letaknya agak jauh dari pusat pemerintahan, ada sebuah pohon tua yang sangat besar dan didominasi warna hijau. Pohon ini dianggap keramat karena tidak bisa ditebang.
Keberadaan pohon itu tidak lama, banjir besar yang melanda daerah itu mampu menumbangkan pohon tersebut, karena melimpahnya air sungai yang bermuara ke Kali Luwak sehingga pengakumulasian air tidak mampu dibendung lagi, banjir yang disebut Baru Klinting oleh masyarakat sekitar tidak terhindarkan dan mampu menggoyahkan pohon dan membawanya bersama derasnya arus.
Namun pohon tersebut tetap dapat berdiri tegak dan mendapat tempat baru secara kebetulan terletak di antara tebing (parang), sehingga mempermudah aliran air dari atas tebing menuju lembah melalui batangnya. Aliran air yang terus menerus membuat pohon semakin hijau dengan tumbuhnya lumut-lumut.

Pada tahun 1982 banjir Baru Klinting kembali melanda daerah ini dan mampu menerjang pohon diantara parang itu. Hilangnya pohon menyebabkan aliran air yang awalnya melalui batang pohon kini terjun ke bawah tanpa perantara membentuk air terjun yang dikenal dengan nama “Parang Ijo” yang berarti pohon berwarna hijau diantara 2 tebing. Itulah sejarah singkat dari Parang Ijo yang hingga kini diyakini oleh masyarakat sekitar.

Menuruni anak tangga demi anak tangga yang tidak begitu curam yang tertata rapi di selingi tanaman hias dan bunga-bunga yang indah dan segar menemani perjalanan kita


 Air terjun ini berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut dengan tinggi air terjun mencapai 50 meter, berjarak sekitar 20 km dari Candi Cetho.
Jadi, cipratan air yang mengalir dari atas dapat digunakan untuk menyiram semua pohon yang ada dibawahnya. Lumut-lumut pun bisa tumbuh subur, dan ini terbukti dengan tampilan warna hijau yang mendominasi pemandangan di sekitar air terjun.
Debit air terjun yang tidak begitu deras memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk leluasa bermain-main dan merasakan kesegaran percikan air terjun parang ijo tepat dibawahnya

 Karena tempat ini masih dalam area pegunungan, jadi tidak hanya Air Terjun Parang Ijo saja yang dapat anda nikmati. Bisa dikatakan, air terjun itu menjadi air terjun utama. Tetapi, masih ada lagi air terjun anakan yang merupakan rembesan air dengan tinggi mencapai 10 meter dan panjang 20 meter. Kalau anda melihatnya dari kejauhan, mungkin terlihat seperti kaca yang dialiri air dan terus saling berkilauan menyambung tanpa putus.

Air terjun yang berkelok-kelok dan bertingkat-tingkat bagaikan air di kaca yang sedang mengalir tentunya memikat hati siapapun yang memandangnya


Fasilitas bermain anak seperti taman bermain, flying fox dan kolam renang pun tersedia sebagai sarana penunjang di kawasan air terjun parang ijo

 Yang sangat istimewa bagiku ketika menyaksikan di air terjun Parang Ijo terdapat lokasi khusus seperti altar yang diletakkan Arca Dewi Saraswati ( Sang Dewi ilmu pengetahuan dan seni)  benar-benar menambah keindahan alam di air terjun ini, Arca Dewi Saraswati berhadapan langsung dengan Arca Lingga Yoni, Lingga sebagai simbol Ayah (Tuhan) dan Yoni sebagai Ibu (pertiwi), sebagai alam semesta,
Jika ditarik garis lurus, maka letak kedua arca ini sejajar/berhadapan dengan Air terjun Parang Ijo.

Setelah puas menikmati dinginnya air terjun dan kesegaran di areal lereng pegunungan ini, kita dapat menikmati santapan khas lereng Lawu berupa sate ayam atau sate kelinci di warung makan yang tersedia di area air terjun, bisa juga duduk lesehan di pinggir sungai yang jernih sambil bersantai bersama teman-teman atau keluarga sembari menikmati wisata kuliner atau secangkir minuman hangat


Air Terjun Parang Ijo, Namamu memang tidak sepopuler saudaramu Air terjun Grojogan Sewu, Tapi...... keindahan, eksotisme dan alammu yang masih murni langsung membuatku jatuh cinta ^_^  Keramah-tamahan penduduk sekitar yang mengelolamu secara mandiri dan menjadikanmu mata pencaharian mereka patut mendapat apresiasi. Aku termangu sekaligus terharu  melihat ke dalam suatu hubungan yang harmonis dan keseimbangan yang terjaga antara alam dengan makhluk sekitar. Aku melihat manusia-manusia dengan kadar "eling" yang mumpuni yang mampu menyeimbangkan dirinya dengan alam. Mengambil manfaat alam yang telah tersedia tanpa melupakan kewajibannya untuk selalu "Memayu Hayuning Bawana"  Betapa indah dan damai dunia ini bila semua ini terjaga kesadarannya. Alam...selalu memberiku waktu  lebih lama untuk merenung dan berkaca pada dinding-dinding aliran air maupun tebing-tebingnya menjadi refleksi setiap perjalanan demi perjalanan walaupun kadang terseok-seok namun uluran tangan KasihNya dan alam semesta selalu merengkuhku untuk kembali walau terkadang gelombang kehidupan begitu keras menerjangku tanpa ampun sampai titik terendahku. Kini aku mengerti Tuhan.... Engkau biarkan aku terhempas supaya aku belajar merangkak....berdiri...tertatih...., semakin kuat dan semakin mengerti...semakin sadar....semakin datar...... semakin kosong........... jumeneng-hening-kesinungan-menang ( Dini Hari, Jumat Legi Akhir Maret'2014)



Sabtu, 15 Februari 2014

Air Terjun Grojogan Sewu-Seribu Keindahan Alam Tawangmangu



Grojogan Sewu Tawangmangu-Karanganyar

 Wisata Grojogan Sewu sebuah wisata air terjun dengan panorama alam indahnya yang terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini memang punya karakter tersendiri. Dengan lokasi ketinggian kira-kira 1000 meter di atas permukaan air laut, hawa sejuk sangat terasa di tempat ini. Apalagi di kanan kiri air terjun banyak pohon besar yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun.
 Grojogan Sewu tergolong ke dalam konsep ekowisata, yaitu wisata yang mengandalkan keindahan dan keaslian alam. Kedepan, tempat wisata ini dapat menjadi salah satu andalan wisata Kabupaten Karanganyar, karena selain dapat dijangkau dengan mudah oleh pengendara motor maupun mobil

Untuk menuju ke Grojongan Sewu dari kota Solo menuju Tawangmangu, sekitar 1km dari terminal Tawangmangu kita akan tiba di lokasi, tentunya terlebih dahulu menuruni ratusaan anak tangga yang mengantarkan kita menikmati sejuknya panorama alami  air terjun setinggi 81 meter yang terletak di kawasan ini. Grojogan Sewu yang berarti "seribu air terjun", air terjun ini terletak di dalam sebuah kawasan hutan lindung seluas 20 ha.




Setelah berkeliling-keliling di sekitar air terjun dengan ketinggian kurang lebih 81 meter ini, kita dapat duduk sembari menikmati sate kelinci ataupun sate ayam.  
 Pedagang makanan dan minuman bertebaran di sekitar air terjun, siap menjadi tempat melepas lelah atau bersantai menikmati udara segar di bawah pepohonan rindang.



Warung-warung makanan disini menyediakan tikar untuk anda dan keluarga duduk santai menikmati hidangan khas Tawangmangu sembari menikmati kesejukan air terjun dan udara lereng Gunung Lawu

Area wisata ini juga dilengkapi dengan fasilitas flying fox, arung jeram kecil, duta playground dengan pemancingannya, dan arena outbond dengan taman lalu lintas dan kereta pohon.wisata belanja sayur-sayuran dan buah khas pegunungan. Selain itu di sekitar pintu masuk juga tersedia penyewa kuda, tak ada salahnya untuk mencoba berkeliling naik kuda.

 

 
 


  Tak hanya manusia, ribuan kera juga betah berlama-lama di sini. Mereka berkeliaran dengan bebas tanpa rasa takut pada manusia. Meskipun nampak jinak, namun kita harus tetap waspada karena sewaktu-waktu mereka bisa tiba-tiba mengambil tas ataupun barang bawaan lainnya. Tapi bagi anda para penyayang binatang (seperti saya) ini suatu keasyikan dan kebahagiaan dapat berinteraksi lebih dekat dengan mereka sembari memberi makanan kesukaan mereka (kacang) eits...jangan salah ya.. ternyata kera-kera disini penikmat apa saja, saya melihat seekor kera dengan santainya sedang berusaha membuka sebotol sprite hasil rampokannya hehehe, alhasil saya dan keluarga malah keasyikan bercengkrama dengan kera-kera ini mengamati tingkah laku mereka yang menggemaskan.

Alam Grojogansewu ini menjadi istana bagi kera-kera, semoga semua makhluk berbahagia  :)


Tatapan tajam menunggu peluang mendapatkan kacang :p
Mari Berhitung!
Ananda dan teman barunya :D


Mereka begitu bersahabat dengan pengunjung :)


Model iklan Sprite terbaru :D


Model iklan french fries terbaru :p

Model iklan french fries terbaru :p


Bermain bersama di pohon


Bermain bersama di pohon


Para ibu sedang menyusui dan menggendong bayinya , so sweet :)


Paling ganteng yang ini sepertinya



Total menapaki tangga turun+naik sejumlah 1250 anak tangga, horeee berhasil :D



Jernih dan segar air yang mengalir di bebatuan dari air terjun


Himbauan untuk kita semua



NOTE: Postingan saya tentang Air Terjun Grojogan Sewu sudah saya ketik sejak tanggal 13-2-2014 malam, namun sempat terhenti dan akhirnya tersave secara otomatis karena suara gemuruh erupsi Gunung Kelud dibarengi dengan hujan pasir yang memecah konsentrasi saya dan baru bisa upload keseluruhan hari ini setelah selesai beres-beres rumah dan halaman dari pasir dan debu oleh-oleh erupsi Gunung Kelud  :)